A Miracle

A Miracle
15. Bab 15



안영 내 친구 여러분💜


Tetep dukung dan jadi pembaca setia ku ya, InshaAllah aku akan rajin update dan memberikan cerita-cerita yang pastinya membuat kalian penasaran 🤗


HAPPY READING ALL 😘


MULAI JUJUR


Air mata Yu Ri mulai berjalan melewati pipinya, rasa haru yang sekarang sedang Yu Ri rasakan membuatnya menangis.


"Kau kenapa menangis? Tanya Jeong.


"Hikss... aku sedih mendengar ceritamu" Jawab Yu Ri.


Sembari tersenyum Jeong berkata "Bukankah kau juga akan bercerita padaku?" Tanya Jeong.


Mata Kim Yu Ri mulai melihat ke arah Jeong sembari mengusap air mata.


"Tapi jika aku sudah bercerita padamu, apakah kau akan tetap jadi temanku?" Tanya Yu Ri.


"Tentu saja, sebagai teman kita harus terbuka mau susah, senang, atau terpuruk kita harus saling mengutarakan. Dari pada di pendam ntar stres terus kamu gila hahaha " Canda Jeong.


Yu Ri kemudian memukul lengan Jeong sembari berkata, "Ihhh.. kau ini masih bisa bercanda saja saat situasi begini" Ucap Yu Ri.


"Haha maaf, jadi apa ceritamu?" Tanya Jeong.


"Sebenarnya aku juga bukan berasal dari sini Jeong" Ucap Yu Ri.


"Hah !! Maksudmu? Tanya Jeong.


"Sebenarnya aku adalah penduduk dari dunia yang kau, Sae Ron, dan orang tua mu kunjungi" Jawab Yu Ri.


"Jeong aku bisa berada disini karna buku itu" Jawab Yu Ri.


Jeong kemudian melihat ketanah dengan ekspresi kosong.


"Orang tua ku tidak peduli padaku mereka selalu saja peduli pada karir, hidupku tidak bahagia Jeong dan saat aku melihat isi buku itu hatiku penuh dengan harapan kalau aku akan bahagia. Namun ternyata aku masih belum bahagia" Ucap Yu Ri berlinang air mata.


"Yu Ri aku tidak mungkin menyalahkan mu karna kau orang asing disini, tapi kau adalah temanku" Jawab Jeong.


"Dan kalau kau bilang kau tidak bahagia kau salah besar Yu Ri. Bahagia itu kita sendiri yang membuatnya, dan bahagia bisa datang kapan saja. Bisa besok, bisa sekarang atau bahkan detik ini kau merasa bahagia. Bahagia yang ku maksud adalah ketika kau merasa nyaman dengan dirimu sendiri saat kau merasa cukup dengan apa yang kau punya dan mensyukuri keadaan" Jawab Jeong sembari memegang pundak Yu Ri.


Yu Ri kemudian menatap mata Jeong.


"Jeong terima kasih saat aku mendengar kata-kata mu aku merasa lebih lega" Jawab Yu Ri.


"Tapi apa kau tidak merindukan orang tua mu?" Tanya Jeong.


"Aku merindukannya, tapi mungkin mereka masih saja begitu. Aku akan kembali nanti saja saat ini aku merasa nyaman karna berada di dekatmu dan Sae Ron" Jawab Yu Ri tersenyum.


"Ciuman pertama mu kau berikan pada siapa?" Tanya Yu Ri.


Jeong kemudian memelototkan matanya dan memasang ekspresi kaget.


"Eeeee... " " Sutttt" . Omongan Jeong terpotong.


"Aku tahu, pasti Ji So kan" Jawab Yu Ri.


"Haha.. mana ada ciuman pertama ku kuberikan pada ibuku lah" Jawab Jeong memalingkan wajah.


"Heii kenapa wajahmu memerah !!" Ucap Yu Ri.


"Mana ada, sudahlah ayo pergi !!" Ucap Jeong meninggalkan Yu Ri.


Saat diperjalanan Yu Ri melihat banyak sekali pedagang yang menjual makanan.


"Jeong aku ingin membeli makanan-makanan ituu" Pinta Yu Ri.


"Beli saja !!" Jawab Jeong dingin.


"Kau ini aku kan tidak punya uang hehe.... kalau boleh aku minta uang dong" Jawab Yu Ri.


Jeong kemudian menatap Yu Ri dan berkata, " Jangan boros ayo pulang !!" Jawab Jeong.


"Kau membosankan ayolah !!! Nanti aku akan menemani kau untuk melakukan misi lagi" Tawar Yu Ri.


"Yess.. tentu saja percaya padaku, aku hanya ingin mencicipi makanan zaman dulu haha" Canda Yu Ri sembari meninggalkan Jeong.


Saat berjalan-jalan indra penciuman Yu Ri merasakan bau yang sangat lezat yang berasal dari para pedagang itu.


"Permisi bibi, aku ingin membeli ini" Ucap Yu Ri.


Selesai membeli makanan tiba-tiba seseorang menepuk pundak Yu Ri.


Saat Yu Ri melihat kearah orang itu terlihat seorang pria yang memakai baju hitam, berkulit putih, warna bola mata nya hitam dan sangat tampan.


"Anu maaf bisakah kau menunjukan jalan menuju kuil agung, karna aku jarang keluar dan biasanya berada di kerajaan" Jawab pria itu.


Yu Ri kemudian kaget dan bingung akan menjawab apa karna ia belum lama berada disini dan tidak tahu denah daerah ini.


"Emm maaf tapi saya harus segera pulang saudara saya menunggu saya permisi" Ucap Yu Ri meninggalkan pria itu.


"Tunggu !!" Teriak pria itu.


Teriakan itu membuat langkah Yu Ri terhenti.


Lalu Yu Ri melihat ke arah pria itu.


"Aku tidak memintamu untuk mengantarku, aku hanya bertanya dan kau memberitahuku" Jawab pria itu.


"Aduh aku harus jawab apa... " Ucap Yu Ri dalam hati.


"Anda jalan lurus dari sini nah nanti ada belokan kiri dan kanan, anda berbelok saja ke arah kanan. Lalu lurus terus jangan berbelok-belok lagi karna disana ada belokan kemudian anda akan sampai ke kuil" Ucap Yu Ri.


"Pasti penjelasan ku berantakan sekali" Gerutu Yu Ri dalam hati.


"Ohh begitu ya, baiklah terima kasih nona" Jawab pria itu tersenyum.


"Kalau dia nyasar gimana?" Ucap Yu Ri.


"Ahh biarkan saja, lagian aku tidak mengenalnya dan mungkin tidak akan bertemu lagi" Jawab Yu Ri.


Saat Yu Ri sedang berjalan pulang kerumah tiba-tiba terlihat dari kejauhan Jeong yang sedang berdiri sembari melipatkan tangannya di dada menunggu Yu Ri.


"Woyy !! cepat lama sekali kunci pintu ini ada di kamu !!!" Teriak Jeong.


"Astaga aku lupa, baiklahh" Yu Ri berlari.


"Lama sekali sih seperti sedang menggosip saja lama" Ucap Jeong kesal.


"Maaf tadi ada orang yang bertanya arah kepadaku" Jawab Yu Ri.


"Terus kau jawab apa? Kau kan tidak tahu denah yang ada disini" Ucap Jeong.


"Aku asal saja menjawabnya lagian dia terus saja bertanya padaku" Jawab Yu Ri.


"Kalau dia tersesat bagaimana?" Tanya Jeong.


"Biarkan saja lah !! Lagian kita gabakal ketemu lagi kan" Jawab Yu Ri.


"Dasar tidak punya hati, bagaimana kalau kakek-kakek yang bertanya nya!! dan kau akan menipu nya juga?" Tanya Jeong.


"Ihh bedalah, aku juga punya rasa kasihan kali" Jawab Yu Ri.


"Pembohong !!" Jawab Jeong sembari memalingkan mukanya.


"Apaa!!! " Teriak Yu Ri.


"Kalau kau punya rasa kasihan harusnya kau tidak berbohong padanya, bilang saja tidak tahu susah sekali" Ucap Jeong.


"Kau enak sekali ya berbicara !!!" Yu Ri kesal.


"Sudahlah buka pintu nya aku ingin masuk" Ucap Jeong.


Yu Ri kemudian membuka pintu dengan kunci yang dia bawa.


- TO BE CONTINUE -