ADERFIA GANG (Support System)

ADERFIA GANG (Support System)
kmu di mana#1



hari demi hari telah dilalui,sejak kejadian hari itu aska tidak ada menghubungi gabi lagi membuat cewek itu berulang x mendatangi sekolah aska sampai ujian kelulusan tiba,aska dan ke 4 teman nya hilang bak dak telan bumi,tidak ada satu pun orang di sekolah nya kemana 4 sekawan itu,membuat gebi merasa ia sangat gelisah,gabi hanya sekali berkunjung ke tempat aska(aderfia house) dan gebi beranggapan itu adalah rumah dari seorang aska,meski pun ia tau aska berasal dari keluarga Kaya raya toh bukan tidak mungkin ia membeli banyak rumah dengan uang nya yg melimpah


gebi turun dari taksi tepat didepan sebuah rumah berwarna putih yg tampak tidak berpenghuni,gebi berjalan memasuki pekarangan rumah minimalis dengan nuangsa eropa itu,sepi tidak ada tanda-tanda ada yg pernah datang kemari dalam kurung waktu yg lumayan lama,karena banyak sekali dedaunan kering yg memenuhi teras rumah, gebi mengintip ke dalam dari jendela yg sudah pecah,dalam nya berantakan, mata nya menatap ke sana kemari berharap ada warga sekitar yg lewat untuk ia tanyai,


senyum gebi mengambang melihat seorang bapak² berjalan kaki didepan sana,gebi sedikit berlari menghampiri bapak bapak itu


"pak.. pak tunggu" napas gebi terengah-engah karena halaman rumah itu sangat luas membuat ia berlari cukup jauh untuk bisa sampai ke jalan


" ada apa neng?"


"bapak tau nggak, yg punya rumah ini kemana? "


"anak-anak yg biasa datang ke sini? "


"iyaa pak" gebi mengangguk-anggukan kepala nya


"oh udah lama neng nggak kelihatan,rumor nya salah satu teman mereka meninggal di rumah ini"


"mungkin takut kali neng" sambung bapak² itu


"meninggal? " otak gebi menduga-duga,ia juga cukup penasaran kenapa ada aska di tempat abang nya bahkan cowok itu terlihat sangat berambisi menghabisi abang nya, apakah teman aska yg di maksud bapak² ini? cowok yg dibun*h bg?


" iya neng,neng nggak lihat berita beberapa bulan yg lalu kan viral,cowok dari keluarga Konglomerat di bunuh pesaing dari gang mereka sendiri,mungkin karena dendam antar gang" bapak itu mengingatkan gabi berita yg beberapa bulan lalu mengguncang jagat maya,dan poto abang nya tersebar di semua berita dengan garis besar seorang pembun*h,tapi gabi tidak melihat aska maupun ke 3 orang taman nya padahal malam itu ia sangat jelas memangku aska yg lemah tidak berdaya,dengan luka yg cukup parah,


Tapi jika aska telah meninggal dunia kenapa tidak ada berita tentang nya,bahkan gebi berulang kali melihat informasi terbaru media yg selalu menjadi kan perusahaan ternama milik papa aska,berita utama nya,lantas kenapa tidak ada berita duka atau pun semacam nya,


karena tidak mungkin jika seorang pewaris tunggal dari sebuah perusahaan ternama tidak di sorot media apa lagi itu adalah hal yg sangat besar


mata gebi berkaca-caka dimana lagi ia harus mencari aska,pada siapa ia akan bertanya,


hujan turun cukup deras membasahi gebi yg berjalan di pinggir jalan,sesak dan sangat menyakitkan untuk gebi,awal nya ia hanya mencari pelarian dari rafael tapi makin hari rasa nya semakin tumbuh untuk laki-laki dengan segudang kisah pilu dalam hidup nya


langkah kaki gebi terhenti saat mendengar Klakson mobil di belakang nya


"gebi? " pemilik mobil itu memberhentikan mobil nya tepat di samping gebi


"zeron"


"lo kok hujan-hujanan sih, sini masuk enter lo sakit"


"lo dari mana,perasaan ini bukan jalan arah ke rumah lo" zeron menanyai gebi sambil memberikan cewek itu switer nya yg tadi ia kenakan


"cuma jalan² aja kok"


" gabut bener lo jalan-jalan nya,sampai sejauh ini" mendengar perkataan zeron gebi hanya terkekkeh saja,cowok di samping nya ini adalah teman sedari ia masih SMP dulu bahkan mereka juga masuk di SMA yg sama


zeron melajukan mobil nya mengantarkan gebi pulang ke rumah nya,zeron membicarakan banyak hal seperti biasa nya hanya saja kali ini gebi terlihat berbeda cewek itu lebih memilih untuk diam dan beberapa kali sempat tidak mendengar pertanyaan dari zeron


hampir 30 menit perjalanan mobil zeron sampai didepan pagar rumah gebi,


" thank ya zer" gebi membuka pintu dan bersiap untuk keluar


"tunggu bi" zeron mengambil payung dari kursi belakang dan mengarahkan nya ke gebi dengan senang hati gebi menerimanya


"kalau lo punya masalah lo bisa,cerita ke gue" ucapan zeron hanya mendapati anggukan saja dari cewek itu yg kemudian sedikit berlari membuka pagar dan melambaikan tangan ke arah zeron


zeron memperhatikan gebi sampai cewek itu masuk ke rumah nya baru lah ia melajukan mobil nya,zeron telah lama memiliki rasa untuk gebi tapi cewek itu bucin akut dengan cowok yg juga satu SMP dengan nya dlu,dan beberapa bulan yg lalu hadapan nya kembali tumbuh untuk memiliki gebi,tapi hanya sementara desas desus gebi yg berpacaran dengan siswa dari SMAN tiga kembali membuat zeron mundur,ia selalu mendengar tentang laki-laki yg nama aska itu tapi ia tidak pernah sekali pun melihat bentukan nya,padahal menurut siswi-siswi sekolah mereka cowok itu kerap kali mengantar dan menjemput gebi,tapi saat ia menunggu gebi di jemput cowok itu gebi malah pulang bersama lisa,


zeron sangat penasaran dengan cowok itu bahkan sampai memeriksa CCTV sekolah mereka,namun sayang cowok itu selalu menggunakan helm pull face hingga wajah nya tidak terlihat sama sekali,tapi dari postur badan nya,cowok itu jauh lebih tegap dari rafael mantan gebi


......................


mobil limited berwarna hitam itu memasuki pekarangan rumah mewah berwarna abu-abu,memarkirkan nya di samping mobil papa nya,dan ada mobil lain juga di sana,seperti nya sedang ada tamu


zeron memasuki rumah dan langsung di Sambut pelukan dari mama nya,menggandeng cowok itu ke ruangan tamu, terlihat ada dua orang tua yg sangat di kenali oleh zeron membuat senyum nya menggambang,ia berjalan mendekati dua orang tua itu dan menyalami mereka,


"apa kabar om tante"


"alhamdulillah baik,nak zeron gimana kabar nya" ucap laki-laki yg seumuran dengan papa nya itu


"zeron baik om" senyum zeron ramah,ia mendudukkan diri nya di samping papa nya lalu diikuti mama setelah nya


dua orang tua itu mama dan papa gebi yg memang cukup mengenal zeron dengan baik,bahkan kedua nya kerap kali memuji muji zeron saat di rumah mereka


____________________________________________________________________