ADERFIA GANG (Support System)

ADERFIA GANG (Support System)
Awal dari semua cita² #1



Aska sudah mulai melemah bahkan kaki nya sudah tidak bisa berdiri tegap lagi wajah nya sudah penuh dengan lebam-lebam biru kehitaman dengan darah yg keluar dari hidung dan mulut nya bahkan pelipis nya


laki-laki itu mengangkat dagu aska dengan pistol nya,dengan cengiran memuakkan di Mata aska


"kamu itu anak kecil,jadi jaga bicara kamu" angga kembali memukul perut aska membuat darah segar keluar dari mulut cowok 18 tahun itu,Mata nya menyipit kemudian atas bibir sebelah kiri nya terangkat,lagi-lagi tampang nya membuat siapa pun yg melihat nya Akan menjadi semakin emosi,


" hampir Mati pun kau masih bisa bersikap sombong ternyata,kau memang mirip tua bangka yg sudah di timbun tanah itu" ucap angga yg kembali menodongkan senjata nya ke aska,tidak ada tatapan dari seorang papa untuk anak nya yang ada hanya tatapan kebencian saja yg aska lihat dari minik mata papa nya,sakit yg diterima tubuh nya tidak sesakit hati nya yg hancur berkeping-keping orang tua di hadapan nya ini memukul nya terlihat seperti bukan untuk membalas pukulan yg ia berikan kepada laki-laki berusia 50 tahun itu,melain kan untuk membalas pukulan yg di terima anak nya yg terbaring tidak berdaya dipangkuan istri nya di sebelah sana


dania berlari memeluk suami nya mencoba munurunkan senjata yg diarahkan kekepala aska,dengan raungan tangisan ia mencoba meredam emosi suami nya,ia tau benar angga sulit mengendalikan diri nya sendiri jika sedang emosi


"mas udah mas"


" mau bagai mana juga dia itu anak kamu mas"suara dania malah membuat aska yg sudah tertunduk dgn sekuat tenaga mengangkat kepala nya menatap 2 orang di depan nya itu


" kita pergi aja dari sini biar kan mereka tinggal di sini mas,udah banyak yg kita ambil dari mbak gentari mas udah mas"dania sudah tidak sanggup menahan badan nya ia berlutut dihadapan suami nya dengan raungan yg memilukan di telinga angga


bruak,


Pintu utama terbuka lebar memperlihat kan ke 3 tamu tidak di undang yg masuk tampa permisi langsung menghajar beberapa bodyguard yg berdiri di belakang pintu


semua orang di sana terkejut tapi tidak dengan aska yg tersenyum puas sesaat sebelum ia tidak sadar kan diri


derren menendang laki-laki yg menodongkan senjata kearah aska hingga terjatuh kelantai,memukul nya menggila sampai mengeluarkan darah dari bibir dan hidung nya,beruntung asisten laki-laki tua itu cepat menendang tubuh derren yg menduduki tuan nya hingga terpental,


cukup lama derren,sean dan bian beradu ilmu bela diri mereka dengan orang-orang dari papa aska hingga membuat semua orang di sana terkapar tidak berdaya,


derren membawa aska yg sudah tidak sadar kan diri di punggung nya sedang kan bian mengendong mama aska yg juga pingsan, membawa kedua orang itu ke rumah sakit dengan mobil sean,yg di bawa oleh orang-orang yg selalu Mengikuti nya


......................


"pak bos ngpp kn" bian berjalan mondar mandir di depan raungan UGD


suara langkah kaki ramai terdengar tergesa-gesa,


"siapa yg mukulin bos bisa sampai ke UGD gni"


"bos sebenar nya kenapa? "


" bos baik baik aja kan"


serentetan pertanyaan di tujukan untuk ke 3 orang di depan mereka,anak-anak Aderfia gang memenuhi ruangan depan UGD itu dengan perasaan cemas menunggu kabar dari dokter yg menanggani aska


"siapa di antara kalian keluarga dari pasien?"


"saya sahabat nya dok,dan saya yg menjadi wali nya" pernyataan yg membuat semua orang menatap derren,mereka tau aska tidak memiliki siapa-siapa selain derren dan 2 teman nya yg selalu bersama-sama tapi mendengar perkataan derren semua di sana menatap nya kagum persahabatan mereka memang seperti saudara bahkan derren berani mengklaim ia adalah orang yg bertanggung jawab untuk aska


"ini resep obat yg harus kamu tebus,dan untuk pasien daya tahan tubuh nya sangat bagus ia hanya mengalami luka memar,dan beberapa luka kecil saja,


tidak ada hal yg harus di khawatir kan


bian memeluk dokter yg menangani aska tadi sedang kan derren dan sean berpelukan begitu juga anak-anak Aderfia yg lain, ada rasa senang yg tidak bisa di ungkap kan,bian sean bahkan derren sudah panik saat melihat muka aska yg mengeluarkan banyak darah bahkan baju bagian pundak derren yg mengendong nya terkena darah aska


"tapi ada berita buruk"


hening semua memberhentikan dokter di depan mereka


"ada apa dok?" sean yg memiliki kulit yg memang putih Tampak semakin pucat,otak nya menerka-nerka


"pasien wanita yg di sebelah nya mengalami koma"deg jantung derren berdegup kencang hidup sahabat nya sedang tidak baik-baik saja,wanita yg menjadi alasan aska masih bernafas untuk saat ini sedang antara ada dan tiada


......................


setelah Memperhatikan semua anggota nya bian baru sadar bahwa ada yg orang


" willi ngak ikutan ke sni?"bian celinggak-celingguk masih memastikan mana tau anak itu nyelip


"willi lagi nggak enak badan jadi sengaja nggak kita bangunin" ujar davin


"pantesan sepi" bian terkekkeh


"gerri sakit juga? " bukan bian tapi sean yg menanyai davin


"nah gerri kita nggak tau kemana tu bocah dari tadi sore nggak kelihatan


......................


di ruangan sebelah derren sedang duduk di sebelah mama aska yg terbaring lemah dengan sederetan alat bantu yg terpasang di tubuh nya


" tante yg kuat ya tan,aska itu anak baik,gua janji gua sean dan bian akan ngejagain dia,tante lawan sakit tante dan gua bakalan bantu aska buat bangkit tan,kita kasih tau ke bajingan itu kalau dia udah menyia-nyiakan berlian yg berharga,gua memang tidak berkuasa tapi kita semua saudara,gua nggak bakalan biarin aska,bian atau pun sean merasa sakit saat bersama gua,gua janji tan gua akan berusaha semampu gua "derren menundukkan kepala nya dgn bulir bening yg jatuh tidak bisa tertahan kan dari pelupuk Mata nya,di antara mereka berempat derren lh yg paling dewasa bahkan remaja yg beberapa bulan lagi akan memasuki 19 tahun itu sudah menata hidup nya di depan,banyak sekali tawaran pekerjaan di Perusahaan IT ternama yang menawari nya pekerjaan,padahal ia belum lulus SMA tapi saat ini ia putus kan untuk bergabung dengan Perusahaan IT milik papa nya,jika dulu ia berniat untuk pergi dari keluarga nya setelah lulus,sekarang ia malah berniat tetap berada di sana agar karir nya sedikit lebih mudah dan ia juga akan memiliki penghasilan besar yg bisa membantu aska


_______________________Aderfia gang___________________________