3Month For Love Or School

3Month For Love Or School
Kencan? tentu saja bukan ( 3 )



Reyhan mengangkat telpon, setelah berbicara beberapa kata ia pun menutup telponnya.


" Siapa Rey? " tanya Sera


" Temen, minta di temenin di kost.an lagi sendiri katanya " jelas Reyhan sambil menyimpan hp nya di saku belakang.


Sera mengangguk-angguk, ia melihat jam di tangan kiri nya menunjukan pukul 15.45.


" Ray pulang yuk dah sore, tar di jalan cari mesjid shalat ashar dulu " kata Sera sambil berdiri dan membersihkan rok nya.


" Oke ayo " jawab Reyhan .


Mereka berjalan menuju motor beat Reyhan .


" Ayo naik Ra " kata Reyhan pada Sera yang masih berdiri mematung.


" Gak mau di parkirin dulu? " tanya Sera mengerutkan dahi nya


" Gak usah , langsung naik aja. Kalo dah naik baru di parkirin " kata Reyhan tertawa melihat ekspresi Sera.


Sera pun naik ke-motor Reyhan. Saat menelusuri jalan pulang di pinggir danau, mereka diperhatikan oleh orang-orang yang sedang berada disana, terkadang ada yang tersenyum memandang Sera, dan menggoda dengan bersiul pada nya.


" Gila kali ya tuh orang " kata Sera sambil menggeser duduk nya maju kedepan.


" Barangkali naksir dia sama lu " jawab Reyhan dengan nada meledek.


" Mulai..." kata Sera.


Mereka mengobrol sepanjang jalan saling bercanda, Sera menaruh dagu di pundak Reyhan untuk lebih jelas mendengar perkataan Reyhan pada dirinya dan sebaliknya juga.


Terlihat Senyum sekaligus rasa gugup di raut wajah Reyhan yang dimana jarak antar mereka yang dekat ini.


" Oh ia Rey...jangan lupa ke ruko , titipan kakak " kata Sera di sela obrolan mereka.


" Ia gak lupa kok " jawab Reyhan.


Merasa tidak ada lagi obrolan Sera pun menarik kepalanya , tidak menyimpan dagu di bahu Reyhan lagi. Dan lebih menik mati angin yang menerpa wajah-nya.


" Ra " kata Reyhan


" Ia ? " jawab Sera kembali menaruh dagu di bahu Reyhan.


" Di mesjid itu aja ya shalat nya " kata Reyhan mengarahkan motor nya ke Mesjid yang besar , di sebrang jalan.


" Oh oke " .


Mereka pun melaksanakan shalat di mesjid itu, Reyhan selesai lebih awal dan menunggu Sera keluar dari mesjid.


" Lama ya , sorry " kata Sera yang baru keluar dan memakai sandal nya.


" Gak kok santai aja " jawab Reyhan sambil duduk di motor nya.


" Ini tempat nya ? " tanya Reyhan menghentikan motor di parkiran depan ruko itu.


" Ia , tunggu sebentar ya " jawab Sera dan masuk ke dalam ruko itu.


Reyhan mengikuti Sera dari belakang melihat-lihat saat di tempat pendingin minuman ia melihat Yakult.


Reyhan tahu jika Sera menyukai Yakult ia pun mengambil 1 pak, dan pergi ke kasir.


" Beli yakult? " tanya Sera heran melihat Reyhan membawa 1pak yakult.


" Ini bu, sekalian sama telur nya juga " kata Reyhan menyodorkan uang lembar 100ribu.


" Gak usah " kata Seda berusaha menolak namun sia-sia, Reyhan sudah mendapatkan kembaliaan nya dan membawa telur itu keluar bersama nya.


Sera hanya menghelai nafas menahan rasa kelsanya dan tersenyum kepada orang-orang yang memperhatikan mereka sedari tadi, dan berlari keluar mengejar Reyhan.


" Apa-apa an sih Rey " kata Sera kesal.


" Apa nya yang apa-apaan Ra? " tanya Reyhan dengan wajah polos nya.


" so-so.an bayarin punya uang banyak ? " kata Sera.


" Ya elah Ra gak gitu juga kali " jawab Reyhan


" Udah ayo naik ah, dah sore " lanjutnya sambil bersiap-siap menyalakan motornya.


Sera pun naik ke motor dan mencoba untuk menghilangkat ekspresi kesalnya.


Saat jalan pulang, Reyhan membelokan motor-nya bukan ke jalan arah rumah Sera tapi ke tempat yang banyak di kunjungi orang-orang untuk bermain sore hari.


" Rey mau kemana lagi ? " tanya Sera.


" Diem dulu disini sebentar aja " jawab Reyhan menghentikan motor nya yang lumayan jauh dari tempat banyak orang nongkrong.


Sera turun dari motor dan mengomel tidak jelas, karena ulah Reyhan yang tidak bisa di tebak. Reyhan hanya menggeleng-geleng kepalannya sambil tersenyum mendengarkan omelan Sera.


" Nah " kata Reyhan memberikan Yakult pada Sera yang sudah dipasang sedotan.


" Udah cukup ngomel nya berisik tahu " lanjut nya sambil meminum yakult tanpa sedotan.


Sera memandang Reyhan yang sedang meneguk yakult.


" Apa dia lagi main iklan , kenapa gaya nya menggoda sih " batin Sera, dan segera menyadarkan diri memukul-mukul kepalanya. " sadarlah Sera ".


" Kenapa Ra? Pusing " tanya Reyhan sambil memgang kepala sera kahwatir, karena Sera sering sekali pingsan di sekolah saat upacara.


" G-gak kok gak apa-apa " kata Sera menghidari tatapan Reyhan, dan melepaskan tangan Reyhan.


" gak kok gue baik-baik aja " lanjutnya sambil meminum Yakult nya dan mengontrol rasa gugup nya.