ADERFIA GANG (Support System)

ADERFIA GANG (Support System)
belum sembuh sudah hancur lgi



pukul 03:00 dini hari terdengar suara riuh motor di depan Aderfia house,tapi belum sampai masuk mereka sudah di kejutkan oleh keadaan yg rusak parah perkaraggan rumah mereka hancur,


pot pot bunga berserakan di mana-mana bahkan saat mereka semua berlari ke Arah pintu mereka di kejutkan oleh keberadaan pak asep terkapar di depan pintu utama,


membuat mereka semua panik dan buru-buru memasuki rumah benar saja banyak dar*h berceceran di mana-mana,


muka mereka pias dengan jantung yg Berdegup kencang memanggil manggil anggota yg paling muda diantara mereka,


yg mereka tinggal kan dalam keadaan tidur tadi,


"will willi"


mereka semua mengeledah rumah rapi yg berubah sangat berantakan,arfan berteriak histeris saat menemukan gerri yg terbaring di lantai dan tidak jatuh dari nya,willi yg juga terbaring dengan kondisi mengenaskan,


bercak merah yg merubah baju kaos putih milik nya,dua orang teman mereka di bantai di rumah mereka sendiri


"will bangun wil" teriak davin yg merasa paling bersalah ia yg tidak ingin membangun cowok yg selalu di anggap nya anak kecil itu,


karena ia Jarang sekali melihat cowok tenggil itu tidur tampa beban,


dan apa-apa an ini,dia malah meninggal kan cowok itu untuk mati aahhh, devan terus saja berteriak sesak rasa nya l, ini sangat menyakitkan untuk cowok yg duduk di bangku perkuliahan,berusia 20 tahun itu


"maafin gua will harus nya lu nggak usah tidur aja,lu melek aja terus,enter gua nggak bakalan nyuruh lu pulang deh janji gua will bangun will" semakin sesak saja ucapan davin membuat semua anak-anak Aderfia gang tertunduk lemas sampai bunyi ambulan membuat mereka bergegas mengangkat ke 4 orang itu dan membawa mereka ke rumah sakit


......................


mendengar kabar dari grup Aderfia gang derren,bian,sean bahkan aska yg di minta untuk istirahat memaksa untuk melihat willi di salah satu rumah sakit yg tidak jauh dari Aderfia house


remuk hancur bahkan aska sudah tidak bisa menahan tubuh nya,ia terduduk lemah di lantai begitu juga dengan bian dan sean sedang kan derren tersandar ke dinding,


mendengar ucapan dokter yg mengatakan willi sudah tidak bisa di selamat kan,nyawa nya sudah tidak tertolong selain luka tusukan yg menembus dari perut belakang hingga depan,yg menyebab kan willi kehabisan banyak dar*h,juga ada banyak sekali hantaman benda tumpul yg mematahkan beberapa tulang cowok itu


Gerri ia hanya mengalami patah tulang kaki,hidung dan lengan,hanya saja di perkirakan kaki nya tidak akan berpungsi dengan baik sehabis ini tapi kemungkinan terburuk nya anak itu akan kehilangan kaki nya jika ada masalah yg serius di kemudian hari


sedang kan dua orang tua yg berkerja dengan mereka tidak mengalami luka serius pak asep hanya memdapati memar di belakang kepalanya karena hantaman benda tumpul sedang kan mbok ina juga mengalami luka yg sama dengan suami nya


lamunan mereka buyar saat orang dewasa dengan setelan jas di ikuti orang berpakaian hitam-hitam di belakang nya


ia terlalu sibuk dengan pekerjaan nya dan keluarga baru nya tapi ia juga sangat menyayangi willi,


Ia tau ia bersalah pada anak itu,tapi sedari awal ia memang tidak mencintai ibu dari willi,ia menikah dengan wanita itu karena wasiat ayah nya,tapi karena sikap dan keperibadian wanita itu yg bertolak belakang dan banyak nya pertengkaran membuat papa willi memilih berpisah,tapi siapa sangka bahwa anak nya malah salah mengira saat melihat ia dan sekertaris nya sehari sebelum kematian istri nya dan mengganggap ia lh penyebab kematian ibu dari willi dan anak itu jadi sangat membenci nya


"siapa yg melakukan ini ke willi?" laki-laki dewasa itu menghampiri aska yg duduk di lantai,bukan nya dapat jawaban dari pertanyaan nya,orang itu hanya mendapati tatapan tajam dari mereka semua,sudah lama kenal willi dan baru ini mereka bertemu langsung dengan laki-laki yg menghancurkan mental cowok itu


melihat tatapan tidak ramah dari teman-teman nya derren membuka suara


"kami tidak tahu om saat kejadian kami semua sedang tidak ada di sana,sedang kan teman kami yg berada di rumah itu saat kejadian juga belum sadarkan diri"ucap derren sesopan mungkin


"tapi om tidak perlu, khawatir saya dan teman² saja akan membalas apa pun perbuatan mereka terhadap willi" Sambung nya


"kita lapor kan saja ke pihak berwajib,saya yg akan mengurus semua nya" putus laki-laki dewasa itu


"tidak perlu om,om urus saja pemakaman willi kami akan menyelesaikan semua ini" aska berdiri menatap papa willi


" willi itu anak saya jadi saya ingin pembun*h nya di hukum seberat-berat nya" laki-laki itu menatap aska dengan tatapan Angkuh nya


"karena dia anak om,kasih dia yg terbaik untuk yg terakhir kali nya,dan karena kami adalah saudara nya kami tidak akan membiarkan orang-orang itu dikurung tapi tidak merasakan sakit sedikit pun" tatapan yg mengintimidasi dari aska sukses membuat papa willi menatap kearah lain menghindari nya


......................


derren dan sean Mengikuti langkah aska keluar dari ruangan willi duduk di kursi di depan sana


"gua gagal" aska menyandar kepala nya ke dinding menyalahkan diri nya yg tidak becus menjaga orang yg ia anggap Sebagai adik nya


"lu nggak salah,kita semua juga nggak tau ini bakal terjadi"derren mencoba menenangkan aska


sedangkan sean terlihat diam saja,yg paling merasa bersalah tentunya ia semua ini awal nya karena bodyguard nya,ia masih menduga-duga saja,tapi ia sangat yakin ini adalah ulah Bruiser gang, karena Aderfia tidak pernah Berselisih paham dengan gang lain nya,


" lu juga,kita semua nggak ada yg rela willi pergi kek gini ninggalin kita cuma ini adalah takdir,tidak ada yg bisa merubah takdir


"gua nggak mau ya denger lu lu pada nyalahin diri lu sendiri untuk masalah ini,kita pikirin aja,gimana cara membalas Bruiser gang karena gua yakin banget ini ada hubungan dengan mereka"


________________Aderfia gang____________________________