
Ayo ikut Aku!" Kata suara lantang itu membuyarkan mimpi indahku.
"Loh,, madam mau mengajakku kemana?" Tanyaku malas enggan beranjak dari ranjang, maklum hari ini adalah hari santaiku, jadi Aku tak perlu bekerja untuk madam untuk hari ini saja.
"Katanya Kamu butuh duit? Ayo, siapa tau ini keburuntunganmu, ada teman madam yang butuh bantuanmu"
"bantuan??" gumamku.
"ayo rum.. jangan banyak omong!"
Ia menarikku paksa dari ranjang, tak peduli Aku masih mengantuk atau tidak, terpenting Ia sudah berhasil menjalankan misi nya saat ini.
Ia segera mengemasi barang-barangku, tak banyak yang ku bawa, hanya Enam potong pakaian, Tiga celana jeans ketat, dan Empat rok jeans berbelahan rendah. Madam selalu memerintahkan Kami anak-anaknya untuk selalu menjaga postur tubuh agar selalu bagus dan enak di pandang, Kami tak boleh terlalu sering nyemil, tak boleh makan malam, tak boleh kebanyakan alkohol dan masih banyak lagi.
Madam sudah seperti "Ibu" bagi Kami, Ia yang selalu menyiapkan sarapan, membersihkan ranjang-ranjang Kami, bahkan terkadang ikut mencuci baju-baju kotor, Ahh tanpa madam Kami tak akan pernah hidup enak walau nyatanya hidup kami memang tidak enak namun uang yang bisa membuat hidup Kami lebih bahagia.
"Kau mau Pakai Baju itu Rum?" Tanyanya melihatku dengan tatapan aneh mulai dari ujung kaki sampai ujung kepala.
"Hehe.. Emangnya kenapa sih madam? Kan bagus toh?
"Ok.... Ok.. siap Madam !! Arum ganti baju dulu ya" Ujarku masuk kamar, lalu mengambil kaos maroon berbelahan rendah, tak lupa rok mini selutut yang lumayan seksi, nah ini mungkin kostum kesukaan Madam, pasti Ia tak akan ngomel lagi jika melihatku seksi begini.
"Ada jatah Rum? Tumben" Goda Mbak Ratih, Kakakku disana, Ia berusia Sepuluh tahun di atasku, namun masih tetap seksi dan berisi.
"Hehe, tau nih Mbak, diajak Madam, semoga aja beruntung" kedipku sambil meninggalkannya yang sedang menyapu kamar.
"Ok Rum, hati-hati ya.. jangan lupa pakai...." Ia mengedip tak meneruskan kalimatnya, tanpa Ia teruskan pun, Aku sudah faham.
"Nih Madam,, Arum udah cantik kan"
"Nah gitu dong,,, Jangan lupa ya Rum murah senyum, tak usah canggung dan jangan cuek, masak Kau sudah Dua tahun disini tapi masih tak punya pelanggan, kan Madam malu sama teman-teman Madam"
"Siap Madam, tenang aja... Percaya deh sama Arum,,yuk berangkat"
Kemudian Kami berangkat menuju Rumah pengusaha kaya teman akrab Madam, sudah Dua tahun Aku menjadi Anak madam yang paling pendiam, tidak pernah melayani tamu dan hanya menjadi asisten madam disana, pekerjaanku hanyalah menyapu, memasak untuk madam dan teman-teman yang lain, kadang juga membuatkan minum untuk tamu special madam, dan kini saatnya Aku harus berubah,mungkin ini keberuntunganku, Madam hanya memberikanku waktu Dua minggu untuk menginap disana, katanya banyak keperluan yang harus ku kerjakan, Aku harus menjadi Wanita yang siap melayani teman Madam yang Kaya, sepertinya waktu Dua minggu cukup untukku meraup uang yang banyak dari Teman Madam itu, lumayan lah cukup untuk mengirim Ibuk Bapak di kampung, apalagi Titin adikku paling bungsu sebentar lagi masuk SMP dan Ibuk kemarin menelvonku katanya butuh biaya banyak untuk operasi ginjal Bapak Sebulan lagi.
Semoga Aku bisa mengirim uang lebih untuk Mereka di kampung. maafkan Arum pak, setelah punya uang banyak, Arum janji akan kembali ke jalan yang benar, kembali kepada Ibuk dan Bapak di kampung.