
° Malam harinya dirumah keluarga Nasution
Risa sedang bersiap-siap untuk berkumpul bersama keluarganya dimeja makan.Ia memakai baju piyama lengan pendek berwarna navy miliknya,ia terlihat sangat nyaman ketika menggunakan pakaian seperti itu.Selain sederhana, bahannya juga sangat lembut dan nyaman saat dikenakannya.
Tak...tak...tak terdengar suara langkah kaki Risa berjalan menuruni anak tangga,dilihatnya kedua orangtuanya itu sedang asyik melahap beberapa makanan yang sudah dihidangkan oleh asisten rumah tangga mereka dimeja makan.
Risa lalu ikut memposisikan tubuhnya duduk berhadapan dengan mama Ira.Suasana hening kala itu,ketika mereka sedang sibuk melakukan aktivitas makan mereka dimeja makan,hanya terdengar dentingan sendok dan garpu yang membuat riuh seisi ruangan itu.
Ayah Bayu selama ini memang membiasakan keluarganya untuk tidak berbicara ketika sedang melakukan aktivitas makan di meja makan " Pamali " ujarnya.
Seketika ayah Bayu memecah keheningan itu,dengan melontarkan beberapa pertanyaan kepada istrinya.
" Sepertinya dari tadi aku tidak melihat Naysila ada dirumah.Kemana dia ? " tanya ayah Bayu,sambil mengunyah sisa sisa makanan yang ada di mulutnya.Ia memang sedang sibuk akhir akhir ini,tapi ia selalu menyempatkan diri untuk makan malam dirumah bersama keluarganya,terhitung hampir tidak pernah ia makan malam diluar tanpa keluarganya,kecuali dengan klien penting.Baginya keluarga tetap nomer satu dan wajib diprioritaskan olehnya.
" Ada kok mas! mungkin Naysila masih dikamarnya,biarin aja lah,nanti juga bakal turun sendiri kok! " Ketusnya.Ia menjawab pertanyaan itu tanpa menoleh kearah laki laki yang saat ini sedang menatap tajam kearahnya.Ia masih dengan lahapnya menghabiskan beberapa makanan yang sudah ia campurkan ke dalam piring miliknya.
Tak berhenti sampai disitu,ia masih penasaran dimana keberadaan anak tirinya itu,ia memerintahkan Risa untuk memastikan apakah benar adiknya itu ada dikamar,karena firasatnya mengatakan bahwa Naysila memang tidak sedang berada dirumah saat ini.
" Sayang! Tolong panggil adikmu ya nak!
Katakan padanya,kalau ayah menyuruhnya untuk segera bergabung di meja makan sekarang juga. " ucap ayah Bayu dengan suara terendahnya.Risa hanya mengangguk anggukkan pelan kepalanya, mengisyaratkan bahwa ia sudah mengerti maksud dari perkataan ayahnya itu.
Tanpa bertanya lagi,Risa lalu berdiri dan berjalan mendekati pintu kamar Naysila yang tidak berada jauh dari tempat mereka makan.Saat diputarnya knop pintu kamar Naysila,kamarnya tidak terkunci.Risa lalu mendorong pintu itu dan masuk tanpa permisi kekamar adiknya itu,dilihatnya tempat tidur itu masih tersusun rapi,bantal guling masih tertata rapi ditempatnya,seperti memang tidak ada aktivitas sejak tadi diatas tempat tidur kamar adiknya itu.
Risa lalu berjalan kearah kamar mandi yang ada didalam kamar itu,saat dilihatnya tidak ada seorang pun didalam sana. " Huh menyusahkan saja anak ini, " gumam nya.
Risa lalu mendongakkan kepalanya dan melihat kearah jam dinding yang berada tepat di atasnya,ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam.
" Ayah maaf! Sepertinya Risa tidak menemukan Naysila ada didalam kamarnya."
Risa berdiri disebelah ayahnya,sambil mengeratkan jemari jemarinya.Entah kenapa ia merasa sekujur tubuhnya gemetar.
" Benarkah, " ucap ayah Bayu,ia menghembuskan nafasnya pelan,agar pikirannya tetap bisa fokus.
Ira tersentak saat mendengar pernyataan Risa,ia sangat takut,seluruh tubuhnya gemetar.Ia sudah habis pikir apa yang akan dilakukan suaminya padanya saat tau putrinya tidak ada dirumah pada jam seperti ini.Sejujurnya walau dia terlihat tenang namun dadanya berdegup lebih kencang dari biasanya.Keringatnya mulai bercucuran dipelipisnya,entah apa yang dipikirkan wanita itu saat ini,tapi sangat jelas diwajah wanita itu ada perasaan bercampur aduk menjadi satu.
Ayah Bayu menarik napas panjang lalu berkata dengan wajah yang masih datar.
" Bagaimana mungkin kamu membiarkan anakmu keluyuran pada jam seperti ini huh ? " ucapnya dengan sedikit berteriak,ia sudah mulai mengintimidasi istrinya itu.
" Mas maafkan aku,tapi aku sungguh tidak tau kalau Naysila tidak berada dirumah saat ini,sungguh! " ujarnya,dengan sedikit mengerutkan bibirnya.
" O begitu! Mana mungkin kau bisa tidak tau! Diakan anakmu! " Ayah Bayu benar benar terlihat begitu marah kala itu.Pandangannya sudah seperti orang yang siap melahap habis wanita yang ada dihadapannya itu.
" Maafkan aku mas! " Ira hanya bisa tertunduk takut pada suaminya itu.Ia tidak menyangka kalau Bayu akan benar benar semarah ini.Ini memang kali pertamanya Naysila berani keluar hingga malam hari.Peraturan dirumah mereka memang sangat ketat,tidak mengizinkan anak perempuan kelayapan hingga pukul 10 malam.
" Ayah..... " Risa mencoba memberanikan diri mendekati ayahnya dan meletakkan tangannya di dada sebelah kiri ayahnya,ia hanya mencoba menenangkan ayahnya,agar tidak marah berlebihan kepada ibu tirinya, ia takut itu akan membuat kesehatan ayahnya menurun.
Mengapa ayah bisa semarah ini,bahkan dari aku kecil,ia tidak pernah semarah ini kepada mama Ira.Apa yang terjadi sebenarnya ? Apakah ayah sudah mengetahui semuanya mengetahui kejahatan mereka selama ini kepadaku dan menghambur hamburkan uang ayah dengan seenaknya.Batinnya
" Ayah...kita tunggu saja sebentar lagi,mungkin Naysila sedang diperjalanan atau mungkin dia sedang menghadiri pesta temannya.Ayah sudahlah! Ayah tidak perlu semarah ini kepada mama Ira,ayah harus menjaga kesehatan ayah,Risa tidak mau terjadi apa apa pada ayah.Hanya ayah yang Risa punya saat ini! " ucapnya.Syukur saja ayah Bayu mendengarkannya,sehingga emosi yang meledak-ledak tadi sudah tidak terlihat lagi diwajahnya.Kini wajahnya sudah nampak tenang,walau sedikit terlihat ada kekhawatiran diwajah laki laki itu.
Ayah Bayu duduk,sambil mengangkat satu kaki nya keatas.Ia tidak henti-hentinya berpikir dimana anak tirinya itu sedang berada.Karena waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam.Tak jarang juga ia terlihat mondar mandir sambil melihat kearah pintu luar.
Tit..tit terdengar suara klakson mobil dari halaman rumah mereka.Mereka dengan sesegera mungkin langsung keluar dan memastikan apakah Naysila yang datang atau bukan.
Ternyata sebuah taksi terparkir di halaman rumah mereka,sopir taksi itu terlihat membukakan pintu sambil membopong seorang wanita untuk turun dari mobilnya.Sangat jelas terlihat wanita itu sedang mabuk berat,jalannya saja sempoyongan,bahkan harus dibantu saat berjalan.
" Astagfirullah haladzhim, " ayah Bayu memusut pelan dadanya,ia tidak habis pikir mengapa bisa anak perempuannya itu berlaku seliar itu.
Risa dan mama Ira membantu menggantikan sopir itu untuk membopong tubuh Naysila dan membawanya masuk kedalam kamarnya.
" Maaf tuan,saya hanya disuruh seorang teman nona untuk mengantarkannya ke alamat ini, " ucap sopir itu
" Tidak apa apa pak! Terimakasih sudah mengantarkan putri saya dengan selamat." Jawab ayah Bayu sambil memberikan beberapa lembar uang cash kepada sopir itu.Ia memberikan lebih dari yang seharusnya ia bayar. " Ambil saja pak! Anggap saja itu bonus dari saya,karena sudah mengantarkan putri saya kealamat yang benar, " timpalnya lagi.Terimakasih pak terimakasih ucap sopir itu.
Sopir itu lalu mengemudikan lagi mobil miliknya,tapi tidak dengan ayah Bayu,ia masih terlihat berdiri dihalaman rumahnya,mungkin rasanya berat sekali saat akan melangkah masuk ke dalam rumah itu.Sabar sabar sabar gumamnya dalam hati sambil terlihat memusut-musut dadanya.
Flashback of#
Naysila sangat cemburu kepada nasib baik yang menimpa kakaknya.Ia sangat hiri karena sebentar lagi Risa akan dinikahkan dengan orang yang sangat kaya raya,bahkan harta keluarga mereka tidak akan habis walau dihabiskan selama 12 keturunan sekalipun.
Siang tadi saat mama Mira dan Kevin bertamu di rumah,dia mencoba mendekati calon mertua dan calon suami dari kakaknya itu.Tapi tidak berhasil! Karena tak seorang pun dari mereka merespon dengan baik kepadanya.
Terlebih lagi Mira,ia terus-menerus memuja muji Risa itu,hingga membuat Naysila sangat kesal dibuatnya.
Naysila lalu pergi menuju rumah sahabatnya,Mika.Kali ini dia tidak mengemudikan mobilnya sendiri,melainkan memesan taksi online.
Saat sampai dirumah sahabatnya itu,ia langsung merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu rumah Mika.
" Kenapa sih loe Nay, " celetuk Mika dengan wajah tidak bersalahnya.
" Gue bete,loe tau kan kakak gue Risa,dia mau dijodohin tau ngga! " Ujarnya.
" Iya seneng sih! Tapi masalahnya kakak gue mau dijodohin sama anak kolongmerat tau ngga,harusnya kan gue , " ucapnya dengan memperlihatkan wajah memelasnya.
" Wah hebat ya dia,memang siapa Nay laki laki yang akan dijodohkan sama kakak loe," Mika mulai penasaran dengan sosok laki laki yang membuat temannya itu sampai seperti ini.Uring uringan tidak jelas ujarnya
" Kevin Pratama Adiyasa "
" What! Diakan anak orang paling kaya se-Asia.Loe serius Nay ? Suara Mika sedikit berteriak,hingga membuat Naysila sedikit tersentak dibuatnya.
" Gue ngga budeg,ngga usah teriak juga kali loe , " ucap Naysila kesal sambil terus mengoceh tidak jelas kepada sahabatnya itu.
" Ia sorry sorry! "
" Dasar bodoh, " gerutunya kesal
" Kita jadikan Nay kepestanya Aldo, " tanya Mika
" Emang Aldo ngundang gue ya! Kok gue sampe ngga tau sih! " ucapnya.
" Oh iya sorry Nay,dia udah nitipin undangan sama gue,tapi gue lupa. "
" Selain bodoh,sifat pelupa loe juga udah berubah jadi akut ya kayaknya, " sambil sedikit mendorong kepala Mika,tapi Mika hanya cengengesan tidak jelas,membuat Naysila malah semakin kesal kepadanya.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam,Naysila dan juga Mika bersiap-siap untuk menghadiri pesta perayaan yang diadakan oleh Ronaldo teman masa SMA mereka.Kebetulan acara itu akan digelar diclub malam tempat orang orang kaya berada.
Naysila sangat cantik malam ini,dengan menggunakan dress berwarna pink yang ia beli sebelum berangkat tadi.Rambutnya tergerai,menambah sensasi kecantikan yang semakin haqiqi bagi orang orang yang melihatnya.
Ia duduk di bar yang ada diclub itu,sambil memesan beberapa minuman beralkohol.Mungkin sudah tak terhitung berapa kali ia sudah meneguk minuman itu,tapi sudah nampak jelas ia sangat mabuk saat itu.Aldo melihat itu,dan ia pun langsung menghentikan Naysila untuk minum lebih banyak lagi. " Risa aku akan menyiksamu,lihat saja nanti , " Naysila terus saja mengatakan itu berulang kali.Aldo yang mendengar itu pun sedikit mengernyit keheranan.
Aldo membawa Naysila keluar dan memesankan taksi online untuknya.Ia sangat khawatir saat melihat wanita yang dulu ia cintai itu sampai seperti sekarang ini.Entah apa yang membuat Naysila seperti ini,batinnya.
Aldo ingin mengantarkannya,tapi ia tidak bisa meninggalkan pesta begitu saja.Karena pesta ini adalah miliknya.Tak lama kemudian taksi itu pun muncul.
" Pak tolong antarakan teman saya kealamat ini ya! " ucapnya.
" Baik mas! " Jawab bapak sopir itu.Lalu mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.
" Astaga aku lupa membayarnya, " Aldo ingin memanggil lagi taksi itu,tapi taksi itu sudah terlalu jauh dari jangkauan matanya. " Aku sangat khawatir,sampai sampai lupa membayar taksi bapak itu. Sudahlah! " Aldo lalu masuk lagi ke dalam pesta itu dan memberi tau Mika kalau Naysila sudah pulang menggunakan taksi.
Pesta itu pun berlangsung hingga larut malam.
# Flashback on
Ayah Bayu kembali kedalam rumah,dan tidak sengaja ia berpapasan dengan mama Ira.
" Aku tidak mau hal ini terjadi lagi,apalagi sampai ada media yang tau tentang ini.Aku tidak akan segan segan untuk mengusirmu dari rumahku ini. " Ayah Bayu mencoba memperingati Ira agar tidak terjadi lagi hal memalukan seperti ini.
Sedangkan Risa,ia sudah kembali ke kamarnya,dan merebahkan tubuhnya ditempat tidur.Tidak lama setelah itu ia langsung terlelap karena sudah merasa kelelahan setelah melihat drama yang diciptakan oleh ayah dan ibu tirinya itu.
° Keesokkan harinya
Mama Mira sudah terlihat menunggu Risa dan Kevin dibutik langganannya.
Sambil menunggu mereka datang,mama Mira asyik melihat lihat kearah rak lemari yang berisi gaun pengantin.
Matanya secara bergantian melihat desain desain baju itu.Tapi entah mengapa,matanya tertuju pada satu gaun yang menurutnya sangat cocok untuk dikenakan Risa pada saat Resepsi pernikahannya.
Baju itu terlihat sederhana,tapi ada kesan menarik yang membuat baju itu diberi harga yang sangat fantastis.Hanya orang orang seperti mereka yang bisa membeli gaun seperti itu.Dibagian atas gaun itu terlihat ada beberapa berlian,gaun ini juga terbuat dari organza gading satin yang begitu panjang dan mewah.
.
.
.
.
.
.
.
Maaf ya kakak-kakak reader semua! update nya lama.Karena ada pekerjaan yang memang harus selalu aku utamakan,dan hanya menulis diwaktu senggang saja!
Semoga nanti updatenya bisa lebih banyak lagi ya!
Selamat Membaca dan Terimakasih atas perhatian kalian semua untuk selalu memberikan dukungan penuh untuk saya!
Jangan lupa like,vote,and Coment!