
saat Sera hendak naik motor Rezal datang tanpa di duga.
" Ra " panggi rezal membuka helm nya.
Sera menoleh dan agak sedikit kaget dengan keberadaan rezal.
" eh rez ...masih disini ?" tanya Sera sambil turun lagi.
" ia tadinya gue dah pulang cuma ada yang lupa" kata rezal.
" oh gitu " jawab sera.
" baru mu pulang ? " tanya rezal
" eh ia nih " jawabnya lagi
" ia Sera mu pulang bareng gue,tadi dah minta di jemput " sela Reyhan.
" eh..gak.." kata sera membela namun reyhan menarik tangan sera dan menyuruhnya segera naik ke motornya, mau tak mau sera pun naik.
" yaudah gue duluan ya " kata reyhan pada yang lainnya.Sera pergi meninggalkan temannya yang masih berdiri di gang ojek menunggu angkot yang belum jga datang.Rezal memasang muka kesal saat melihat reyhan membonceng sera namun segera berubah lagi setelah teman sera menyapanya.
" kita duluan ya rez,angkotnya udah ada " kata lela
" oh ia hati-hati " balas rezal dengan senyuman.
Rezal pun memakai helm nya dan mulai menjalankan motornya.
" rey..masa gue ninggalin lili sih,lili kan searah sama gue gimana nanti dia pulang sendiri dong" kata sera menaruh dagunya di pundak reyhan agak terdengar suaranya.
" gak papa lagian tadi kan dia bilang bisa pulang sendiri." jawab reyhan.
Sera sedikit kesal dengan apa yang dilakukan reyhan saat ini.
" Ra mau beli makanan dulu nggak?" tanya reyhan
" hah apa?" Sera tidak terlalu jelas mendengarnya karena reyhan membawa motor dengan kecepatan tinggi.Reyhan pun mengulang pertanyaan nya dan di jawab tidak usah oleh sera.
sesampai nya di gang rumah sera,ia pun turun dan mengucapkan terima kasih dan pergi gitu aja.
" ra " panggil reyhan yang sudah melepaa helmnya
Sera menoleh mengisyarat kan apa dengan wajahnya.
" lu marah sama gue" tanya reyhan.
" nggak kok ,kenapa gue harus marah? " jawab sera
" ya..." reyhan mengetuk-ngetuk helm nya
" kenapa? " tanya sera kembali menghampiri reyhan
" tadi..waktu di gang ojek itu,waktu gue nyuruh lo buat naik ke motor gu " jelas reyhan
" hem ya enggak lah,lagian kan lo mau nganterin gue masa gue marah sih " jawab sera. " yaudah gue duluan ya..hati-hati baliknya " lanjut sera kembali berjalan kerumahnya.
Sera sampai dirumah mengucap salam dan langsung pergi ke kamarnya.
menjatuhkan badanya diatas kasur dengan kelambu hijau mengelilingi ranjangnya.ia menghelai nafas sambil memeluk boneka beruang hijau pemberian dari kakanya nia.
" kenapa gue harus mikirin itu semua arrrhhrhrg gue males sama pemikiran ini.coba aja kalo dulu gue nggak coba-coba buat jadiin dia temen gue pasti gak bakalan kaya gini dah kalo ada pilihan kedua gue pasti milih deh buat bisa muter waktu lagi "
suara notif menyadarkan sera yang baru saja mulai memasuki alam bawah sadarnya.
17.35
Rezal Putra
Rezal : dah sampai ra?
Sera : udah rez.
Rezal : oh ia
pesan nya berakhir.
" kepan ngirim pesan kalo cuma kayak gini doang " gerutu sera
ia pun kembali memeluk boneka dan tidur diatasnya.
suara dering panggilan telpon membangunkan sera.
"siapa lagi sih " keluhnya.
tertulis dilayar hp nya "Lili " dan sera pun mengangkat ny
sera : Assalamualaikum halo li ?
Lili : Waalaikumsalam Ra besok gue tunggu di gang ojek aja ya
Sera : oke li gpp,paling gue berangkat jam 7 dari rumah
Lili : siang banget sih
Sera : jam masuk instansinya kan jam 8 li, setengah jam juga nyampe.
Lili : oke yaudah assalamualaiku.
Sera : oke waalaikumsalam.
Rezal : Ra gue mau tau sebenernya lo anggap gue sebagai apa* ?
pesan singakt dari rezal yang membuat sera bingung harus membalas dengan apa,sebenarmya sudah sering rezal menanyakan ini namun sera juga selalu membalas jika mereka itu hanya teman gak lebih,tapi entah dengan anggapan rezal.
"ia harusnya dari dulu gue gak boleh deketin anak kayak gini , bikin salah paham aja "