3Month For Love Or School

3Month For Love Or School
Sikap yang membaik ? ( Alfan )



Akhir-akhir ini Sera dan Alfan sering bertukar pesan, sekedar untuk menanyakan hal biasa pada umumnya.


Lili belum mendapatkan nomer Alfan karena setiap kali di tawari untuk mencatat nya lili selalu saja nenolak.


" Ra , kita semakin deket aja ya sama pegawai disini " kata Lili


" Hehehe ia bener juga "


Mereka sudah saling bertukar nomer hp masing-masing hanya tinggal no Ardi yang belum mereka dapatkan.


Pagi ini apel seperti biasa di lakukan, dan seperti biasa pula Alfan tidak mengikuti apel.


Sera duduk dikursinya mengedarkan pandangan ke layar CCTV mencari dimana keberadaan Alfan.


WhatsApp


*Sera : Kang nggak masuk kerja?


Alfan : Masuk, masih dijalan*.


Tapi ternyata Alfan sudah berada di pintu masuk. Dengan gaya jalan nya yang selalu memandang kedepan tanpa menunduk dan tubuhnya yang tegap.


Sera menyadari kalau itu Alfan, Sera melihat kearah pintu dan benar saja.


" Ehem...biasa aja kali Ra " kata Lili sambil menepuk pundak Sera.


" A-apa an sih "


" Ngeliatin nya biasa aja ,keluar tu iler "


" Yey emang nya gue ngeliat makanan apa " .


" Eh Ra, gak kerasa loh udah mau selesai aja Prakerin "


" Ia juga, tapi kita libur kapan ? Yang lain dah pada libur gara-gara Coronan "


" Yaelah ntar juga libur " kata Lili " Gue pengen no Usu " lanjut nya kata lili.


" Ya minta lah ke Pak Dens " jawab Sera.


" Eh mending minta langsung aja ke Ardi nya "


" Ya terserah " jawab Sera, yang fokus ke layar hp nya.


" Lagi ngapain sih fokus amat , senyum-senyum lagi "


Sera tidak menjawab ia hanya menggeleng-geleng kepalannya.


" Assalamualikum " seru Pak Dens dari pintu belakang.


" Waalikumsalam " jawab serentak.


" Gak ada surat masuk ? " tanya Pak Dens duduk di kursi biasanya.


" Tadi udah beres " jawab Lili.


" Ouh ia..ia " kata Pak Dens


" Ra , awas dulu mau ngecek file surat " lanjut nya beranjak dari duduk nya.


WhatsApp


*Sera : Gak pernah ikut apel ya😅


Alfan : Ia, kan kekantor juga langsung kelapang lagi


Sera : Pantesan gak pernah liat di keluar*.


Pesan nya tidak ada balesan dari Alfan, Sera memandang Hp nya, berharap ada notif namun tetap tidak ada.


" Pak minta no surat "


Suara pria yang Sera kenal, ia itu Alfan , sekarang ia berdiri di samping Sera dengan 3 lembar surat tugas di tangannya.


Sera memperhatikan wajah Alfan yang tampan dengan rambut berponi, halis tebal dan bulu mata panjang meski tidak lentik.


" Ra , Alfan " canda Pak Dens.


Sera tersadar dan perasaan nya mulai tidak karuan alias salting.


Sera mengambil lembaran surat itu dan memberi kan nya nomer, sesekali Pak Dens mengambil photo mereka.


Sera merasa risih dan akhir nya menjauh.


" Ih bapak jangan ambil ganbar " kesal Sera dengan nada malu.


Alfan hanya tersenyum dan tetap stay cool.


" Ya allah kenapa ni orang diem ajah sih di photo juga " gumam sera, sambil sesekali melirik Alfan yang masih berdiri di sampingnya.


Alfan pun bertumpu di kursi Sera bagian belakang, Sera merasa risih namun sekaligus senang, tentu saja moment ini di abadikan oleh Pak Dens dengan kamera Hp nya.


Sera pun berpindah tempat duduk karen audah sangat risih, mukanya sudah merah padam dan suhu panas menjelah di tubuhnya.


" Ini udah " kata Sera sambil menaruh di atas meja.


" Kasih langsung atuh, ini aa" kata pak dens " gitu dong " lanjutnya.


Sera menuruti namun tanpa berkata. Ia hanya memberikan nya dan diterima oleh Alfan.


Alfan pun pergi kembali ke ruangan nya.


Sera berusaha mengatur tingkah nya sendiri.


Lili dan Pak Dens hanya menaha tawa sedari tadi melihat tingkah salting Sera.


WhatsApp


Pesan muncul dari Pak Dens yang mengirim kan beberapa gambar hasil pemotretan tadi.


Sera tersenyum , meski tadi menolak namun akhirnya ia berterimkasih juga.


" Apaan sih baru juga di bilangin gak pernah liat di luar udah kekuar aja " batin Sera.


Ya memang biasanya jika ada surat tugas dari Bid.KL meskipun tertera nama Alfan, namun Alfan tidak pernah datang untuk meminta nomer, malah selalu orang lain yang melakukan nya.