ADERFIA GANG (Support System)

ADERFIA GANG (Support System)
rencana perjodohan derren



"nggak usah,gue bisa pulang sendiri"


"ya mending sekarang lu cabut" datar derren,sambil mengusap-usap mata nya,badan nya terasa sakit-sakit semua,karna tidur dengan posisi yang salah


"hmm oke, btw hoodie lo" belum sempat vika menyelesaikan ucapan nya derren sudah memotong nya


"pakai aja"


"oke" Vika berjalan kearah pintu utama rumah minimalis sambil memperhatikan sekeliling rumah itu,ia tadi malam tidak ingat saat cowok bocil datar itu membawa nya kesini kesini,rumah itu tampak sangat bersih dari bagian dalam sampai halaman luar nya,membuat Vika bertanya-tanya kemana ibu nya cowok tadi,ia tidak melihat nya padahal sebelum ia keruangan keluarga ia sempat berkeliling di lantas atas dulu,tidak mungkin jam segini seorang ibu rumah tangga belum bangun,apa lagi melihat rumah sebersih ini pasti ibu nya bukan wanita Karir,ah sudah lah,vika mencari-cari tas yang ia gunakan kemarin dan buru-buru ia kembali berlari ke pintu rumah yang terbuka lebar itu,


uh.. uh.. Vika mengatur nafas nya,ia kembali berjalan masuk namun setelah ia melewati ruang tamu dan sampai keruang keluarga mata nya terbelalak,vika tidak terkejut saat menatap ruangan kosong,padahal saat ia keluar tadi mereka sedang santai di sana,bulu-bulu di tangan dan tengkuknya meremang,


“apa ini, dimana mereka semua” vika menatap sekeliling nya bahkan gelas minum yang tadi mereka gunakan juga tidak ada di meja, meja nya sangat bersih dan rapi


“nggak mungkin kan demit sebanyak itu”lirih vika sambil berjalan mundur,seperkian detik kemudian ia berlari tunggang langgang, ah ia tidak takut musuh yang nyata tapi kalau beda alam begini beda ceritanya,vika pun melupakan buat awal kembali ke sini dan bagai mana ia pulang tampa sepeser pun uang dan tidak ada ponsel,ia tidak memperdulikan itu lagi yang ada di benak nya sekarang hanyalah apa kah benar orang yang menolong nya tadi malam itu hanya hantu? tapi kenapa saat menyentuh cowok itu terasa nyata ah sudah lah


"gua masih heran,kok lu bisa bantuin tu cewek, dan rada aneh apa lagi lu tadi bilang kan penampilan nya aja kek cewek-cewek malam"


"cewek malam juga manusia"


"yang bilang cewek malam demit siapa bro, gua cuma heran aja kulkas seperti lo yang waspada nya tingkat dewa bisa biarin orang asing masuk sini dan tidur satu ruangan lagi sama lu" bian sudah seperti emak-emak rempong yang berbicara seolah-olah ia mengetahui segalanya


"gua sepemikiran sama derren,ngada salah nya bantuin orang kan" Davin ikutan berbicara sambil menyantap makanan makanan nya


meraka semua sedang berkumpul di satu ruangan tersembunyi di rumah itu,ruangan itu sengaja derren buat agar kejadian di masa lalu tidak pernah terjadi lagi


diantara mereka semua hanya aska yang tampak diam


flashback berapa jam yang lalu


"permisi tuan muda,saya membawakan barang-barang dari kediaman tuan dulu" ucap seorang laki-laki di balik pintu


"bawa masuk" teriak aska yang sedang duduk di sudut kasur


beberapa orang memasuki kamar aska dan meletakan beberapa koper,ya itu hanya poto-poto milik aska dari poto masa kecil nya hingga ia beranjak remaja,tangan aska terulur mengambil sebuah album,sebuah garis melengkung menghiasi wajah dengan rahang yang tampak kian tegas dengan hidung mancung itu,


flashback off


lamunan aska buyar saat sebungkus jajan mendarat di wajah nya,dan lihat ruangan itu tampak sangat berantakan oleh ulah bian,sean dan beberapa teman mereka yang lain,aska mencari sosok derren yang tadi nya duduk di samping nya,sekarang entah berada di mana,pasal nya cowok itu akan marah saat melihat rumah berantakan seperti ini,alih-alih mengomel seperti emak-emak derren malah pergi entah kemana,aska berdiri dan meninggalkan mereka yang masih sibuk bertengkar seperti anak kecil yang sedang rebutan mainan


aska keluar dari ruangan itu dan berjalan kearah belakang,dan benar saja derren sedang duduk sendiri di taman mini milik mereka,taman itu mengingat kan aska dengan sosok willi,


"ngapain lu di sini" aska mendudukkan diri nya di kursi sebelah derren


"lu sendiri ngapain juga ke sini" bukan nya menjawab derren malah menanyakan hal yang sama ke aska


"lu ada masalah?"


"dikit"


"he.. masalah dikit bikin raut lu kusut gitu? " aska tersenyum mengejek


"gua mau di Jodohin" tawa aska pecah arghh bukan nya tidak respek hanya saja ini bukan jaman siti nurbaya lagi kan dan kenapa harus di Jodoh-jodoh kan segala


"ketawa lu ketawa" kesal derren yang memang juga merasa malu


"sumpah,apa sih yang di pikir ini nyokap sama bokap lu ngak belajar dari pengalaman sendiri" suara aska masih sama ia bicara dan sedikit tertawa


aska cukup tau bagaimana derren melalui masa kecil dan remaja nya dengan kesepian sebelum bertemu dengan mereka semua dan memiliki keluarga sendiri seperti ini,orang tua nya selalu sibuk dan bertengkar membuat derren tidak pernah merasa ada ketenangan dirumah besar milik keluarga nya, sama seperti nya dan juga remaja-remaja lain yang ada di sana


"btw cewek nya cantik ngak" aska kembali meledak derren,entah lah aska selalu senang membuat cowok datar itu merasa kesal,karena jarang sekali penampakan seperti ini, ah dasar teman ngada akhlak


benar sana deren berdiri dan melemparkan bantal yang tadi di buat nya sandaran ke arah aska membuat yang dilempar tertawa semakin keras


"puas lu puas, gua sumpah in lu juga di jodohin" kesal derren kemudian kembali duduk


"bokap gua baik" hahaha


"kek nya gua juga butuh bokab baru Plus nyokap baru" cetuk derren merasa kesal dengan ucapan aska