"You Are My Happiness"

"You Are My Happiness"
Mengapa Begitu Cepat



1 Minggu berlalu,Risa akhirnya dapat melakukan segala aktivitasnya tanpa bantuan orang lain lagi.Dokter yang menangani Risa pun dengan segera memberitahukan berita baik ini kepada seluruh anggota keluarganya,terutama kepada Kevin.


" Kabar baik semuanya, " ucap Dokter Markus yang merawat setiap detail kesehatan Risa dirumah sakit itu.


" Maksud dokter ? " tanya Kevin bingung,bahkan ia belum menyangka sama sekali akan perkembangan yang cukup pesat itu terhadap kesembuhan calon istrinya.


" Maksud saya nona muda sudah diperbolehkan untuk pulang dan melakukan rawat jalan saja. " ucap dokter Mark dengan antusiasnya.


" Benarkan dokter, " tanya Kevin masih belum percaya akan ucapan dokter Mark yang ia rasa sangat tiba-tiba.


" Iya tuan muda,ini benar-benar mukjizat dari Tuhan karena nona muda bisa secepat ini melalui masa pemulihan. " timpalnya lagi.


" Baiklah! bolehkan saya bertemu dengannya sekarang dok ? " pinta Kevin dengan air mata yang sudah tidak dapat ia bendung lagi.


" Silahkan tuan muda! " Dokter Markus akhirnya mempersilahkan Kevin untuk menemui Risa di ruang rawatnya.


Kevin dan yang lainnya pun dengan segera meninggalkan ruang pribadi dokter Markus.


Kala itu,Risa sedang duduk berselonjor diatas ranjang rumah sakit yang sekarang menjadi tempat favoritnya sambil membaca buku kesukaannya.Saat Kevin dan yang lainnya masuk untuk memastikan keadaan Risa,keadaan wanita itu benar-benar luar biasa.


Sebuah senyuman manis pun mengembang di wajah Risa saat melihat laki-laki yang akan menjadi suaminya itu berdiri didepan pintu ruangannya sambil menatap haru kearahnya.


" Sayang! Kemari lah." ujar Risa


Kevin masih menatap tidak percaya kearahnya, seolah apa yang baru saja ia lihat didepan matanya ini seperti mimpi baginya.


" Kevin masuklah! " pinta Risa lagi,sambil menunjuk salah satu tempat duduk yang disediakan tepat disebelah ranjangnya.


Kevin hanya mengangguk sebagai tanda mengiyakan permintaan wanita itu,ia berjalan mendekati bad stretcher Risa dan mendudukkan tubuhnya tepat di samping Risa.


" Mengapa begitu cepat,aku sungguh tidak percaya ini. " ucap Risa tidak percaya akan kesembuhannya ini.


" Aku turut bahagia sayang dan maafkan aku karena akulah yang menjadi penyebab semua ini. " ucap Kevin.


" Andai waktu itu aku menuruti semua perkataan mu,mungkin kita ... " belum lagi Kevin menyelesaikan ucapannya,Risa terlebih dulu menghentikannya dan memberikan ******* kecil dibibir Kevin.


Orang-orang yang juga menyaksikan penyatuan dua insan yang saling mencintai itupun turut bahagia bahkan mereka semua bersorak seolah sedang merayakan pesta kecil di ruangan itu.


" Terimakasih karena selalu mendukungku dan tidak pernah meninggalkan aku disaat keadaanku seperti ini. " ucap Risa dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


" Aku lah yang seharusnya berterimakasih karena kamu masih mau menerimaku. " ucap Kevin dengan suara serak khas orang yang baru saja menangis.


" Tidak ada alasanku untuk tidak menerimamu sayang. " ucap Risa sambil tersenyum dan memeluk Kevin begitu erat.Bahkan mereka tanpa rasa ragu saling mengecup bibir masing-masing,aliran listrik ditubuh saling beradu,mata yang saling bertemu,hingga pelukan hangat yang tidak saling melepaskan,membuat semua mata tertuju kepada mereka diruang itu.


" Benar-benar pasangan yang sangat serasi! " ucap salah satu kerabat mereka yang berhadir disana.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Selamat Membaca!