
Hari-hari baik aska ternyata begitu cepat berlalu,Laki-laki yg di benci oleh nya kembali datang,meminta ia dan mama nya angkat kaki dari rumah mereka,
"ini udah jadi milik saya sebaik nya kamu dan mama mu ini angkat kaki dari sini" teriak laki-laki berusia 50 tahunan meleggar di ruang tamu rumah mewah berwarna putih tulang itu,kilasan kejadian 10 tahun silam kembali diputar bak filem dokumentasi di kepala aska,mama nya sudah meringkuk ketakutan persis seperti 10 tahun yg lalu ayah nya kembali datang dengan keluarga bahagia nya argghh membuat aska makin remuk saja
"lo nggak punya hak di sini" suara aska tidak kalah nyaring
"plak" orang tua dengan setelah jas rapi itu melempar berkas-berkas ke wajah aska yg memeluk mama nya yg menutup telinga nya sendiri,sesak sangat sesak aska melihat mama nya seperti ini, mati matian ia berusaha menjaga mama nya agar mental wanita yg paling ia cintai itu kembali pulih tapi apa ini laki-laki biadap itu kembali menghancurkan mama nya
Aska berdiri ia tidak peduli lagi siapa laki-laki di hadapan nya ini,ia mendorong kuat laki-laki itu hingga jatuh ke lantai,melihat aska menyerang papa nya zeron tidak tinggal diam ia berusaha menjauh kn cowok dgn wajah yg sudah memerah dan rahang yg telah mengeras,aura membunuh nya sangat mencekam,tapi zeron bukan tandingan untuk seorang aska yg memang piawai dalam ilmu bela diri,aska menyerang membabi buta menghujani 2 orang itu dangan cengiran tampa dosa,sampai bodyguard papa nya masuk dan menangkap nya
"anak tidak tahu diri mending kau mati saja" dengan sisa-sisa tenaga pak angga berdiri di bantu istri nya,mengeluarkan pistol dari balik jas nya mengarahkan nya tepat di hadapan aska
"bunuh gua pecundang,bukan kah lo seorang perampok ulung yg berpura-pura mencintai seorang wanita menikahi nya dan memberinya seorang anak, hah lo benar-benar laki-laki sewaan,yang berlagak sok jagoan,lo sebut rumah ini milik lo hah, bahkan s*mp*k yang lo gunain sekarang itu uang haram yang lo dapat dari ngejual tubuh lo buat jadi bapak gua,kalau bukan kebaikan mama gua yg nerima gembel seperti lo sebagai laki nya lo siapa hah lo cuma kariyawan biasa asu
" plak-plak-plak" tamparan bertubi-tubi menghujami pipih mulus aska hingga bibir nya mengeluarkan darah segar,tapi aska persis seperti batu ia tidak bergeming ia hanya menatap laki-laki yang harus nya ia panggil papa itu dengan tatapan mengejek
"dan lo hah lo*t*,lo ngangkangin laki-laki yang udah punya istri asu sampai punya anak segede gua hah"
"cocok banget,pasangan l*nt* cuih" aska Meludahi wajah papa nya membuat ia kembali mendapatkan pukulan bertubi-tubi,tapi wanita yang sedang memangku anak nya yg pingsan itu hanya menanggis tertunduk malu saja ia tau yang di bilang anak laki-laki seumuran anaknya itu benar, harus nya ia tidak pernah menerima angga lagi,tapi perasaan cinta nya terlalu dalam,hingga ia tidak pernah Memikirkan wanta yang telah menjadi istri angga,
awal nya ia merasa ia tidak salah,tapi 2 tahun setelah ia Menginjakan kaki nya di Rumah Putih tulang ini,
......................
flashback 8 tahun yg lalu
ia melihat anak laki-laki sedang menangis sendirian di depan tempat penebusan obat,ia terus Memperhatikan anak itu,karena ia merasa tidak asing dengan wajah itu,benar saja,saat ia Mengikuti anak laki-laki itu,
dania menutup mulut nya rapat mendapati anak laki-laki yang tadi menangis sampai menundukkan Kepala nya hampir sampai ke lutut,kini berlari sambil tersenyum kearah wanita yg sedang duduk di kursi roda dengan tatapan kosong,
dania memegang dada nya,ada sesuatu yg besar menghantam bagian dari dari nya di dalam sana,bulir bening jatuh dari pelupuk Mata nya,bagai mana bisa ia sejahat ini pada anak yg Seumuran dengan anak kesayangan nya itu,
ambisi angga yg terlalu ingin membahagiakan nya dan keegoisan nya membuat luka besar untuk anak Kecil Tampa dosa
"papa lama bgt, nggak jadi kesini ya aska?"wanita itu menanyai putra nya
" papa ada kerjaan ma,mungkin bakalan lembur"ucap anak laki-laki itu dangan senyuman mengambang Dan beralih mengambil pegangan kursi dari suster dan mendorong nya keluar
perkataan yg menyakitkan itu ditelan nya mentah-mentah,bagai mana dengan hati anak kecil itu sampai bisa berkata setegar ini?dania kembali meraung dalam diam nya hati nya sakit ia yang bertanggung jawab untuk semua ini,tapi nasi sudah menjadi bubur,ia memegang perut nya mengelus perut rata yg memiliki kehidupan di dalam sana,sampai lamunan nya buyar oleh tepukan hangat dari orang di belakang nya,
"mama kok duduk di lantai,kotor loh ini" pak angga membantu istri nya berdiri
"mama zeon cariin rupanya di sini emm" rajuk anak Kecil itu
"kamu abis nangis" pak angga menyentuh pipi istri nya
"nggak kok mas cuma kelilipan aja tadi"
"kelilipan sampai kek bengkak gitu sayang,sakit banget ya? kita periksa aja ya,takut nya makin parah" sikap angga manis seperti bisa nya relat sedari dulu maksud nya
dania Memperhatikan suami nya itu dengan perasaan perih membuat bulir bening kembali jatuh dari pelupuk Mata nya,meski pun laki-laki di hadapan nya ini,laki-laki yg sana saat ia masih SMA perhatian nya,sayang nya masih terasa sangat sama,hanya saja ada perasaan berbeda entah itu apa,awal nya dania mencoba menepis semua nya,apa lagi ia juga sudah menikah dengan angga sebulan sebelum pernikahan angga Dan Ny.gentari
yg membuat zeron lebih tua beberapa human dari aska,ia juga banyak berkorban bank and awal nya ia membesarkan zeron sendirian,angga memenuhi semua kebutuhan nya tapi laki-laki itu tidak berada di dekat nya,hidup nya dan angga yg menyebab kan ia terima-terima saja,dania bukan berasal dari keluarga berada begitu pula angga,membuat ia egois dan kalap Mata
mereka berdua cukup kenal dengan gentari sedari SMA cewek paling cantik di sekolah mereka dengan latar belakang tidak biasa,tapi jangan kan berteman mendekat ke arah nya saja seperti tidak mungkin,cewek cantik itu ramah hanya saja ada bodyguard yg selalu berdiri di samping nya membuat orang-orang tidak sepantaran seperti mereka sedikit menjauh
dania pernah mengatakan pada angga bagai mana ya hidup seperti gentari yg serba kecukupan,dan tinggal di Rumah yg sudah mirip istana
kedua orang itu pernah berpapasan dengan mobil gentari saat Poland sekolah,karena kedua nya penasaran mereka Mengikuti mobil itu masuk ke perumahan mewah dan menuju Rumah gentari,sampai pagar sebuah rumah yg terlihat paling mewah diantara semua rumah yg ada di sana membuat mereka takjub,angga memberhentikan motor beat nya tidak jatuh dari pagar itu terlihat 2 orang satpam membuat kan pagar untuk mobil itu
"ma kok makin nangis?"
"ngpp kok mas" dania memaksa kan senyum nya
_____________________________________________________________________________________