
Setelah semua dirasa sudah selesai dikerjakannya,Risa dengan cepat berlari menuju kamarnya dan melepas semua pakaian yang masih membaluti tubuh sexy nya.Seusai mandi Risa langsung mengenakan kaos polos dan celana jeans ketat Yang memperlihatkan lekuk tubuh indahnya itu,tak lupa pula ia membawa tas mini yang selalu dipakainya untuk bepergian kemanapun.
"Bi mar , bi mar " panggil risa dengan menaikkan sedikit nada suaranya,sambil berjalan menuruni anak tangga yang ada didepannya
"Iya non" saut bi mar,yang sedari tadi terlihat sedang sibuk memasak untuk makan siang nanti
"bi tolong katakan pada pa imam untuk menyiapkan mobil,karena saya ingin pergi kebandara sekarang juga,tolong cepat ya bi." Ucap Risa
"Baik non" saut bi Mar
"Terimakasih ya bi" ucap Risa lagi
"Sama-sama non," jawab bi Mar sambil tersenyum kearah Marisa
Lalu bi Mar pergi untuk mencari keberadaan pa imam,karena sejak pagi bi mar belum melihat pa imam ada dirumah itu.
"Ahhh mungkin pa imam sedang berada di kamarnya" ucap bi mar dalam hati
Kemudian bi mar berjalan menuju ke kamar pa imam,yang berada tidak jauh dari kamarnya.
Toktoktok ( mengetuk pintu kamar pa imam )
"Pak imam dipanggil tuh sama non risa,katanya disuruh siapin mobil untuk menjemput pak Bayu di bandara" ucap bi mar
"oh iya bi,tunggu ya bi, " ucap pak imam, sambil mengenakan seragamnya dan berjalan menuju pintu kamarnya
"Cepetan pak udah ditunggu non risa didepan tuh" ucap bi mar
"Ok bi siappp,saya akan segera kesana Bu, " ucap pa imam sambil memberikan hormat dan berjalan ke arah bagasi mobil
"Non mobilnya udah siap,mau berangkat sekarang?"tanya pak imam
"Oh iya pak kita berangkat sekarang ya,takutnya ayah saya udah lama nunggu, " saut risa
"Okedeh non berangkatttt" timpal pak imam
Saat itu jalan yang dilalui Risa sangat macet,karena baru saja terjadi kecelakaan di daerah itu.risa terlihat sangat gelisah melihat kearah jam tangannya).Selama didalam mobil Risa hanya bisa merebahkan kepalanya dan melihat kearah jendela mobil.
"Non risa , non" panggil pak imam
"Hmm iyaa pak ada apa ?" Jawab Risa
"Kita sudah sampai di bandara non, " seru pak imam
"Hah benarkah pak,maaf dari tadi Risa melamun karena sedang memikirkan ayah hingga tidak tau kalau kita sudah sampai di bandara,maaf ya pak" timpal risa
"Oh iya non Alhamdulillah kita udah sampai nih non " kata pak imam lagi
"Baiklah pak,tunggu diparkiran sebentar ya,saya masuk dulu,mau cari ayah" ucap Risa
"Oke deh non" jawab pak imam
Lalu risa turun dari mobilnya dan masuk kedalam bandara dengan tak henti-hentinya mengeluarkan senyum manis yang membuat setiap mata memandang salah tingkah dibuatnya.Rasanya Risa sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan ayahnya itu.Risa sudah tidak bisa menahan rasa rindu yang selama ini menggeluyuti hatinya,ia ingin sekali memeluk ayahnya itu sembari mendengarkan semua cerita ayahnya selama melakukan perjalanan bisnis bersama rekan kerjanya.
Risa terlihat berjalan dengan tergesa-gesa,bahkan sesekali ia menabrak orang lain dengan tidak sengaja.
" ahh apa yang sedang ada dalam pikiranku,mengapa aku begitu ceroboh sekali, hingga menabrak orang-orang disekitarku. " ucap Risa dalam hati,sambil memijat-mijat kecil pelipisnya itu,karena ia sudah sangat terlalu pusing mencari dimana keberadaan ayahnya.