
안영 내 친구 여러분💜
Tetep dukung dan jadi pembaca setia ku ya InshaAllah aku akan rajin update dan memberikan cerita-cerita yang pastinya membuat kalian penasaran 🤗
HAPPY READING ALL 😘
MASA LALU (last)
Aneh tapi nyata, memang nenek tua itu tadi berada bersama Sae Ron mustahil jika dia memang pergi karna hanya sebentar ia melihat isi buku itu.
"Nenek !! " Gumam Sae Ron.
"Bener loh tadi dia kan bersamaku, belum juga beberapa menit kok sudah menghilang saja" Tambahnya.
Dengan cepat Sae Ron menutup mulut dengan tangannya sembari memelototkan matanya.
"Ya Tuhan jangan-jangan itu nenek-nenek....Setannn !!!!" Teriak Sae Ron sembari berlari kencang meninggalkan tempat itu.
Sae Ron berlari menuju rumah Jeong dengan tergesa-gesa.
Dukk.. Dukk... Duk..
Suara pukulan pintu yang membuat Jeong keluar membukanya.
"Ya ampun kamu, ngapain sih gedor-gedor gitu kaya orang dikejar setan" Ucap Jeong.
"Memang iya Jeong tadi barusan aku ketemu nenek-nenek setan !!!" Jawab Sae Ron ketakutan.
"Siang-siang mana ada setan -_-" Ucap Jeong.
"Iya juga ya masa iya setan ngasih aku hadiah ini" Jawab Sae Ron.
"Itu apa?" Tanya Jeong.
"Ini buku yang dia kasih ke aku, tadi aku ngeliat nenek-nenek kelaparan minta makanan. Terus aku kasih dia roti dan sebagai gantinya dia memintaku untuk memilih barang yang dia punya dan ketemu deh buku ini" Jawab Sae Ron.
"Serius? Terus isi buku ini apa?" Tanya Jeong.
"Katanya ini bisa membuat orang bahagia terus didalamnya ada tulisan apa ya? Pokonya tulisan itu hanya kita ucapkan saja" Jawab Sae Ron.
"Gimana kalo kita kerumah orang tuaku?" Tanya Sae Ron.
"Mau apa?" Tanya Jeong kembali.
"Semoga saja mereka tahu, kau tahu kan ayahku selalu tahu hal-hal aneh dia kan hebat !!" Ucap Sae Ron.
"Ada-ada aja kamu, yasudah kita kerumahmu saja" Jawab Jeong.
"Ayoo !!" Ucap Sae Ron.
Setelah sampai mereka sudah melihat ayah Sae Ron yang sedang berada diluar.
"Ayahh !!" Teriak Sae Ron.
"Kau sudah pulang rupanya" Jawab ayah Sae Ron.
"Bagaimana kabarmu Jeong?" Tanya ayah Sae Ron.
"Sudah lebih baik paman" Jawab Jeong.
"Mulai sekarang kau tinggal bersama kami saja ya" Ucap ayah Sae Ron.
"Benar Jeong tinggallah bersama kami ya !!!" Pinta Sae Ron.
"Lalu bagaimana dengan rumah?" Tanya Jeong.
"Tenang saja jika kau rindu dengan rumah itu kau bisa menginap disana tapi untuk saat ini kau tinggal saja bersama paman ya" Ucap ayah Sae Ron.
"Baiklah, terimakasih paman" Jawab Jeong.
"Yeayyy !! Akhirnya aku bisa bermain dengan puas bersama Jeong" Bahagia Sae Ron.
"Oh ya ayah aku menerima buku ini" Ucap Sae Ron sembari memberikan bukunya pada ayah.
Lalu ayah Sae Ron memasang ekspresi kaget melihat buku itu.
"Kamu dapat ini dari mana?" Tanya ayah Sae Ron.
"Nenek-nenek tua memberiku buku ini karna aku memberinya makanan, jadi ini sebagai tanda terima kasih" Jawab Sae Ron.
"Aku harap kau memakainya saat hari-hari yang mendesak saja ya" Jawab ayah.
"Memangnya ada apa dengan buku ini?" Tanya Sae Ron.
"Nenek tua itu adalah penyihir ayah pernah melihatnya, dan buku ini di khususkan untuk orang-orang yang sedang kecewa atau menyerah dengan hidup" Jawab ayah.
"Jadi ayah tau cara menggunakannya?" Tanya Sae Ron.
"Iya nak, ibumu juga tahu itu" Jawab ayah.
"Jadi paman pernah menggunakannya?" Tanya Jeong.
"Haha hanya saja belum, tapi aku sempat membaca saja dalam buku-buku bersejarahku" Jawab Ayah.
"Ingat Sae Ron kau jangan menggunakanya sembarangan !!" Jawab ayah.
Beberapa hari kemudian ibu Sae Ron jatuh sakit yang parah, bahkan tabib pun sudah memeriksa ibunya Sae Ron namun tak kunjung sembuh. Penyakit ini disebutkan langka karna obat nya memang susah dicari dan tidak ada disini.
Selama ibu Sae Ron sakit ia terus memikirkan obat penawar untuk sang istri ia mencari semua tanaman obat yang ada di gunung, namun hasilnya tetap tidak menyembuhkan sang istri.
Selain hari itu juga Sae Ron melihat Jeong yang terus menangis merindukan orang tuanya, karna kasihan Sae Ron memberikan buku itu pada Jeong dan berharap rumor tentang buku itu bisa membuat Jeong bahagia.
Tak hanya itu Sae Ron adalah tipe orang yang adil, ia tetap mementingkan keluarga apalagi ibunya sedang sakit dan ayahnya yang sedih memikirkan obat untuk istrinya.
Sae Ron meminta ayah, ibu, dan Jeong untuk berkumpul bersamanya. Sae Ron meminta agar buku ini bisa mereka gunakan ayahnya pun setuju karna dengan buku ini mungkin ia akan bertemu kehidupan yang lebih baik dari sekarang.
Secara bersamaan mereka membaca dan mengucapkan kalimat yang ada dalam buku.
"Aku menginginkannya !! " Ucap keempatnya.
Tiba-tiba tubuh mereka serasa tertarik dan kepala yang pusing seakan-akan tubuh mereka diputar dengan sangat kencang.
Bangun-bangun mereka sudah ada dimasa depan, tepatnya di 1000 tahun yang akan datang.
"Ayah kita ada dimana?" Tanya Sae Ron.
"Ayah juga tidak tahu" Jawab ayahnya Sae Ron.
Ibu Sae Ron masih lemas karna penyakitnya, namun ayahnya melihat orang-orang berbicara bahasa yang sama dengan mereka dan mulai meminta pertolongan.
"Tunggu ayah akan mencari pertolongan" Jawab ayah.
"Permisi bisakah anda membantu kami?" Tanya ayah Sae Ron.
Orang itu hanya menatap aneh ayah Sae Ron dengan pakaian nya yang berbeda dengan mereka menganggap bahwa mereka adalah orang aneh, gila atau semacamnya.
Selama meminta pertolongan tak ada yang membantu mereka. Bahkan saat malam tiba mereka masih saja luntang lantung melihat dunia yang begitu aneh dengan bangunan yang tinggi, kendaraan yang melaju cepat dan orang-orang dengan pakaian aneh.
"Ayah aku lapar" Ucap Sae Ron.
"Ya ampun maafkan ayah nak, maafkan paman juga Jeong, maafkan aku istriku karna aku tidak memperhatikan kalian" Jawab ayah.
"Kalian duduk saja dulu disini ya, ayah akan mencarikan makanan untuk kalian" Jawab ayah.
Mereka akhirnya duduk disebuah kursi sembari menjaga ibu, namun saat sedang duduk tiba-tiba Sae Ron melihat kupu-kupu putih melintas kearahnya. Hal itu membuat Sae Ron mengejar kupu-kupu itu.
Jeong kemudian melihat Sae Ron yang mulai berjalan mendekati jalan raya yang penuh dengan kendaraan melaju kencang.
"Sae Ron kembali !!!" Teriak Jeong.
Saat berada ditengah jalan raya kupu-kupu itu terbang keatas yang membuat Sae Ron kehilangannya, namun saat dia berada di tengah jalan datang sebuah mobil yang melaju kencang.
"Sae Ron awasss !!!" Teriak Jeong.
"Aaaaaaa....!!! " Teriak Sae Ron sembari menutup matanya.
Brukk...
Sae Ron terjatuh kepinggir jalan seperti ada orang yang mendorongnya dan ternyata orang yang mendorong Sae Ron adalah Ayahnya.
"Ayahhhhhh !!!!!" Teriak Sae Ron.
Sae Ron kemudian menangis melihat ayahnya yang sudah tergeletak dijalan karna tertabrak, kepalanya berlumuran darah hingga mewarnai jalan raya.
Lalu Jeong berlari menuju Sae Ron dengan ekspresi kaget melihat ayah Sae Ron sudah tertabrak.
"Ayahhhhh !! Tidak hiksss" Tangis Sae Ron.
Lalu Jeong membawa ayah Sae Ron ketempat duduk kami.
"Ayah...Bangun ayah bangun jangan begini" Tangis Sae Ron.
Karna kaget tiba-tiba ibu Sae Ron sesak nafas dengan mulut terbuka ia seakan ingin mengatakan sesuatu.
"Iiii...Bu miinta kalian pulang dan ucapkan "Aku tidak menginginkannya" Ku...Kumohon lakukan itu agar kalian selamat" Jawab ibu Sae Ron dengan suara lemas.
"Tidak kami tidak akan meninggalkan bibi" Jawab Jeong.
Lalu sesak nafas ibu Sae Ron semakin menjadi-jadi dan akhirnya beliau menghembuskan nafas terakhirnya.
"Ibuuuuuuuuu heuheuuu !!!" Tangis Sae Ron.
"Jeong kita harus bagaimana inii? Ayoo kita cari bantuan" Ucap Sae Ron sembari menangis.
"Sae Ron mereka sudah meninggal" Jawab Jeong berlinang air mata.
Sae Ron menangis sekencang mungkin, ia tak habis pikir keinginannya untuk bahagia dengan mengandalkan buku itu ternyata malah berujung petaka.
"Kalau begitu kita ikuti amanah ibumu Sae Ron" Ucap Jeong.
"Hikss... Ayo kita lakukan" Ucap Sae Ron.
"Aku tidak menginginkannya" Ucap Sae Ron dan Jeong secara bersamaan.
"Jadi begitulah ceritanya Yu Ri sesudah itu kami ternyata kembali kedunia kami, dan semenjak kejadian itu aku terus bersama Sae Ron dan menjaganya seperti adik ku sendiri". Ucap Jeong berlinang air mata.
-TO BE CONTINUE -