
Vano begitu iba melihat keadaan wanita yang dirasanya sangat buruk itu,tubuhnya dipenuhi luka jahitan,kakinya,tangannya, bahkan sekujur tubuhnya dipenuhi dengan luka akibat kecelakaan.Tapi sayang,Vano tidak bisa melihat dengan jelas siapa pemilik wajah yang berhasil membuatnya penasaran itu,karena ia hanya melihat dari balik jendela pintu ruangan,belum lagi ada seorang perawat wanita yang menghalangi penglihatannya.
Perawat wanita itu terlihat sedang mengganti cairan infus yang habis,setelah selesai melakukan tugasnya perawat itupun keluar dari ruangan wanita itu.Vano pun memberanikan diri untuk bertanya,karena ia begitu penasaran siapa wanita itu,dan apa yang terjadi kepadanya.
" Selamat siang sus! " sapa Vano.
" Selamat siang tuan! Ada yang bisa saya bantu ? " tanya perawat wanita itu.
" Bolehkah saya tau siapa nama wanita yang ada di dalam ruangan itu ? " tanya Vano,sambil menunjuk kearah ruangan yang ia maksud.
" Nama nona itu Risa tuan. "
Vano terhenyak saat mendengar nama wanita yang disebutkan oleh perawat wanita itu.
" Apa nama lengkap wanita itu Marisa Adya Nasution ? " tanya Vano
" Benar tuan! " jawab perawat itu.
Bagai disambar petir disiang bolong,Vano harus mendengar kabar menyakitkan tentang mantan kekasihnya itu.Ia terlihat begitu sedih,matanya berkaca-kaca,bahkan tubuhnya lunglai kelantai akibat shock.
" Tuan tidak apa-apa ? " tanya perawat wanita itu.
" Apa saya boleh tau,apa yang terjadi kepada Risa ? "
" Nona itu mengalami kecelakaan bersama calon suaminya 3 hari yang lalu tuan,dan calon suaminya juga dirawat dirumah sakit ini. " jawab perawat wanita itu.
" Calon suami ? " Vano mengerutkan dahinya.
" Iya tuan calon suaminya ? "
" Siapa calon suami Risa ? "
" Apakah tuan tidak menonton televisi ? "
" Kenapa memangnya ? "
" Kabar tentang kecelakaan ini sangat ramai diperbincangkan ditelevisi tuan,bahkan disemua sosial media sekalipun. "
" Apa maksud kamu ? tolong katakan dengan jelas. " Vano tersulut emosi,bahkan ia berbicara dengan nada yang sedikit kasar.
" Wanita itu adalah calon istri dari Kevin Pratama Adiyasa tuan,seorang pengusaha muda yang sukses dan anak dari orang terkaya se-Asia. " jawab perawat wanita itu.
" Benarkah ? "
" Iya tuan,bahkan beberapa hari ini media sering datang untuk meliput tentang kabar terbaru dari nona dan tuan Kevin disini. " ucapnya.
" Oh baiklah! terimakasih. " ucap Vano dengan nada yang menunjukkan rasa ketidaksukaannya.
" Sama-sama tuan. "
Perawat itupun pergi meninggalkan Vano disana,sedangkan Vano masih terkulai lemas dilantai saat mendengar Risa akan menikah dengan kakaknya sendiri.
###
Dengan hati-hati Vano melangkahkan kakinya untuk menemui Risa diruangannya.Kini,Vano sudah memposisikan tubuhnya duduk disamping bed stretcher tempat Risa merebahkan tubuhnya.
" Maafkan aku! Ini semua salahku karena tidak bisa menjagamu. " ucap Vano dengan suara terendahnya.Bahkan,air matanya pun tidak dapat ia tahan lagi.
" Mengapa kamu harus menikah dengan kak Kevin sa,Mengapa bukan dengan orang lain saja.Mungkin aku masih bisa merebutmu,tapi dari kakakku aku rasa tidak mungkin. " ucapnya lagi.
" Tolong jawab aku sa,apakah ini sebuah hukuman karena aku meninggalkan mu ? " timpal Vano.
Vano terus saja melontarkan pertanyaan kepada tubuh yang tidak beraga itu.Vano menceritakan kesehariannya selama di Amerika,bahkan ia juga mengulang-ulang lagi cerita masa dulu sewaktu mereka masih bersama.Tetapi,Risa tetap tidak memberikan respon sedikitpun.Vano tak getar,ia terus saja mengajak Risa untuk berbicara,walau ia tau itu tidak mungkin,mengingat kondisi Risa yang masih dalam keadaan koma.
" Baiklah kalau kau masih tidak ingin berbicara kepadaku,aku pergi.Besok aku akan kembali lagi menemuimu dan menceritakan hal-hal menyenangkan yang selalu ingin kau dengar. " ucap Vano.
" Selamat tidur tuan putri,semoga mimpimu indah disana.I love you " Vano mengecup kening Risa dengan penuh cinta.Bahkan,tak sedikit buliran air matanya yang menetes di kening Risa.
###
Kini,Vano sudah berada tepat di depan ruang rawat milik Kevin.Ia melihat Kevin sedang menatap sendu kearah langit-langit plafon rumah sakit.
" Sepertinya kakak begitu mengkhawatirkan keadaan Risa ? " gumamnya dalam hati.
Kevin terhenyak saat melihat seseorang yang berada dibalik pintu itu adalah adiknya Vano.
" Halo brother! " sapa Vano.Itulah kata-kata yang selalu ia ucapkan saat mereka bertemu.
Kevin juga terlihat sangat menyayangi adik laki-laki nya itu.Sungguh membuat teduh mata siapa saja yang melihat tingkah kakak beradik itu.
Vano terlihat sedang membantu Kevin melakukan aktivitas makannya ditempat tidur,bahkan tak jarang Vano menyelipkan sebuah candaan yang bisa membuat Kevin sejenak bisa melupakan rasa khawatir yang sedang menyelimuti pikirannya.
" Sebaiknya aku merahasiakan tentang hubunganku dulu dengan Risa.Aku harus melupakan Risa,dan melanjutkan kehidupanku,hubungan ini sungguh sudah tidak mungkin. " pikirnya.
" Apakah secepat ini Risa bisa melupakanku ?" gumam Vano dalam hati.
.
.
.
.
.
.
SELAMAT MEMBACA!