
Pukul 21:00 aska sampai di bandara indonesia,kedatangan nya di sambut olah beberapa orang sudah menunggu nya dari siang
"Salamat malam tuan muda" Aska di kaget kan oleh beberapa orang berpakaian serba hitam,mata nya kesana-kemari memperhatikan sekeliling kemudian ia menunjuk dirinya sendiri
"Saya?"
"Iya kami orang-orang papa tuan"
"Tuan alaska dari ZN grup" Sambung laki-laki yang berdiri paling depan sambil menatap aska yang masih ke heranan
"Kami akan Mengantar kan tuan kerumahnya" Beberapa orang yang tadi hanya berdiam diri kini menghampiri aska dan mengambil koper yang di bawa nya,saat mereka semua ingin melanjut kan perjalanan keluar dari bandara suara yang asing di telinga aska terdengar menggema
"Pak bos" Teriak bian yang berjalan menghampiri aska
Flash 🔙 1 jam yang lalu
"Pak bos sampai ke sini jam berapa sih,udah lapar gua" Bian beranjak dari duduk nya dan berbaring di kursi tunggu yang kosong di barisan belakang tiba-tiba langkah nya terhenti saat mata nya tertuju pada televisi yang menayangkan siaran langsung tentang seseorang yang sangat mereka kenali,Mata nya membola saat menyadari seorang cewek yang berdiri di samping cowok yang terlihat seperti seumuran dengan mereka,pikir nya menerka-nerka sampai pembawa berita Mengatakan tentang acara apa itu,bian berteriak heboh membuat 2 orang yang sibuk dengan benda pipih di tangan nya menatap bian heran
"nggak usah teriak-teriak entar dikira orang gila sama security "sean berucap Tampa menoleh kearah bian
" Itu pacar nya pak bos kan"namun mereka berdua kembali menoleh saat bian mengatakan yang di lihat nya sambil menunjuk kearah televisi itu
sean dan derren tak kalah terkejut saat melihat gebi berdiri duduk di antara papa kandung dari sahabat nya bersama keluarga baru nya, dan ada seorang cowok yang seumuran mereka juga yang tampak tersenyum bangga
"itu gebi"sean membelalakkan mata nya
"aska nggak boleh tau soal ini"sean yang biasa nya cengegesan berubah menjadi datar
“dari awal membuat cewek itu cuma butuh pelarian”ucap derren dalam hati,
meski Derren tau,aska tidak pernah membahas gebi saat mereka masih di sana,aska adalah orang awam dalam urusan cinta cowok itu pasti tidak tau apa yang akan terjadi jika ia tidak menghubungi kekasih nya untuk waktu yang cukup lama cowok itu pasti mengira ia bisa kembali kapan saja dan menjelaskan semua, sean pernah Mengatakan pada aska tentang gebi dan hubungan nya namun cowok itu hanya mengatakan nanti ia akan menemui gebi secara langsung,tapi gebi itu seorang wanita,
sedang kan sean sejak kembali dari negara tempat tinggal papa sambung aska ia cukup sibuk dengan persiapan-persiapan kepindahan nya ke turki
dan bian juga sama, karena ia baru memilih cita-cita nya jadi ia cukup Kesulitan memilih universitas mana yang akan ia masuki
Flashback 📴
Keempat sahabat itu berpelukan,membuat mereka terlihat seperti Teletabis
"Mana barang-barang lu" Sangking sibuk dengan pertemuan mereka sampai tidak memperhatikan orang-orang yang berdiri di belakang aska
"Mereka orang-orang papa lu" Derren berdiri di samping aska sambil jaga-jaga agar cowok itu tidak memperdulikan televisi yang tidak yang ada di sana,namun mereka bertiga salah sejak mereka memeluk nya tadi mereka tidak memperhatikan expresi aska yang tidak bergeming mata nya tertuju pada televisi yang tepat ada di hadapan nya, sampai bulir bening jatuh dari Pelupuk mata cowok yang berdiri membantu itu,membuat ketiga sahabat nya membelakangi tubuh mereka menatap kearah yang aska tatap
Mereka membelalakkan Mata saat melihat papa aska memperkenalkan cowok yang tadi duduk di samping nya sebagai anak kandung nya yang tertukar sedari masih bayi dan hari ini ia memperkenalkan pewaris tunggal perusahan Axelle yang sebenar nya menjadi hari bahagia untuk nya karena Menemukan anak kandung nya yang sudah lama ia cari-cari dan juga memperkenalkan gebi sebagai tunangan putra tunggal nya
Perkataan laki-laki berpakaian rapi yang duduk bersama 3 orang di samping nya itu di sambut dengan tepukan tangan meriah dari tamu-tamu undangan
Senyuman gebi membuat aska melorot jatuh Bersimpuh kelantai,
Padahal ia tadi sebelum ke bandara menyempatkan diri untuk membeli sebuah cincin berlian untuk gebi,dengan niatan saat menemui cewek itu ia akan langsung melamar nya,namun yang ia lihat saat ini menghancurkan hati nya,
ia selalu kalah untuk segala hal dari zeron bahkan untuk gebi,
"Tuan muda anda kenapa? " Orang yang berdiri di belakang aska ikutan berjongkok
Melihat keadaan aska derren menepuk pelan bahu cowok itu,
"Berdiri,pada akhir nya seseorang yang masih ngeraguin tentang lu harus berakhir dari kisah hidup lu" Ucap derren ketus ia yang terlihat sangat tidak menyukai gebi sedari awal membuat sean merasa kesal
"Kita harus tanyain ke gebi apa alasan nya,bagaimana juga lu menghilang dari dia ka lu tetap harus minta maaf ke dia" Perkataan sean membuat aska menatap nya
"Gua setuju,gimana kalau kita datangin ke sana dan lu bicara in baik-baik sama gebi" Bian yang biasa nya memiliki saran paling tidak bisa di terima oleh akal sehat malah menjadi pemberi saran paling masuk akal, namun perkataan aska membuat mereka semua terdiam
"Gua nggak kenal mereka" Aska berdiri lalu berjalan terlebih dulu meninggal kan mereka, sesak itu lah yang aska rasakan