ADERFIA GANG (Support System)

ADERFIA GANG (Support System)
kepergian sean



derren berjalan keluar dari rumahnya, seperti biasa ia tidak akan sarapan di rumah,derren selalu memilih sarapan diluar


"den derren" sapa salah satu art nya


"ada apa bik? "


"ini ada titipan dari tuan" art itu memberikan derren sebuah amplop berwarna putih,tampa pikir panjang derren mengambil nya,itu bukan amplop uang atau semacamnya itu hanya amplop berisikan tulisan tangan papanya,se asing itu memang ayah dan anak itu,sampai mereka tidak bisa duduk berdua dan saling bicara,sedari SMP derren sudah terbiasa,menerima surat dari papanya, dan derren lebih menyukai itu di bandingkan bicara secara langsung,sebab ia lebih merasa memiliki seorang papa,saat membaca tulisan itu,bibir derren melengkung,kemudian ia meletakan surat itu kedalam tas nya,


hari ini,sean akan berangkat ke turki,rencananya derren akan mengantarkan nya terlebih dahulu baru ke kampus nya,ya.. hari ini juga hari pertama ia memulai Perguruan tinggi nya


deru motor derren keluar dari pagar rumah berwarna blue sea,menyusuri padat nya jalanan ibu kota,padahal ini cukup pagi sekitar an pukul 6:00 namun,pagi di sini terlihat lebih awal,sudah banyak motor yang lalu lalang,


......................


aska menuruni anak tangga


"selamat pagi tuan muda" sapa mereka kompak,yang sedari tadi sudah berdiri rapi di depan tangga


"pagi.." aska tersenyum ramah,ya.. belakangan ini aska selalu tersenyum,ia merasa sangat nyaman,rumah yang sekarang ia tempati sangat mirip rumah untuk nya di bandingkan rumah nya dulu,


"sarapan nya sudah selesai tuan muda" ucapan koki dirumah itu dengan nada hormat,arghhh hidup aska sekarang sudah mirip seorang Pangeran,Lagi-lagi aska tersebut bangga dengan papa nya sekarang,mengingat laki-laki baik itu lh yang memberikan nya ketenangan ini semua,


bahkan ia juga mengizinkan aska untuk, melanjutkan Perguruan tinggi nya di sini di Universitas yang sama dengan derren dan bian


aska mengurungkan niat nya,ia kembali berjalan kearah meja makan, padahal ia mau langsung pergi saja tadi


Aska menyantap,sarapan pagi nya hingga tuntas,selesai dengan sarapan nya aska, berdiri dan beranjak pergi,ia tidak ingin terlambat mengantarkan sean kebandara,hingga ia meminum minuman nya sambil berdiri,


"Hati-hati tuan muda,nanti pakai an anda kotor" aska hanya tersenyum saja,sambil mengulurkan tanganya dan menggerakkan-gerakan nya,membuat bodyguard nya tersenyum dan menggeleng-gelengkn kepala,


aska berjalan ke salah satu motor berwarna hitam,motor yang tampak mirip dengan motor nya dulu,atas bibir nya terangkat saat mengelus-elus boncengan motor yang memang tidak di pasang


seperti nya aska sedang wisata masa lalu hahaha,aska kembali berjalan melewati motor itu,kemudian berhenti di motor dengan warna yang sama,itu motor pilihan pertama aska saat melihat semua motor yang berjejer di sini,motor yang kemarin ia bawa ke aderfia house,motor keluaran terbaru,bahkan bian juga tidak henti-henti nya mengelus-elus motor itu kemarin,kilasan ingatan itu membuat aska lagi-lagi tersenyum sendiri,entah kemana pergi nya aska si datar,belakangan ini ia selalu tersenyum manis seperti itu


......................


berbeda dari aska dan derren yang sudah bersiap-siap mengantarkan derren kebandara dan memulai hari pertama mereka di kampus,bian masih asik bergulung di dalam selimut lembut nya,sampai perkataan wanita paruh baya yang ia anggap mama nya sendiri membuat bian berlari pontang penting menuju kamar mandi sambil membawa jam Walker nya,entah apa alasan ia membawa itu,hanya bian lah yang tau


setelah 5 menit di dalam kamar mandi bian keluar dengan handuk yang melilit di pinggang nya,berjalan ke arah lemari baju,kemudian memilih baju apa yang cocok untuk hari ini,ah... gaya nya padahal di dalam lemari besar dua pintu itu hanya memiliki baju dengan 2 warna netral saja,hitam dan putih,pakaian bian tidak seheboh diri nya,


begitu juga sepatu yang berjejer rapi di sebuah rak kaca dan jam tangan dengan merek ternama juga tidak kalah saing menghiasi kamar nya,secepat kilat bian,menggunakan pakaian nya,seperti biasa nya bian akan memakai pakaian nya di depan cermin,bukan di kamar mandi,mungkin sebagai orang akan merasa tidak nyaman berbeda hal nya dengan bian yang sudah menjadi kebiasaan nya,bian berjalan turun menyusuri anak tangga sambil memasang benda yang melingkar di pergelangan tangan nya,sekarang sudah menunjukkan pukul 06:30


"den nggak sarapan dulu?"


"aku sarapan di luar aja bik" sebenarnya bian tidak enak mengatakan itu,tapi apa boleh buat,ia sedang buru-buru sekarang,bian mengambil tangan wanita paruh baya itu dan mengalami nya hikmat seperti biasa nya bian memperlakukan wanita itu seperti ibunya sendiri,kemudian berlarian ke pintu utama


"hati hati den,jangan lari-lari lantai nya licin"tidak menjawab bian hanya melambaikan tangan nya saja


" pagi tuan muda"


"pagi pak" bian selalu seperti ini,keluar dengan senyuman mengambang dan terlihat tidak memiliki beban sedikit pun,kisah hidup nya tidak membuat ia murung,meski pun terkadang bian merasa iri dengan mereka yang hidup sederhana namun bersama orang tua mereka,bian terlanjur kecewa pada mama nya yang juga sama jahat dengan papa nya,bahakan mama nya lebih menjijikkan,bian menyayangi adik perempuan satu-satu nya,yang dulu ada di antara keluarga nya,namun siapa sangka,adik nya tidak memiliki darah yang sama dengan nya,ia anak mama nya dengan laki-laki yang sekarang mejadi papa tiri nya,miris bahkan mama nya tidak lebih baik dari papa nya yang berselingkuh dengan sekertaris nya,


awal nya bian hanya membenci papa nya,namun luka nya kembali menganga membuat ia tidak sanggup hidup diantara dua orang penghianat itu,


deru motor bian keluar dari pekarangan rumah nya,dengan kecepatan tinggi bian menuju bandara,ia sangat yakin aderfia gang,pasti sudah berada di sana sekarang,mengingat hari ini juga hari pertama mereka di perguruan tinggi