"You Are My Happiness"

"You Are My Happiness"
Ingin Pulang



Semua mata saling beradu pandang,melihat pasangan bahagia yang saling memeluk satu sama lain.Seketika ruangan itu menjadi hening,suasana yang tadinya bahagia kini berubah haru.


" Mengapa matamu berkaca-kaca sayang ? Apakah kamu tidak bahagia karena kita bersatu lagi dan akan melanjutkan rencana pernikahan kita yang sudah tertunda itu. " ucap Kevin sambil mengelus-elus pipi lembut Risa yang sangat cantik itu bak bidadari turun dari kayangan.


" Tidak! tentu tidak sayang.Aku sangat bahagia,kau tau kan pernikahan kita adalah hal yang paling aku nanti-nantikan,bagaimana bisa aku tidak bahagia ? " jawab Risa mencoba menjelaskan maksud isi hatinya kepada Kevin yang kala itu sedang menatap wajahnya sendu.


" Lalu apa yang membuatmu terlihat sedih dan murung ? " tanya Kevin kebingungan.


" Aku hanya bahagia sayang! Aku bahagia karena kita akan bersama-sama lagi,berjalan sambil bergandengan tangan ditaman indah yang dihiasi bintang-bintang dimalam hari,dan aku benar-benar sangat bahagia. " Risa mencoba menjelaskan alasannya terlihat sedih dan murung bahkan matanya yang berkaca-kaca kini sudah bercucuran air mata yang tidak dapat dibendung lagi.Kevin dengan sangat hati-hati menghapus air mata Risa dari pipinya.


Kala itu terlihat 2 orang perawat sedang mengetuk pintu ruangan yang ditempati Risa,bermaksud untuk melakukan pemeriksaan keadaan Risa yang sudah terlihat sangat membaik jauh dari sebelumnya.


" Selamat siang! " ucap salah seorang perawat sambil mengetuk pintu.


" Silahkan masuk sus! " ucap salah seorang kerabat mereka yang berada didalam ruangan itu.Sementra itu,kerabat mereka yang lain mencoba memberi ruang untuk kedua perawat tersebut melakukan pemeriksaan kepada Risa,mereka bergegas keluar dan meninggalkan Kevin dan Risa disana.


" Kami keluar dulu ya! " sambil menepuk punggung kiri Kevin dan berlalu pergi dari sana.


Kini kedua perawat itu dengan sangat hati-hati mencoba melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital kepada Risa yang berbaring di bad stretcher nya.Kevin yang berdiri disamping tempat Risa berbaring sangat iba melihat gadis yang sangat dicintainya itu kini harus menderita akibat kecelakaan yang mereka alami.Suasana disana sangat hening,kedua perawat itu sibuk dengan tugasnya melakukan pemeriksaan,Risa mencoba membuka pembicaraan dengan menanyakan kepada salah seorang perawat yang memeriksanya.


" Bagaimana keadaan saya sus ? Apakah semuanya baik-baik saja ? Apakah hari ini setelah jam makan siang saya diperbolehkan pulang kerumah ? " ucap Risa tanpa jeda memberikan pertanyaan kepada salah seorang perawat yang sedang melakukan pengecekan terhadap tekanan darahnya.


" Mmmm saya tidak bisa memastikan apakah nona bisa pulang hari ini atau tidak! Tapi,saya berjanji,setelah ini saya akan langsung menanyakan kepada dokter Markus dan menyampaikan perihal keinginan nona untuk pulang setelah jam makan siang ini. " jawab perawat itu sambil tersenyum kepada Risa yang saat itu tengah memegang salah satu pergelangan tangannya.


Kevin yang sedari tadi berdiri disamping tempat tidur Risa,mencoba menimpali pembicaraan kedua orang yang sedang berbincang tersebut.


" Sayang! Mengapa kau mencecar begitu banyak pertanyaan kepada mereka.Kamu tenang saja,setelah ini aku pasti akan menyampaikan langsung kepada dokter Markus perihal kepulanganmu! Kamu harus tetap bersabar dan beristirahat sampai aku kembali! Oke. " ujar Kevin.Risa pun mengangguk-anggukkan kepalanya sebagi tanda menyetujui ucapan pria yang begitu sangat dicintai dan dihormatinya itu.


Kevin tanpa permisi langsung berlalu pergi meninggalkan Risa dan kedua perawat yang masih belum terlihat selesai melakukan pemeriksaan terhadap Risa disana.Kevin dengan langkah cepat mencoba menghampiri dokter Markus yang kini berada didalam ruangan miliknya.


Tok tok tok


" Silahkan masuk! " sahut dokter Markus dari dalam ruangan sambil terlihat mengerutkan kedua kaningnya karena kebingungan melihat Kevin yang tergesa-gesa memasuki ruangan miliknya.


Tanpa basa basi Kevin mendudukkan tubuhnya tepat dihadapan dokter Markus,yang kala itu sedang sibuk memeriksa catatan kesehatan milik pasien-pasien yang ia tangani.


" Ada apa tuan Kevin ? " tanya dokter Markus yang terlihat sibuk memberikan catatan-catatan kecil didalam buku catatan pasien miliknya.Kevin kini terlihat bingung bagaimana cara menyampaikan maksud kedatangannya kepada dokter Markus.


" Begini dokter,saya rasa keadaan Risa sudah sangat-sangat membaik jauh dari sebelumnya.Apakah boleh setelah ini kami melakukan rawat jalan saja ? " ujar Kevin mencoba menyampaikan keinginan Risa yang ingin pulang kerumah setelah jam makan siang ini.


" Baiklah! saya ucapkan banyak terimakasih karena selama ini dokter sudah sangat-sangat membantu kesembuhan calon istri saya. " Kevin tersenyum puas mendengar jawaban yang diterimanya dari dokter Markus.


" Dan ini beberapa resep obat pereda nyeri yang bisa tuan tebus di apotek rumah sakit ini. " pinta dokter Markus sambil terlihat memberikan sebuah kertas dengan tulisan khas kedokteran yang hanya bisa dipahami mereka-mereka yang seprofesi saja.Kevin yang sedari tadi duduk dihadapan dokter Markus,kini berdiri dan tanpa permisi berlalu pergi dari ruangan itu. ( Memang benar-benar tidak sopan anak yang satu ini,mungkin karena sudah tidak sabar kali ya hahaha )


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


SELAMAT MEMBACA!