
Mereka mengetuk pintu bidang keuangan tempat Bu Ika berada.mengucap salam dan dipersilahkan masuk.
" bu ini datanya " kata sera memberikan selebar kerta.
" oh ia neng makasih ya " jawabnya
" saya taruh disini ya bu " kata sera menyimpan di meja Bu Ika,karena Bu Ika terlihat sedang sibuk
" ia neng makasih "
" ia bu sama-sama " kata mereka bersama.
Sera keluar dari ruangan itu sekilah melihat Ardi yang so sibuk pada komputernya padahal sedari mereka masuk dia memberhatikan mereka.entah siapa yang benar-benar ia perhatikan.
"Pak Ghazali " panggil mereka serentak sambil duduk setelah mengantarkan dokume itu.Karena meski mereka kenal dekat seperti sahabat,mereka belum tahu siapa nama asli Pak Dens.
" siap ? Pak Ghazali ?" tanya Pak Dens
" nama bapak " kata lili
" ya kan nama aslinya Ghzalai Ramadan " lanjutnya.
" kata siapa nie teh " jawabnya dengan sedikit tawa
" tadi udah liat,diberkas dokumen ya li " kata sera
" emang ia ? Ghazali Ramadan ? " tanya Pak Dens masih dengan tawa
" bagus ya namanya " lanjutnya sambil menyeruput kopi yang baru dibuatnya.
" bagus sih...tapi kenapa panggilannya jadi Dencus ?" tanya sera heran
" ia...jauh kali nama asli sama nama panggilan " sambung lili
" ya gak apa-apa atuh da dencus juga bagus..cus..cus " jawabnya mengundang tawa diantara mereka.
" nama asli si Usu siapa sih pak ?" tanya lili penasaran
" Ardi " jawab pak dens
Sera tertawa mengingat dokumen yang dilihatnya tadi,ia dokumen itu berisi biodata Ardi. yang sekarang Sera sudah mengetahui nama lengkap dan tanggal lahir Ardi.
" usu..usu " gumam-nya.Lumayan dapat JackPot waktu liat biodata tadi tawa jahilnya.
" apa manggil-manggil " kata Ardi yang sedang didepan lokernya mengmbil sesuatu
" itu Su, sera katanya kangen " kata pak Dens
" ih ogah...Yang tadi nanyain kan lili kenapa jadi ke saya " belanya
" eh siapa ? " sela Lili memalingkan tuduan.
Ardi hanya menarik bibir kanan nya hingga terlihat senyuman manis tapi sinis nya,lalu kembali keruangannya.
" ah bapak mah " keluh sera
" apa sera " jawab Pak Dens
" atuh gak apa-apa,Ardi juga Putih ganteng kayak orang korea " ledeknya.
" heol...beda kali pak " kata sera.
" orang mana pak ? " tanya lili
" siapa? Ardi ? Orang XXX " jawabnya
" pulang pergi ? " tanya nya lagi.
" nggak, nginep disini pulang setiap hari jum'at, kan sabtu libur " jelasnya.
" oh..."
Ketertarikan mulai terlihat dari kedua wajah anak sekolah itu,kepada lelaki yang berusia 24thn itu.
Saat Sera fokus pada hpnya,suara langkah kaki sesorang membuatnya menengok ,ingin melihat siapa yang mengeluarkan suara itu,Terlihat dari jauh sosok pria dengan tubuh tegap dan rambut perponi,ia itu tipe ideal nya Sera.Sera memandangnnya.
Pak Dens menyapa pria itu dengan sebutan
" hei Fan" katanya dibalas dengan lambai.an tangan dan masuk kedalam ruangan Bid.KL
Sera kagum dengan penampilan pria yang baru saja dilihatnya.
siap dia? Fan ? apa sih nama lengkapnya .
Apa aku tanya Pak Dens aja ya.
Sera memcoba mengingat-ingat dokumen biodata yang pernah dilihat nya tadi tapi tidak menemukan nama yang berhubungan dengan panggilan lelaki itu.Bahkan setiap apel pagi pun ia tidak pernah melihatnya,tidak seperti Ardi yang lumayan sering ia lihat baik saat apel atau pun saat sedang duduk disini. Baru kali ini dia melihat pria itu berada disini.
Perasaan penasaran nya sangat memenuhi otaknya,sampai saat tiba di rumah ia masih memikirkan Pria itu.ia ingat betul rupa wajah dan gaya rambut nya dengan perpaduan tubuh yang tinggi dan tegap.