
bian berjalan santai menuju pintu cafe milik nya sampai salah satu karyawan nya menghentikan langkah kaki nya
"bos ada mama bos di dalam" ucap seorang karyawan berpapan nama wawan
wajah bian yang semulanya mengeluarkan senyuman mengambang berubah datar dengan rawut yang sangat tidak ramah,bian tidak berencana menemui mama nya ia kembali berjalan kearah motor nya sampai suara seorang perempuan terdengar nyaring memanggilnya
"Fabian"teriak wanita dengan dress selutut berwarna blue sea seperti tidak mendengar bian mempercepat langkahnya sampai ke motor nya,saat ingin menaiki motornya tangan bian di cekal
" mama mau bicara sama kamu"bian ingin melepaskan tangannya namun tatapan nya tertuju pada orang-orang yang ingin mampir ke cafe nya menatap kearah nya,tidak ingin membuat keributan bian setuju untuk bicara dengan mama nya,awal nya bian mengajak mama nya untuk makan di luar namun orang tua itu tidak mau,dia tetap ingin bicara dengan bian di cafe milik anak nya itu
"kalau mama kesini cuma buat ngomongin perjodohan,sorry ma aku nggak minat" datar bian yang bersandar di Sandaran kursi
"ini untuk kebaikan kamu Fabian"
"aku bisa mengurus hidup aku sendiri,mulai sekarang,mama nggak usah transfer aku"
"dari cafe kecil ini? dengerin mama Fabian,hidup nggak segampang yang kamu pikir!"
"kalau kamu setuju sama perjodohan itu,harta warisan kakek kamu cair untuk kamu semua" tegas mama bian
"mama mau kamu punya kehidupan yang baik Fabian"
"mama sayang sama kamu"
"dengerin mama, mama tau yang terbaik buat kamu!"
"aku nggak butuh warisan itu ma,warisan nya untuk anak-anak mama saja,nggak usah Report-report ngurusin aku,aku bisa ngurus hidup aku sendiri selama ini juga begitu kan,dan terimakasih untuk perhatian nya,tapi aku nggak butuh itu lagi"
"kenapa kamu bilang kayak gitu,mama sayang kamu fabian" mama bian menatap bian dengan mata berkaca-kaca,Kepergian nya seperti menabur beling di jalanan yang menjadi pemisah antara ia dan putra sulung nya itu,membuat ia sulit berjalan mendekati anak yang sangat dirindukan nya ini,fabian nya yang dulu,fabian yang cerita dengan senyuman manis mengambang dan selalu minta di Elus kepala nya saat ingin tidur
tangan bian menggenggam di bawah meja,jika boleh jujur ia sangat rindu di peluk wanita di hadapan nya ini,namun ada bongkahan besar yang berada di hadapan mereka berdua,bian bukan tidak ingin mama nya bahagia namun cara kedua orang tua nya miris di mata nya,di mana ia pernah memergoki papa nya selingkuh dengan mata kepala nya sendiri dan membuat ia membenci papa nya,namun siapa sangka awal dari semua luka adalah ulah mama nya,wanita yang ia panggil dengan sebutan mama itu lah yang terlebih dulu selingkuh dari papa nya,dan sampai memberikan ia seorang adik perempuan yang tidak sedarah dengan nya,meski pun mama nya menjelaskan alasan nya selingkuh dari papa bian,penghianatan tetap sebuah penghianatan,entah siapa yang paling salah dari 2 orang yang menikah karena perjodohan ini,melihat mama nya berada di hadapan nya seperti ini membuat hati bian menghangat,ia tetapi lah remaja 19 tahun yang masih butuh elusan kepala yang dulu membuat ia tertidur pulas,namun semua hanya kenangan untuk bian yang sekarang,
"mama kesini juga mau,jemput kamu mama mau keluarga kita utuh lagi seperti dulu"
"kamu pulang sama mama ya,bila juga kangen sama kamu fabian" bian bertahan sebisanya namun bulir bening tetap jatuh dari pelupuk mata nya
"aku mau hidup sendirian ma"
"kalau udah nggak ada yang mau mama bicarain,aku mau kerja ma" lanjut bian sambil berdiri dari kursi nya,namun laki-laki langkah nya terhenti saat wanita itu memegang tangan nya
"papa kamu" perkataan mama bian menggantung sampai ia menarik nafas dalam kemudian menghembus kan nya kembali
"papa kamu akan kembali dalam bulan ini"mama bian tertunduk sesak rasa nya saat membayangkan putra nya akan pergi jauh ikut bersama mantan suami nya dan yang paling di takutkan nya adalah ia tidak lagi bisa melihat bian walau dari kejatuhan,mama bian selalu mengarang cerita saat menemui bian mengatakan,Laki-laki itu tidak ingat pada bian,laki-laki itu tidak akan pernah bisa kembali ke sini hanya untuk melihat keadaan bian bahkan kesalahpahaman bian terhadap papa nya juga hanya separuh saja yang benar,namun sebisa mungkin mama nya membuat bian membenci papa nya agar putra sulung nya ini tidak pernah pergi kemanapun,papa bian selalu mengirimkan uang setiap bulan nya namun,ia tidak pernah kembali lagi setelah perceraian dan hak asuh bian jatuh ke tangan istri nya,yang bian tau papa nya sudah menikah dan memiliki keluarga bahagia itu saja,maka nya ia tidak pernah sekedar menanyakannya kabar bian selama ini,mama bian was was saat mendengar perkataan asisten pribadi nya bahwa mantan suami nya akan kembali ke Indonesia dalam waktu dekat,dan menerka-nerka apa alasan laki-laki itu kembali,apakah ia tau bahwa bian hidup sendiri dan ingin mengambil hak asuh nya?
Pemikiran-pemikiran itu mengganggu nya,membuat ia tidak bisa tidur dengan tenang
" mama tenang saja,aku tidak akan ikut mama atau pun papa"tegas bian sambil melepaskan pegangan tangan mama nya kemudian berjalan kearah ruangannya
sesampainya diruang an miliknya, bian menghempaskan diri nya di sofa yang tidak jauh dari meja kerja nya,menatap langit-langit membayangkan wajah laki-laki yang tadi terlintas di otak nya,laki-laki yang juga sangat dirindukan nya namun ia tidak lagi melihat laki-laki itu sejak hari di mana palu pengadilan terdengar nyaring dan keputusan hakim yang membuat bian ikut bersama mama nya,bian tersenyum miris,kemudian ia mengambil benda pipih milik nya dan seperti sedang mengetik sesuatu di sana, entah apa yang bian lakukan,namun ia terlihat cukup lama berkutat di sana sampai suara ketukan pintu menghentikan kegiatan nya,bian berjalan kearah pintu,membuka nya dan seketika senyum yang tadi hilang kembali merekah saat menatap tempat bekal yang di bawakan karyawan nya,
"ini kiriman dari rumah bos"
"oh iya makasih ya" senyum bian terlihat sangat tulus membuat cewek di hadapan nya tersenyum malu
bian kembali berjalan masuk dengan tingkah yang kembali terlihat normal,ya walau pun untuk orang yang belum mengenal bian akan menatap nya dengan tatapan aneh,sebab ia sudah berusia 19 tahun namun jika mendapat kan hal yang sangat ia suka,ia akan berjalan setengah berlari dan berlenggak lenggok seperti anak kecil