3Month For Love Or School

3Month For Love Or School
Satu mobil ( 2 )



Jam menunjukan pukul 12.11 Adzan Dzuhur sudah berkumandan , Sera hendak pergi ke mesjid bersama Lili,tapi Ardi dan yang lainnya sudah siap-siap untuk berangkat.


" mau kemana ? " tanya Pak Dens


" Mau ke mesji, shalat dulu baru berangakat " jelas Sera


" shalat nya entar aja di Sekolah " kata Pak Dens


" Pak Ega nitip ya ini anak satu mau ikut " kata Pak Dens pada lelaki tinggi kurus, itu Pak Irga ia berada dibagian Bid.RR yang akan ikut untuk CekLok bersama Ardi.


untuk beberapa lalu Sera dan Lili juga sudah dekat dengan Pak Irga. Mereka sering ikut bercanda tawa jika sedang kosong pekerjaan.


" mau kemana emang nya ? " tanya Pak Irga menghampiri Mereka.


" ini mau kesekolah " jawabnya.


" oh yaudah ayo ikut , di belakang ya " kata Pak Irga bercanda sambil menunjuk mobil hitam dengan 2 kursi depan dan 3 kursi di belakang,serta bak yang terbuka.


" ih jahat bapak mah , masa Sera berdiri di sana sih , kayak kambing aja " kata sera.


" nggak, ikut aja sana buruan " Kata Pak Dens menyuruhnya mengikuti Pak Irga.


Sera mengambil tasnya dan berpamitan pada Pak Dens dan Lili.


" duluan ya " kata sera sambil melambaika tangannya menuju mobil itu.


Sera masuk kedalam mobil itu duduk dikursi belakang bersama Pak Irga dan Pak Nanda.Sementara Ardi duduk di depan bersama Pak Eger yang menyetir.


Saat akan menutup pintu,seorang lelaki ikut bersama mereka membuat tempat duduk terasa sempit.


" geseran neng dikit " kata lelaki itu pada sera.


Mereka pun saling geser, sehingga sera sedikit maju kedepan.


" Cus anak nya dihimpit nih " kata lelaki itu pada Pak Dens sambil bercanda.


Kami dalam mobil saling tertawa.


Masa sih gue dijempit kayak gini, ya walaupun badan gue kecil tapi kan ini gak nyaman banget.


Saat sampai di gerbang lelaki itu turun dari mobil.


" loh nggak ikut " kata sera heran sekaligus lega, ia pun menggeser duduk nya.


" ah nggak dia mh cuma bercanda doang " jawab Pak Irga.


Mobil pun melaju sepanjang perjalanan mereka membicarakan tentang apa yang sekarang akan mereka tuju.


Sera hanya memalingkan muka memperhatikan sepanjang jalan dari jendela yang kacanya terbuka lebar.Sesekali ia melihat ke kursi depan tempat duduk Ardi, ia melihat Ardi yang sibuk dengan Hp dan chat di WhatsApp nya.


cih chatingan sama pacar ya sampai serius begitu


" punya banyak duren dong " kata Pak Irga pada Sera membuka pembicaraan.


" hah duren ? nggak pak, kan Sera bukan orang sini " kata sera


" kirain teh orang sini , terus orang mana atuh ? " tanya nya lagi.


" Sera orang XXX " kata sera.


" dimana itu teh ? " kata Pak irga.


" itu ning dari gang ojek deket BPBD masuk terus kedalam " jelas sera.


" oh kirain teh orang sini, jauh dong ya sekolah nya , emang nya disana nggak ada sekolah SMA ?" tanya nya lagi.


" mmmm ia..ia " kata pak irga.


Ardi sesekali melihat ke kaca spion-nya memperhatikan Sera yang sedang menikmati angin yang berhembus menerpa wajahnya.


WhatsApp


Sera pun mengcek hp nya ternyata notif dari group yang menanyakan sudah pada datang atau belum,sera hanya melihatnya tanpa menjawab pesan itu.


Ya itu sudah jadi kebiasa dia hanya membaca tanpa membalas, begitu pun jika ia ingin menanyakan sesuatu ia lebih suka langsung chat pribadi pada orang yang dianggapnya lebih mengetahui detai informasi yang ia inginkan.


Sera kembali menyimpan hpnya, dan menikmati udara lagi, Ardi yang duduk didepan sera menghisap Pave nya dan asap nya mengenai Sera.


Ia melihat itu lewat spion-nya dan tersenyum tipis, sera yang melihat itu langsung memasang muka jengkel.


Lihat ..lihat dia malah tertawa setelah membuat pernafas.an ku terganggu, dasar bagaimana mungkin aku memiliki perasaan pada dia.


Sera pun semakin memalingkan wajah nya kearah jalan.nan.


Saat tiba di pertigaan jalan yang masih cukup jauh dari sekolah sera Pak Irga berkata


" Ger turunin disini aja ni anak " kata nya sambil tertaw


" ih bapak mah orang masih jauh sekolah-nya juga "


" dimana emang neng sekolah nya , kan di belokan itu juga ada SMK " kata pak eger sambil fokus dengan stirnya.


" Bukan pak itu mh SMK XXX , SMK sumi mh di XXX , SMK XXX " jelas sera.


" ah itu mh...sekalian aja bawa pulang ya " kata Pak Nanda yang sedari tadi sibuk dengan hpnya.


" ih bapak mh jahat " kata sera mengundang tawa mereka.


Sementara Ardi hanya tersenyum tan pa suara. Sepanjang perjalannan mereka bersendau gurau bersama. Hingga tak terasa jarak sudah dekat.


" stop depan " kata sera menunjuk pada tiang yang tepngpang nama Sekolahnya.


" itu didepan ? deket ning " kata pak nanadang.


"deket dari mana orang jauh juga " kata sera.


Ardi melihat Plang yabg bertulisan nama sekolahnya,dan kembali menatap layar hpnya.


Dasar gagu..ngomong dikit kek fokus aja terus ke hp, sampai malu tuh hp lu liatin terus.


Mobil pun berhenti di pinggiran jalan,menyisih sampai keluar jalur jalan aspal.


" makasih pak duluan ya " kata sera sambil membuka pintu mobilnya.


" ia ongkos- nya jangan lupa " kata Pak Irga diiringi tawanya


" hahah ia pak besok ongkosnya " jawab Sera, turun dari mobil-nya .


" hati-hati " kata Ardi pelan sambil melihat kearah Sera dengan wajah so cool -nya.


Sera hanya mengangguk.


" duluan semuanya " kata sera lagi.


" ia " jawab mereka dalam mobil, sebelum Pak Irga menutup pintu mobilnya.


Setelah mobil kembali melaju, Sera baru tersadar jika ia sedang menjadi Pusat perhatian para siswa yang sudah pulang dan sedang menunggu angkot atau pun hanya sedang menongkrong dipinggir jalan dan di warung yang ada dibelakang-nya itu.