ADERFIA GANG (Support System)

ADERFIA GANG (Support System)
pertemuan derren#2



Vika menggeliat di balik selimut tebal nya,tatapan nya tertuju pada langit-langit yang tampak asing di mata nya,


Vika Ackerley,putri dari pemilik perusahaan besar Ackerley grup,cewek tomboi yang di kenal sebagai ratu nya balapan di bandung,ia baru datang ke ibu kota beberapa hari yang lalu,relat ia kabur ke ibukota karena tidak ingin di jodoh kan


Cewek berusia 21 tahunan itu di paksa menikah oleh papa nya,dengan alasan agar ia bertanggung jawab untuk diri nya sendiri,karena hobby nggak jelas nya sudah membuat orang tua cewek itu sangat lelah menghadapi nya,


Vika tersentak saat menatap seorang cowok yang sedang tidur di sofa,


“astaga”Vika memeriksa pakaian nya di balik selimut yang menutupi hampir semua tubuh nya,Vika menghembuskan nafas nya pelan “uhh”


“awas aja lu apa-apain gua cil”gumam nya pelan sambil turun dari kasur dan berjalan ke arah degree


flashback pukul 01:00


“kok tiba-tiba hujan gini uh”derren bergumam pelan lalu mendudukkan diri nya di sofa,lelah,itu yang derren rasa kan sekarang,kesibukan nya menjadi dua kali lipat setelah lulus SMA,derren sekarang kuliah sekaligus belajar menanggani perusaan milik keluarga nya,pilih terakhir untuk seorang derren,belum lagi dia juga harus menyempatkan diri datang ke tempat keluarga angkat nya,sebab aska baru kembali kemarin,dan cowok itu juga tidak akan menetap di sini jadi hampir semua tanggung jawab berada di pundak nya,ia harus memutar otak untuk tetap punya penghasilan meskipun sudah tidak balapan lagi,sean juga sama cowok Blasteran itu akan berangkat ke turki dalam 2 hari ke depan sisa nya hanya ia dan bian,


bian mendirikan sebuah mini cafe kata nya untuk menambah penghasilan,karena adik-adik mereka juga butuh dana untuk sekolah


dalam 6 bulan ini sangat banyak yang terjadi mau tidak mau mereka akan terpisah dalam waktu yang cukup lama,pertemuan hari ini dengan aska dan untuk 2 hari kedepannya mereka akan menghabiskan waktu bersama-sama,ya begitulah rencana dari derren,


derren merebahkan tubuh nya menerawang jauh,menatap langit-langit kamar sambil membayangkan hidup berantakan,namun membahagiakan untuk nya,tawa ia dan ketiga sahabat nya dan bagai mana awal mereka mendirikan aderfia gang, semua terputar kembali membuat lengkungan di wajah cowok yang tampak semakin tampan itu sampai ia lelap dalam mimpi nya


flashback off


vika duduk di pinggiran sofa menatap derren yang tidur dengan posisi menyamping


“tampan”gumam nya pelan sebelum ia di kagetkan oleh teriakan herboh seseorang yang berada di ambang pintu


"woi zina ya lo pada" suara bian menggema membuat derren yang mesih terlelap membuka mata nya,merasa terganggu dengan suara melengking milik sahabat nya itu


mata derren membola saat tatapan nya tertuju pada tatapan orang-orang yang menunggu penjelasan dari nya,namun Seketika derren sadar tatapan teman-teman nya tidak hanya ke dirinya melainkan juga kepada cewek yang sedang duduk di samping nya ah.. entah sejak kapan cewek itu berada di sana dengan pakai an kemarin,buru-buru derren berlari ke arah kasur dan mengambil selimut lalu melemparkan selimut itu ke cewek yang duduk yang manatap ia dengan tatapan polos,


derren mengajak teman-teman nya untuk keluar


"abis ini lo turun tapi pakai hoodie gua yang di pinggir sofa"


"abis berapa ronde lu ren" pertanyaan bian membuat derren menatap nya dengan tatapan mengintimidasi


"kanapa bisa tu cewek di sini ren" pertnyaan aska lebih masuk akal,dan tatapan nya juga tidak menatap derren dengan tatapan orang yang di vonis bersalah


"tu cewek mabuk,di pinggir jalan gua nemu nya,pingsan,gua ngada pilihan lain selain bawa dia ke sini" datar derren,namun suasana berubah saat sean datang dengan berteriak dari ambang pintu utama


"kesambet apa lu se" davin mengerutkan dahi nya


"gua bakalan terbang ke turki hari ini" kesal sean yang mendudukkan diri nya di samping derren


"lah kan kita mau Turing"bian menatap sean yang meminum minuman nya hingga tuntas


" bokap gua ada acara bisnis di turki 2 hari kedepan,jadi dia pikir itu kesempatan yang bagus untuk sekalian memperkenalkan gua sebagai penerus tunggal perusaan,argghh "


"pak bos baru aja balik dan lu udah mau pergi aja se"


"gagal total dong rencana kita" keluh anak-anak aderfia gang yang lain


"ya sorry" sean tampak lesu,namun tatapan mereka tertuju pada aska yang tampak diam dan seperti sedang melamun,entah apa yang di pikirkan cowok itu,yang jelas ia sudah seperti itu saat bian menjemput nya tadi,tidak ada satu pun dari mereka yang berani bersuara,sebab mereka tau,meski pun aska tampak menyembunyikan sakit nya di tinggal kan gebi


keheningan itu berubah saat seorang cewek turun dari lantai atas menggunakan hoodie milik derren,sean yang tidak tau apa-apa hampir tersedak minuman,yang lagi-lagi ia dapat dari asal ambil saja


"sorry,sebelum nya gue akan jelasin" ucap cewek itu sambil berjalan ke arah cowok-cowok yang duduk di ruangan keluarga itu


"nama gue vika,dan gue nggak sengaja ketemu teman kalian tadi malam,gue akui gue mabuk jadi gue nggak inget pasti, gimana cara nya gue berakhir berada di sini,tapi yang jelas gue ucapin makasih banyak sama teman kalian karena nggak ninggalin gue di jalanan"


"dan sumpah,gue sama dia nggak ngapa-ngapain" lanjut cewek itu dengan senyuman Kikuk namun sangat manis


"terus kenapa lu deketin muka lu ke derren" ucap alvin yang di angguki teman-teman nya yang juga menyaksikan Vika mendekat kan wajah nya ke derren,mendengar perkataan teman-teman nya membuat derren ikutan menatap cewek itu


"ah.. itu" cewek itu mengusap-usap tengkuk nya,malu sendiri jadi nya


"bentar,gua nggak ngerti kalian lagi bahas apaan njir" sean setanggah berdiri dari tempat duduk nya,namun tangan nya di tarik oleh bian dan membuat cewek itu kembali duduk


"lu lautan kalau nggak tau akal masalah nya diem-diem bae' lh"


"lo tinggal di mana?" aska membuka suara


"bukan nya maksud gua,mau ngusir lo cuma di sini penghuni nya laki semua nggak enak kalau di lihat tetangga" perkataan aska selalu menjadi penengah untuk mereka semua


"yap setuju gua,lu tinggal di mana neng" angga ikutan bersuara


"entar biar salah satu dari kita yang nganterin pulang" lanjut nya