3Month For Love Or School

3Month For Love Or School
Kebenaran yang Terungkap ( Alfan )



07 Maret 2020 , 20.31 WIB


Sera berbaring di kasurnya dengan memeluk boneka beruang hijau.


" Penasaran pengen tau tapi takut emang udah punya " gumam nya, sambil melihat kontak yang bertulisan nama ' Alfan '.


Sera dan Alfan kini menjadi dekat,namun Sera takut salah paham akan perasaannya pada Alfan , apalagi pada awalnya Sera hanya bermain-main dengan Alfan , Sera hanya ingin mengalihkan perhatian nya yang suka terhadap Ardi. Tapi sekarang malah menjadi ada rasa.


Sera sudah mendapatkan kontak Alfan, Facebook,IG dan sosmed lainnya. Dan sikap Alfan juga baik terhadapnya, hanya saja itu jika dalam chating, sementara jika bertemu langsung sikap Alfan sangat dingin sedingin salju es.


" arrrgegrhrgrggrgrgr bikin penasaran aja ni orang " keluh Sera yang sedang tengkurap sambil memandang photo Alfan yang ia dapatkan dari Facebook nya.


" huh oke gue harus tanya biar gak penasaran lagi, bener gue harus tanya "


Sera memilih kontak Alfan ,ia menulis pesan namun ia hapus lagi terus saja seperti itu Sera bahkan mengabaikan pesan yang masuk dalam WhatsApp nya. Sera bingung sendiri dengan tingkah dan perasaannya sekarang.


WhatsApp


*Sera : Assalamualaikum


Alfan : Waalaikumsalam


Sera : Lagi apa kang ?


Alfan : lagi DM'an


Sera : Ganggu nggak ?


Alfan : Nggak kok santai aja*.


Sera mencoba untuk memberanikan diri untuk bertanya. Tapi apalah daya , Sera yang tidak bisa menerima kenyataan mengurungkan niatnya.


Sera malah asyik ber-chating.an dengan temannya dan mengabaikan pesan Alfan.


23.15 WIB


Semua teman chat nya Sera sudah tertidur,hanya tersisa Reyhan dan Alfan yang masih terlihat online .


Sera mencoba untuk kembali mengirim pesan pada Alfan.


*Sera : Kang boleh tanya nggak?


Alfan : boleh, mau tanya apa?


Sera : akang udah punya pasangan*?


Sera keluar dari WhatsApp dan menyimpan tengkurap hp dihadapannya.


WhatsApp


Nada dering pesan membuat Sera semakin tegang, ia gugup untuk melihat pesan itu.


" Liat jangan ya " gumam nya ragu.


Sera mengambil hp nya, hati-hati melihat pesan di HP-nya itu. saat akan membuka HP-nya, nada pesan WhatsApp kembali berbunyi.


" Bukan Alfan ya " seru Sera, seraya memantapkan diri untuk melihat pesan itu, tapi ternyata kedua nada itu berasal dari satu kontak " Alfan "


WhatsApp


Alfan : Kenapa emang ?


Sedikit rasa sesak terasa didada Sera, Sera menggigit bibir bawahnya, seperti menahan rasa sakit.


Malam itu Sera terdiam cukup lama,melihat pesan dari Alfan tanpa dilihat dari Aplikasi WhatsApp nya.


Sera menghelaikan nafas, meng-klik pesan itu.


*Sera : Oh udah punya ya ๐Ÿ™‚


Alfan : Ia, udah lama juga.


Sera : Temen satu sekolah?


Alfan : Nggak, bukan kok


Sera : Terus?


Alfan : Ketemu di jalan hehe.


Sera : oh gitu


Alfan : Ia*


Dengan secepat kilat Sera dapat kembali mengendalikan perasaannya. Kini Sera kembali seperti semula.


Ya bukan Sera namanya kalau tidak bisa menghilangkan rasa sakit hati. Karena dalam kamusnya tidak ada kata " Sakit hati ".


Sera tertidur tanpa membalas kembali pesan dari Alfan.


Kamar Alfan


" Udah tidur ya " gumamnya melihat tanda online dari kontak WhatsApp Sera, tapi tidak ada tanda-tanda Sera akan membalas atau bahkan membacanya.


Alfan menaruh Hp di meja kecil dekat kamarnya, dan menatap langit-langit kamarnya.


" Datang-nya terlambat..


Coba aja kalau belum punya, mungkin bisa untuk menjalin komitmen dengan nya , sekarang hanya takdir yang bisa menentukan nya " gumam Alfan dengan senyum di bibirnya.


WhatsApp


Alfan meraih HP-nya melihat siapa yang masih mengirim pesan pada jam selarut ini.


00.35


Sera : Selamat tidur kang๐Ÿ˜…


Alfan hanya tersenyum melihat pesan dari Sera. Alfan kembali menaruh HP-nya diatas meja.


" Selamat malam " gumamnya sambil menarik selimut sampai ke leher nya.


Bersambung....


Ikutin terus ceritanya