
Setelah selesai melakukan aktivitas sarapannya di restoran,Risa segera keluar dan duduk di kursi panjang yang ada di depan restoran itu.Ia memposisikan tubuhnya duduk menghadap arah jalan, sembari menunggu Kevin menjemputnya.
Kedua mata Risa tak henti-hentinya mengikuti setiap gerak-gerik orang yang lewat didepannya,bahkan membuat wanita itu sangat bosan dibuatnya.45 menit berlalu,Kevin tak kunjung datang menjemputnya.Ia lalu merogoh tas miliknya untuk mengambil ponsel.
" lebih baik aku kirim pesan singkat saja padanya, " gumam Risa dalam hati,sambil mengetik beberapa tulisan yang ditujukan untuk Kevin
" Dimana kau! Lama sekali! " bunyi pesan yang akan dikirim Risa ke nomer ponsel Kevin.Tapi,ia mengurungkan niatnya untuk mengirimkan pesan itu,lalu menghapusnya.
" Ahh...untuk apa aku mengirim pesan padanya.Lebih baik aku pulang naik taksi saja! " Timpalnya,sambil memasukkan lagi ponsel miliknya kedalam tas.
Risa lalu berdiri tepat disisi badan jalan,sembari menunggu ada taksi yang lewat didepannya.Dan tak lama kemudian,mobil Kevin berhenti tepat didepannya,ia membunyikan klakson mobil berulang kali berharap agar Risa segera masuk kedalam mobilnya.
" Cepat masuklah! ucap Kevin,sambil membukakan pintu mobil miliknya dari dalam.
" Tidak mau! Risa melipat kedua tangannya dan memalingkan wajahnya ke sembarang arah
Posisi mobil Kevin saat itu sangat mengganggu pengguna jalan lainnya,karena jalan yang ada didepan restoran itu cukup kecil untuk dilalui mobil secara bersamaan, sehingga hampir separuh badan jalan hanya muat untuk mobil miliknya saja.
Bunyi klakson kendaraan saling bersahutan,sehingga mengakibatkan kebisingan ditempat itu.
" Astaga! Cepat masuklah! Kalau tidak, bisa-bisa aku yang dikeroyok oleh mereka semua." Perintah Kevin,dengan sedikit meninggikan suaranya.Akhirnya Risa masuk ke dalam mobil dengan raut wajah yang ditekuk.
" Apa kau sudah makan ? " tanya Kevin. Risa menganggukkan kepalanya tanpa bersuara.
" Jangan cemberut seperti itu! aku tidak suka! " tegur Kevin
Seketika Risa langsung menoleh dan melebarkan senyumannya kepada Kevin.
" Nah seperti itu," timpal Kevin.ia terkekeh melihat tingkah laku Risa yang berasa begitu sangat menggemaskan dimatanya.
Kemudian Kevin melajukan mobilnya pelan,karena pada saat itu jalanan sedang licin akibat hujan deras yang mengguyur kota Jakarta tadi pagi.
drrrttt
drrrttt
drrrttt,
Ponsel Kevin bergetar,lalu ia mengambilnya dari saku celana miliknya.Saat dilihatnya,ternyata yang meneleponnya adalah mama Mira.
" Mama, " Kevin berucap tanpa bersuara saat melihat nama yang tertera dilayar ponsel itu.Ia segera mengangkat panggilan masuk itu dan memasang handsfree ditelinga nya.
" Halo ma, " sapa Kevin
" Kamu dimana sayang,mama lagi dirumah calon mertua kamu nih. " tukas mama Mira sembari menikmati teh dan beberapa cemilan yang dihidangkan oleh bi Mar
" Kevin dijalan ma,mama kok ngga ngasih tau Kevin kalau mau pergi kesana." timpal Kevin
" Tadi mama lagi nganter undangan pernikahan kamu kerumah temen mama deket-deket sini! jadi sekalian mampir deh, " jawab mama Mira
" Oh yaudah! mama tunggu disana ya,Kevin jemput! Sekalian mau nganter Risa pulang juga, " seru Kevin
" Iya sayang,hati hati ya! See you! " ucap mama Mira sambil memutuskan sambungan teleponnya bersama Kevin dan memasukkan lagi ponsel miliknya kedalam tas Gucci yang diberikan oleh papa Teguh sebagai hadiah aniversary pernikahan mereka beberapa bulan yang lalu.
***
Sesampainya dirumah Risa,Kevin langsung memarkirkan mobil miliknya.Kevin dan Risa segera masuk ke dalam dan menemui mama Mira yang sedari tadi sudah menunggu kedatangan mereka.
" Assalamualaikum, " Risa berjalan mendekati calon mertuanya dan mencium punggung tangan calon mertuanya itu, sangat jelas terlihat senyuman manis yang terukir diwajah cantiknya.Bahkan,lesung pipit yang mengapit dikedua pipinya semakin mempercantik senyuman wanita itu.
" Walaikumsalam nak " jawab mama Mira, mama Mira tersenyum lalu memeluk tubuh Risa dengan erat.Begitupun dengan Kevin,mereka saling bergantian mencium punggung tangan dan memeluk orang tua paruh baya itu.Mama Mira begitu terlihat bahagia melihat anak dan calon menantunya sudah begitu dekat.Sementara Ira,ia hanya menatap tidak suka kearah anak tirinya itu.
" Seharusnya Naysila yang pantas menjadi menantu dari keluarga terhormat seperti mereka, " gumamnya dalam hati. " Aku harus mencari cara agar pernikahan mereka dibatalkan,Kevin hanya boleh menikahi anakku saja,tidak boleh yang lain. " timpalnya lagi.
" Ira,kamu kenapa ? tanya mama Mira kepadanya.Aku lihat sedari tadi kamu hanya diam saja.Apa ada sesuatu yang mengganjal dipikiran mu ? Katakanlah! " Ujarnya
" Eh... ti-tidak Mir.Aku tidak apa-apa! hanya sedikit pusing saja, " tukasnya sambil tersenyum pelik kearah Mira.
" Apa mau kami bawa kedokter aja,takutnya kamu kenapa-napa ir,mumpung Kevin ada disini juga, " tukasnya
" Ngga usah Mir,nanti setelah minum obat juga bakal sembuh, " ujarnya
" Silahkan duduk ma," Risa menimpalinya,sambil mengarahkan calon mertuanya itu untuk duduk bersebelahan dengannya.
Mereka akhirnya berbincang-bincang sebentar sambil menghabiskan teh yang sudah disuguhkan oleh bi Mar untuk mereka bertiga.Terkadang dalam perbincangan itu terselip candaan yang membuat mereka tertawa hingga terbahak-bahak. " Cih ternyata bisa ngelucu juga , " kedua mata Risa tak lepas memandangi Kevin yang terlihat sangat berbeda dari biasanya.Ternyata Kevin menyadari hal itu,ia tau Risa sejak tadi sudah memperhatikan dirinya.
" Kenapa kau dari tadi memandangiku seperti itu ? Apa kau sudah menyukai ku sekarang! " ujar Kevin,hingga membuat Risa membulatkan kedua matanya.
" Eh ti-tidak...Siapa juga yang memandangimu,pede sekali kau ini , " gerutu Risa kesal sambil mempelotokan kedua matanya.Kevin terkekeh melihat Risa yang sudah salah tingkah dibuatnya.
" Tertawalah,tertawa saja sepuasmu! Lihat saja kau nanti ya! " tukas Risa hingga membuat calon mertuanya itu ikut tertawa geli melihat tingkah lakunya.
" Sudah sudah,malah berantem! " ucap mama Mira mencoba menghentikan perdebatan antara mereka berdua.
Seketika mereka pun terdiam tanpa bersuara sedikit pun.
" Ma,Kevin kayanya harus balik kekantor sekarang.karena siang ini Kevin ada janji menemui klien papa dikantor! " ujarnya sambil melihat arah jarum jam yang melingkar dipergelangan tangannya. " Kevin antar mama pulang dulu ya, " timpalnya
" Tidak usah nak! " Mama dijemput sama pak Yunus aja,tadi mama udah ngirim pesan kok,paling sebentar lagi juga datang, " tukasnya sambil tersenyum.
° Beberapa menit kemudian
" Risa! Mama pulang dulu ya nak dan jangan lupa besok kita harus pergi ke butik langganan mama untuk mencoba beberapa gaun pengantin untuk acara resepsi pernikahan kalian, " Besok mama tunggu kalian jam 10 disana ya! Jangan terlambat,karena masih banyak yang perlu kita siapkan untuk acara resepsi pernikahan kalian nanti."mama Mira menegaskan. Risa hanya mengangguk-anggukkan kepalanya,sebagai tanda bahwa ia sudah mengerti maksud dari calon mertuanya itu,begitupun dengan Kevin.
" Sampaikan salam dari mama untuk ayahmu ya nak,untuk adik dan juga ibumu! " Pinta mama Mira sambil memeluk erat tubuh Risa,tak lupa pula Risa mencium punggung tangan calon mertuanya itu dan mengantarkan mereka hingga depan pintu rumah.mama Mira masuk kedalam mobil miliknya dan berlalu pergi meninggalkan tempat itu.Kevin dan Risa masih tidak bergeming dari tempatnya,mereka masih menatap kearah mobil yang ditumpangi mama Mira hingga tidak terlihat lagi keberadaannya.
" Ngapain masih disini huh ? " Risa melingkarkan tangannya dipinggangnya dan mempelotokan kedua matanya kearah Kevin.
" Iya iya aku pergi,awas saja nanti kau ya! " timpalnya.Kevin lalu pergi menuju halaman rumah Risa, tempat dimana ia memarkirkan mobil Sport Ferrari miliknya tadi.
" Dasar laki-laki menyebalkan, " ujarnya
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like and vote ya kak! dukung terus , biar aku makin semangat nulisnya.
Terimakasih.SELAMAT MEMBACA!