
Tidak terasa sudah 1 bulan Risa berada dirumah sakit,keadaannya mulai pulih,bahkan luka-luka di sekujur tubuhnya sudah mulai menghilang.
Tok tok tok
" Selamat pagi tuan putri " ucap Kevin yang kala itu sudah berdiri diambang pintu ruang rawat Risa.
Saat itu Risa terlihat sedang melakukan aktivitas makannya ditempat tidur,sambil berbincang-bincang dengan para perawat medis yang khusus di tugaskan di ruangannya.Risa yang saat itu sedang asyik bersenda gurau dengan para perawat medis, langsung menoleh ke asal suara laki-laki yang ia rasa tak asing di telinga nya,bahkan sekarang hubungan mereka semakin dekat.
" Hai! Kamu sudah datang ? sejak kapan kamu berdiri disana ? Kemari lah, " ucap Risa dengan wajah yang sudah memerah karena terus digoda laki-laki yang sebentar lagi akan resmi menjadi suaminya itu.
Kevin berjalan mendekati Risa dan memposisikam tubuhnya tepat di samping bed stretcher milik Risa.
" Bunga ini lagi ? " tanya Risa sambil mengambil alih bunga Lily yang di berikan oleh Kevin kepadanya.
" Hmmm, bukankah kamu menyukai bunga Lily ini ? " tanya Kevin kepada Risa .
" Iya,aku memang sangat menyukainya,tapi ini sangat merepotkan bukan . " jawab Risa merasa tidak enak hati kepada Kevin,yang hampir setiap hari membawakannya bunga Lily kesukaannya itu.
" Tuan putri! Ini sungguh tidak sangat merepotkanku,anggap saja bunga ini sebagai penebus rasa bersalahku kepadamu. " ucap Kevin,sambil mencium pucuk kepala wanita pujaannya itu.
" Aku benar-benar sudah memaafkan mu sayang,tolong jangan berkata seperti ini lagi. " Sambil memeluk erat tubuh laki-laki yang dirasanya sangat menggemaskan itu.
" Hmmmm baiklah! Sekarang cepat habiskan makananmu atau kamu akan lebih lama lagi ditempat ini. " ancam Kevin sambil menyodorkan bubur yang sudah ia ambil alih dari para perawat yang membantu Risa melakukan aktivitas makannya.
" Sayang! aku bisa makan sendiri,tolong jangan memanjakan aku terus seperti ini,kalau tidak, bisa-bisa aku akan terus bergantung kepadamu. " ucap Risa memelas
" Baiklah! tapi kamu harus menghabiskan bubur ini sekarang juga, " Pinta Kevin
Para perawat medis yang menyaksikan perdebatan kedua insan yang sedang jatuh cinta ini,hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala sekaligus iri dengan perhatian yang diberikan oleh Kevin kepada Risa.
Terlihat jelas senyum kebahagian yang terpancar di wajah wanita yang akan menjadi menantu dari keluarga terpandang itu.
Bahkan,Kevin sangat senang karena sekarang Risa sudah sepenuhnya memaafkannya.Meski harus menunggu waktu yang cukup lama untuk meluluhkan kerasnya hati wanitanya itu.
Kabar akan berlangsungnya pernikahan merekapun sudah mulai terdengar di kota itu,sedikit demi sedikit persiapan yang sudah direncanakan sebelum insiden itu mulai dibenahi,tinggal menunggu keadaan Risa sudah memungkinkan untuk keluar dari rumah sakit yang menjadi tempat paling membosankan selama berada disana.
Selamat Membaca yaa teman-teman semuanya!
Maaf atas keterlambatan author dalam meng-upload kelanjutan ceritanya,dikarenakan banyak pekerjaan yang harus author kerjakan.Semoga senantiasa teman-teman dapat memaklumi kekurangan author yang belum bijak dalam menulis ceritanya.Semoga teman-teman author semua selalu sehat dan jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan terhadap karya-karya author yang masih belum sempurna ini.
Terimakasih untuk waktunya teman-teman online sudah meluangkan waktunya untuk membaca novel ini.
I love you Noveltoon.Semoga selalu bisa berkarya disini dan bergabung bersama para author sukses lainnya