3Month For Love Or School

3Month For Love Or School
Berakhir ( Alfan )



" Kemarin pengen keluar rumah sekarang pengen diem dirumah lagi " keluh Sera dan Lili yang sudah duduk di kursi dengan banyaknya surat yang masuk.


" Ah kenapa harus banyak sih " keluh Sera.


" Yoi, kemarin bagian surat kayak nya libur semua deh " ujar Lili.


" Ah mana Alfan gak keliatan lagi " ucap Sera lemas lesu.


" Aeh lu Alfan Mulu "


" Yey biarin "


" Udah beres belum, itu scan surat masih banyak juga " ucap Pak Dens yang baru datang.


" Eh bapak, baru dateng " ucap Sera.


" Ia, kemarin kan abis libur dirumah, "


" Kok sepi ya pak? " Ucap Sera.


" Ia pak, pada kemana sih ?" Lanjut Lili.


" Kan tugas penyemprotan "


" Dari kapan? " Tanya Lili


" Dari 1 Minggu yang lalu "


Mereka mengangguk-anggukkan kepalanya, seakan sangat paham.


Hari ini Alfan tidak masuk, karena tugasnya. Sera pun kurang bersemangat , Sementara Ardi tidak keluar dari ruangan-nya .


Hari ini mereka pulang lebih awal, dari hari biasa-nya.


Keesokan harinya seperti biasa hanya duduk-duduk ditempat karena masalah virus belum kunjung selesai,maka dari itu pekerjaan sedikit berkurang dan suasana kantor sepi karena banyak yang bertugas.


" Gak masuk lagi ya " ujar Sera sambil memperhatikan layar rekaman CCTV.


" Siapa? " Tanya Lili


" Biasa "


" Tuh dateng " ucap Sera girang melihat Alfan yang berjalan melewati pintu depan.


" Kirain gak bakalan dateng lagi " lanjutnya


" Pulang hey pulang " kata Ardi yang duduk di depan mereka sambil mengambil beberapa lembar tisu yang digunakan untuk membersihkan vafe nya.


" Baru juga jam set12 " jawab Sera.


" Kan gak ada pekerjaan ini " kata Ardi masih fokus membersihkan vafe nya.


" Ngusir ? " Ujar Sera.


Lili hanya tersenyum melihat Ardi, yang sedang membersihkan vafe nya.


Setelah hari itu Sera dan Lili tidak pernah melihat Alfan lagi, entah karena Alfan libur atau mungkin karena tugas penyemprotan .


Hari demi hari berlalu Sera mulai terbiasa tanpa kehadiran Alfan , Hari hari Rabu mereka berbaris rapi dengan dua banjar, Lili tak sengaja melihat Alfan yang berjalan menuju barisan Apel pagi ini.


"Ra , Alfan gaya rambut nya ganti" ucap Lili pada Sera, namun Sera ternyata sudah mengetahui lebih awal dari pada Lili.


"Ia, udah tau kok" serunya sambil tersenyum melihat Alfan.


Apel berlangsung singkat karena tidak ada pembahasan .


Saat duduk sambil melihat-lihat sekeliling, mereka heran dengan gaya rambut yang baru.


"Apa ini hari ganti gaya rambu ya?" Ujar Sera.


"Ia, liat coba itu potongan rambut baru" ucap Lili.


"Pak , nggak ikutan di cukur juga?" Seru Sera pada Pak Dens yang sedang membenarkan data di komputer .


"Apa ini teh?"


"Bapak gak mau di cukur? Biar samaan" lanjutnya.


"Mau dicukur gimana udah pendek gini"


"Ya lebih pendek kin lagi lah" ujar Sera.


"Tar aja kalo udah gondrong banget"


"Eh BTW Alfan makin keliatan tembem ya kalo di cukur gitu" seru Lili


"Ia,ih gak like" ucap Sera dengan nada agak kecewa.


"Ih justru lebih ganteng gitu"


"Ih gantengan kalo poninya masih agak panjang kayak kemarin"


"Heum...gitu lu mh"


Jam 13.15 WIB


"Bosen ........pulang yuk" ajak Lili.


"Yaelah Li, bosenan amat sih lu. Bentar lagi juga jam 2"


"Gak ada kerjaan gini, Pak Dens keruangan arsipan, gak balik-balik"


"Nonton YouTube ajeh" kata Sera berpindah tempat ke depan komputer.


Mereka memainkan musik " Serba salah dari NewGame".


Ardi berjalan masuk dari pintu belakang.


"Tumben lewat belakang" gumam Lili.


Bid.KL


Alfan duduk santai dengan earphone yang terpasang di kedua telinganya,memiringkan hp nya sambil bermain game.


Sesekali Alfan melihat kearah jendela ,namun ia tidak mendapati Sera disana. Alfan beranjak dari duduknya menuju keluar ruangan, Alfan melihat Sera sedang asyik dengan alunan musik nya sambil menatap komputer itu, sampai tak sadar terukir senyum di bibirnya.


Sera merasa ada yang memperhatikan ia pun melihat kearah Alfan, mata mereka saling bertemu ,Sera mengembangkan senyum malu sampai sesaat dia kembali menggeser kepalanya untuk menghilang dari pandangan Alfan.


"Kenapa Ra?" Tanya Lili


"Gak...gak papa" jawab Sera dengan menahan tawa.


Lili melihat Alfan berjalan keluar,dan menepuk-nepuk pundak Sera, seraya memberitahu bahwa Alfan baru saja keluar dari ruangan nya.


"Udah tau kali"


"Hah? Emang liat?"


"Ya liat lah" ucap Sera dengan senyum bahagia dibibir nya.


21.15 WIB


Alfan duduk di bangku meja dekat ranjangnya, sambil memperhatikan HP-nya . Sesekali Alfan membuka IG melihat DM.an dari sang kekasih nya.


Alfan terlalut dalam DM.an nya itu, meskipun terkadang bayangan tingkah konyol Sera saat sedang berbicara pada kucing liar melintas di fikirannya.


WhatsApp


Sera : Assalamualaikum


Alfan melihat notif itu sambil tersenyum, ia berpindah tempat membaringan tubuhnya di ranjang.


Alfan membalas chat dari Sera. Alfan menjawab jujur apa yang sedang ia lakukan yaitu sedang DM'an. Namun Alfan menegaskan jika chating dari Sera tidak mengganggunya sama sekali.


Mereka saling bertukar pesan hingga larut malam, sampai akhirnya Alfan menyuruh Sera untuk segera tidur karena ini sudah sangat larut.


Alfan mengerti dengan sikap Sera yang seperti ini, tapi Alfan juga harus mengerti jika posisinya sekarang tidak memungkinkan untuk bersikap lebih dari sekedar sikap kakak terhadap adik.


Dan Sera pun satu pemikiran dengan Alfan, Sera hanya ingin lebih dekat dengan Alfan. Meski Sera tahu jika kemungkinan nya sangat kecil untuk bisa mendapatkan perhatian khusus dari Alfan.