3Month For Love Or School

3Month For Love Or School
Senyum yang manis dari keduanya



Sera dan Lili keluar dari ruangan itu, Sera duduk lesu di kursinya, tak semangat seperti tadi saat akan mengantar surat itu .


" Pak Alfan emang jarang masuk ya ? " Tanya Lili pada Pak Dens yang entah sedang memberi nomer apa.


" Kenapa emang ? " tanya Pak Dens tanpa mengalihkan pandangan-nya.


" Gak ada di ruangan-nya " jawab Sera dengan agak kesal.


" ia kali , kurang tahu juga " jawab Pak Dens.


Sera memasang wajah bete-nya dan mengambil buku agenda surat masuk.


" Ah ia , pasti sudah banyak nih " kata Lili yang sama-sama mengambil buku agenda.


Sera dan Lili pun mengagendakan surat masuk dan keluar masing-masing. Saat mengagendakan surat masuk tiga lembar kertas menghalangi Sera.


" ih apaan sih " kata Sera sambil melihat siapa yang memainkan kertas diata buku agenda-nya.


" kenapa ? " tanya Lili yang mendengar keluh kesal Sera.


" Nih minta nomer " kata Ardi sambil tersenyum melihat wajah Sera.


" biasa aja kali , gak usah jail gini " kata Sera mengambil kertas itu dan membaca tugas apa dan dimana.


" Wih enak ke Laut tugas-nya " kata Sera yang membaca surat itu.


" Masa sih " kata lili yang penasaran, dan menggeser duduk-nya mendekati Sera dan membaca isi surat itu.


" Ih bener, ke laut lagi " kata Lili setelah membaca surat itu.


" Kemana Su ? " tanya Pak Dens , yang sudah selesai dengan tugas nya


" Pencaira di Bank XXX " jawab Ardi sambil tersenyum bangga.


" Wih cair nih " Kata Pak Dens


" Ih pengen ikut ke Laut " kata Sera sambil menulis kan nomer.


" Ah ikut-ikut kemarin juga berhenti di tengah jalan gak ikut ke Lokasi " kata Ardi sambil berjalan keluar entah mau apa.


" Ih kan kemarin mah ada tugas makanya sampai sekolah " bela Sera dengan nada agak tinggi agar terdengar oleh Ardi.


" Pak kalo ada tugas ke laut ikut ya " kata Lili pada Pak Dens.


" Boleh..boleh aja, tapi oulang nya pasti malam " jawab Pak Dens


" Tergantung situasi nya, tapi kebanyakan malam, kan berangkat nya siang sekitar jam 12.an " jelas Pak Dens.


" Kenapa kalo yang tugas kebanyakan gak balik lagi ke kantor ? " tanay Sera sambil memberi cap pada surat itu.


" Ya kan , kadang deket sama tempat tinggal-nya jadi langsung pulang, kan percuma ke kantor juga, orang udah jam waktunya pulang. " Jelas Pak Dens.


Mereka mengangguk-angguk mendengar penjelasan Pak Dens.


" Udah beres belum ? " tanya Ardi yang berdiri dibelakang Sera.


" Udah nih " jawab Sera sambil mendongkak melihat Ardi.


Ardi memeriksa surat nya sambil sesekali menghisap pave-nya.


" Su jangan lupa , Mie Ayam nya ntar " kata Pak Dens


" Siap " jawab Ardi.


" Ih pengen atuh " kata Sera dan Lili bersama.an


" Tungguin aja disini sampai magrib " jawab Ardi.


" mending beli dibawah dari pada nungguin sampai magrib disini mh " jawab Sera.


Lagi-lagi Ardi hanya tersenyum mendengar jawaban Sera dan pergi ke ruangan-nya lagi.


Sera keluar sebentar untuk menghirup angin, tapi ia malah melihat Alfan yang baru saja datang lewat belakang. Sera yang senang kembali masuk dan duduk dikursi-nya sambil tersenyum-senyum kegirangan.


" Kenapa Ra ?" tanya Lili


" Alfan " jawab Sera mengatur nafas nya sambil memukul-mukul rok-nya sendiri


" Kenapa li dia ? " tanya Pak Dens


" Ituu ngeliat Alfan diluar " jawab lili.


Alfan masuk dengan gaya berjalan khas-nya kepala yang tak pernah menunduk jika berjalan dengan wajah biasa namun seperti ingin tersenyum, melewati mereka.


" Hei Fan , sini dulu dong ada yang mau kenalan kata nya " sapa Pak Dens


" Entar aja pak " Kata Alfan meski tidak menengom tali terlihat senyum di bibir-nya.