
Sera dan Lili keluar dari ruangan itu, Sera duduk lesu di kursinya, tak semangat seperti tadi saat akan mengantar surat itu .
" Pak Alfan emang jarang masuk ya ? " Tanya Lili pada Pak Dens yang entah sedang memberi nomer apa.
" Kenapa emang ? " tanya Pak Dens tanpa mengalihkan pandangan-nya.
" Gak ada di ruangan-nya " jawab Sera dengan agak kesal.
" ia kali , kurang tahu juga " jawab Pak Dens.
Sera memasang wajah bete-nya dan mengambil buku agenda surat masuk.
" Ah ia , pasti sudah banyak nih " kata Lili yang sama-sama mengambil buku agenda.
Sera dan Lili pun mengagendakan surat masuk dan keluar masing-masing. Saat mengagendakan surat masuk tiga lembar kertas menghalangi Sera.
" ih apaan sih " kata Sera sambil melihat siapa yang memainkan kertas diata buku agenda-nya.
" kenapa ? " tanya Lili yang mendengar keluh kesal Sera.
" Nih minta nomer " kata Ardi sambil tersenyum melihat wajah Sera.
" biasa aja kali , gak usah jail gini " kata Sera mengambil kertas itu dan membaca tugas apa dan dimana.
" Wih enak ke Laut tugas-nya " kata Sera yang membaca surat itu.
" Masa sih " kata lili yang penasaran, dan menggeser duduk-nya mendekati Sera dan membaca isi surat itu.
" Ih bener, ke laut lagi " kata Lili setelah membaca surat itu.
" Kemana Su ? " tanya Pak Dens , yang sudah selesai dengan tugas nya
" Pencaira di Bank XXX " jawab Ardi sambil tersenyum bangga.
" Wih cair nih " Kata Pak Dens
" Ih pengen ikut ke Laut " kata Sera sambil menulis kan nomer.
" Ah ikut-ikut kemarin juga berhenti di tengah jalan gak ikut ke Lokasi " kata Ardi sambil berjalan keluar entah mau apa.
" Ih kan kemarin mah ada tugas makanya sampai sekolah " bela Sera dengan nada agak tinggi agar terdengar oleh Ardi.
" Pak kalo ada tugas ke laut ikut ya " kata Lili pada Pak Dens.
" Boleh..boleh aja, tapi oulang nya pasti malam " jawab Pak Dens
" Tergantung situasi nya, tapi kebanyakan malam, kan berangkat nya siang sekitar jam 12.an " jelas Pak Dens.
" Kenapa kalo yang tugas kebanyakan gak balik lagi ke kantor ? " tanay Sera sambil memberi cap pada surat itu.
" Ya kan , kadang deket sama tempat tinggal-nya jadi langsung pulang, kan percuma ke kantor juga, orang udah jam waktunya pulang. " Jelas Pak Dens.
Mereka mengangguk-angguk mendengar penjelasan Pak Dens.
" Udah beres belum ? " tanya Ardi yang berdiri dibelakang Sera.
" Udah nih " jawab Sera sambil mendongkak melihat Ardi.
Ardi memeriksa surat nya sambil sesekali menghisap pave-nya.
" Su jangan lupa , Mie Ayam nya ntar " kata Pak Dens
" Siap " jawab Ardi.
" Ih pengen atuh " kata Sera dan Lili bersama.an
" Tungguin aja disini sampai magrib " jawab Ardi.
" mending beli dibawah dari pada nungguin sampai magrib disini mh " jawab Sera.
Lagi-lagi Ardi hanya tersenyum mendengar jawaban Sera dan pergi ke ruangan-nya lagi.
Sera keluar sebentar untuk menghirup angin, tapi ia malah melihat Alfan yang baru saja datang lewat belakang. Sera yang senang kembali masuk dan duduk dikursi-nya sambil tersenyum-senyum kegirangan.
" Kenapa Ra ?" tanya Lili
" Alfan " jawab Sera mengatur nafas nya sambil memukul-mukul rok-nya sendiri
" Kenapa li dia ? " tanya Pak Dens
" Ituu ngeliat Alfan diluar " jawab lili.
Alfan masuk dengan gaya berjalan khas-nya kepala yang tak pernah menunduk jika berjalan dengan wajah biasa namun seperti ingin tersenyum, melewati mereka.
" Hei Fan , sini dulu dong ada yang mau kenalan kata nya " sapa Pak Dens
" Entar aja pak " Kata Alfan meski tidak menengom tali terlihat senyum di bibir-nya.