
"gue laper" ucap gebi seperti biasa nya,gebi tidak memanggil zeron dengan embel-embel sayang seperti pasangan-pasangan pada umum nya
"hari ini mau makan apa tuan putri" senyum zeron mengambang,untuk zeron apapun panggilan gebi bukan lah masalah untuk
nya,
"terserah"jawaban sejuta umat keluar dari mulut gebi yang melenggang bejalan di depan zeron,bukan nya kesal zeron malah terkikik,sambil mempercepat langkahnya mengejar gebi
......................
" lumayan sih bakso nya"bian berlagak seperti chef saat mencoba satu persatu makanan yang di beli nya
"gaya lo ian" kekeh derren memperhatikan teman rendom nya itu
"berasa chef juna lu" timpal aska
kantin yang tadi tenang,mendadak riuh mendapati dia orang yang sedang memasuki kantin menuju meja vip yang ada di lantai atas,
bian ikutan celingak-celinguk, penasaran dengan siapa orang di balik keriuhan itu,tempat ini berbeda dari masa SMA mereka,di sini bahkan 1 pun dari cewek-cewek itu tidak menatap mereka sebagai mana dulu,cukup menenangkan untuk ke tiga orang itu,
"baru aja tenang,kirain kampus elit gini ngak ada makhluk alay" ketus aska sambil menyendok nasi goreng nya ke mulut,membuat derren hampir menyemburkan minuman nya
perkataan aska ada benar nya,baru saja derren merasa kan suasana damai yang di impikan nya eh malah mengingat masa lalu
"Hai" mata bian membola saat mendapati seorang cewek cantik dan feminim berdiri di samping meja mereka sambil membawa mampan makanannya
"gue boleh duduk di sini nggak? udah nggak ada tempat lain soal nya" cewek itu sedikit merendahkan suara nya sambil menunjukkan seluruh kantin yang sudah penuh
"boleh" singkat padat dan jelas bukan dari aska atau pun bian ini seorang derren yang mengatakan nya,sambil menggeser tubuh nya ke kursi sebelah nya
"makasih" senyum cewek itu terlihat sangat manis
......................
"mata gebi membola saat tidak sengaja mata nya mendapati seseorang yang begitu di kenali nya berjalan sendiri keluar area kantin,dengan Buru-buru ia berdiri dan hendak menyusul nya
" mau kemana sayang"zeron memegang pergelangan tangan gebi
"mau ke toilet" dengan sedikit kasar gebi melepaskan pegangan zeron,membuat cowok itu mengerutkan dahi nya,memperhatikan gebi yang berlari keluar kantin,namun zeron tidak menaruh sedikit pun rasa curiga yang di pikiran nya hanya mungkin gebi sudah tidak bisa menahan nya haha
gebi menatap ke segala arah mencari sosok mirip orang yang di kenali nya tadi,senyuman nya mengambang saat menatap punggung seseorang di sebelah kiri nya
"aska" lirih gebi pelan sambil mempercepat langkahnya mengejar orang itu sampai ia berada di depan toilet cowok,gebi memberhentikan jalan nya dan beralih duduk di depan sana,dengan senyuman yang tidak pudar-pudar dari wajah nya,
gebi Tersentak saat sebuah tangan kekar menarik nya masuk dan menyentak nya kearah tembok
"lepasin" berontak gebi yang tidak mengenali cowok itu
"shuutt" cowok itu meletakan jari telunjuk nya di bibir mungil gebi,membuat gebi berdidik ngeri
"nggak usah jual mahal,lo sengaja kan nunguin di depan toilet cowok buat nyari duet"
"kebetulan gua lagi pengen" Seringai nakak cowok itu makin menakutkan di mata gebi,tubuh nya bergetar namun tangan yang tadi hanya menutup mulut nya dengan satu telunjuk berubah menjadi membekap nya,tampa memberi waktu untuk gebi mengatakan siapa dia
air mata gebi meleleh dari pelupuk nya,sambil meronta-ronta, pikiran gebi tertuju pada cerita yang akhir-akhir ini heboh tentang seorang cewek yang menjadi ayam kampus mereka,dan sekarang gebi menjadi korban ketidak tahuan nya
cowok itu dengan kasar menarik baju bagian depan gebi sampai kancing bagian atas nya terlepas
"ehem" deheman seorang cowok yang baru keluar dari toilet membuat cowok yang di hadapan gebi memberhentikan kegiatan nya
"mesum" satu kata yang cukup membuat cowok yang tadi memegang gebi dengan erat melepaskan cengkraman nya,beralih menyerang aska,ya.. cowok itu aska,membuat gebi teronggok ke lantai selain shok dengan pelecehan yang di dapatinya,ia juga sangat terkejut menatap aska yang datar seperti tidak mengenali nya,
pikirkan gebi menerawang jauh,apakah ia sudah terlalu berubah sampai-sampai aska tidak lagi mengenali nya.
perkelahian sengit di depan toilet cowok membuat banyak mahasiswa-mahasiswa yang lain nya berkumpul,namun satu pun dari mereka tidak ada yang berani memisahkan dua orang yang sedang baku hantam itu
cowok yang menyerang aska bernama keyfaro,cowok semester 3 yang cukup terkenal dengan kasus-kasus yang di buat nya,sejak hari pertama ia masuk ke kampus ini,entah berapa banyak catatan perlakuan buruk nya,namun ia selalu lolos dari segala hukuman baik itu hukuman kampus atau pun hukum,keyfaro anak dari keluarga konglomerat jadi membebaskan diri dari segala kasus yang menjeratnya bukan lah perkara yang sulit
perkelahian terlihat sengit sampai key terpelanting cukup jauh dari tempat tadi nya ia berdiri,mata semua orang tertuju pada aska,sejauh ini tidak ada yang berani melawan keyfaro,bukan nya takut dengan ilmu bela diri nya melainkan takut dengan hukuman yang akan mereka Terima setelah nya,
tidak sedikit diantara mereka semua berbisik-bisik menyatakan bahwa orang yang baru mereka lihat ini sedang dalam masalah besar
aska berjalan kembali masuk ke arah toilet,namun mata nya membola saat mengetahui siapa cewek yang di tolong nya,seketika aska yang tadi nya berjongkok jadi mendudukkan diri nya
"gebi" lirih aska menatap cewek yang sedang menangis di hadapan nya,namun seorang cowok datang dari belakang aska dan memeluk gebi
"sayang kamu nggak apa-apakan" cowok itu memeluk erat gebi membuat sesak yang teramat di dada aska,ia tidak melupakan gebi,namun hanya mencoba untuk Terima takdir nya saja,karena aska tidak ingin begitu memikirkan perkara cinta setelah mengetahui,kenyataan tentang mama nya yang di khianati oleh orang yang ia cintai,apalagi saat aska mengetahui gebi,cewek asing pertama yang masuk kedalam pikiran dan hati nya,telah menjadi tunangan anak dari papa nya,membuat rasa cinta yang dulu cukup dalam berubah sesak dan gemuruh saat mengingat nama nya
lamunan aska buyar saat mendengar suara dia orang yang sangat akrab di telinga nya
"ka"
"bos"
"lu nggak apa-apa?" tanya bian dan derren bebarengan