"You Are My Happiness"

"You Are My Happiness"
Cantik



" Silahkan mba,masuk! "


Salah satu pegawai di toko butik itu, mempersilahkan Risa untuk masuk terlebih dahulu ke dalam ruang ganti pakaian khusus wanita.


Sedangkan Kevin dipersilahkan masuk ke ruang ganti pakaian khusus untuk pria,yang letaknya pun sebenarnya bersebelahan.


" Eh i-iya mba,makasih ya! " ucap Risa dengan sedikit terbata-bata.Risa tidak bergeming sedikitpun,ia masih duduk terdiam ditempatnya,sambil memandang kearah gaun pengantin yang dibawa oleh dua pegawai toko itu.Tuhan! apakah sebentar lagi aku akan benar-benar menikah ? aku masih berharap ini hanyalah mimpi,Tuhan! Mana mungkin aku akan menikah ? apalagi dengan seseorang yang sebelumnya sama sekali tidak pernah aku kenal,bagaimana dengan perasaanku ? bagaimana dengan Vano ? apakah aku harus mengikhlaskan nya begitu saja,mengapa harus laki laki menyebalkan itu yang engkau pilihkan untukku,Tuhan! Rencanamu sungguh luar biasa, gumamnya dalam hati.


" Risa "


Suara wanita yang berada dibelakangnya itu, seketika membuyarkan lamunannya,ia langsung terperanjat dari tempatnya dan menoleh ke asal suara itu,ternyata mama Mira yang memanggilnya.


" Iya ma ada apa ?


Risa memutar balikkan tubuhnya kearah wanita yang ada dibelakangnya,sambil menarik paksa kedua sudut bibirnya yang mungil itu,hingga membentuk sebuah senyuman manis disana.


" Mama paham betul apa yang sedang kamu pikirkan ? Tapi cobalah mengerti nak! Ini semua kami lakukan demi kebahagiaanmu, "


Tiba tiba mama Mira berucap seperti itu kepada Risa, seolah-olah ia tau apa yang sedang berkecamuk dalam pikiran calon menantunya itu.


" Astaga! Bagaimana mungkin mama tau apa yang sedang aku pikirkan,bahaya nih! " gumamnya dalam hati.


" Ti-tidak ma,Risa tidak sedang memikirkan apa-apa.Risa hanya takjub saja melihat gaun pengantin yang mama pilihkan untuk Risa. "


" Are you really! "


Wanita itu berucap,seolah ia tidak percaya akan penuturan dari calon menantunya itu.


" Risa tidak mungkin berbohong ma,percayalah! "


Ia mencoba meyakinkan calon mertuanya itu untuk mempercayai semua perkataannya,dengan cara memasang wajah sememelas mungkin.


" Yasudah,sekarang kamu masuklah dan coba gaun itu,mama sudah tidak sabar ingin melihat kamu mengenakannya, " ucap mama Mira.


Risa pun menganggukkan kepalanya,dan berjalan masuk ke ruang ganti pakaian itu.


Sedangkan Kevin,ia sudah mencoba beberapa jas yang sudah dipilihkan oleh mama Mira untuknya,semuanya sangat cocok ditubuhnya,mengingat tubuhnya yang kekar dan kulitnya yang putih,membuat laki-laki itu pantas pantas saja saat mengenakan pakaian model apapun.


Kevin duduk,sembari memainkan ponsel miliknya.Tiba tiba ada sebuah pesan masuk,saat dilihatnya dengan seksama,ternyata Andre yang mengirimkan pesan singkat kepadanya.


" Bro,gue lagi dikantor lu nih, "


What! Kevin terperanjat dari duduknya saat membaca pesan singkat dari Andre. " Kapan pulangnya tuh anak, " gumamnya dalam hati.


" Ada apa sih Vin ? Bikin Mama kaget aja, "


Mama Mira mengernyit heran,saat melihat Kevin tiba tiba terperanjat dari tempat duduknya, sambil melihat kelayar ponsel miliknya.


" Hehe..tidak apa-apa ma,Kevin hanya kaget aja,karena tiba tiba Andre bilang dia ada di kantor Kevin sekarang.Padahal dia kan sedang mengerjakan proyek dari perusahaan papa di Kalimantan. " Ucapnya sambil menggaruk-garuk tengkuk kepalanya.


" Mungkin papa kamu yang nyuruh Andre untuk pulang,kamu kan sebentar lagi akan menikah! " tukas mama Mira.


" Nanti Kevin tanya aja langsung sama Andre ma, "


Posisi tubuh Kevin membelakangi tempat Risa mengganti pakaiannya,hingga ia tidak menyadari bahwa ada seorang wanita yang sedari tadi berdiri tepat dibelakangnya,sambil memegang bagian bawah gaun yang menutupi bagian kakinya.Kevin memang tidak menyadari hal itu,karena sejak tadi ia sedang asyik berbincang-bincang dengan mama Mira ditempat itu.


" Kevin lihatlah, "


Mama Mira berucap sambil tersenyum,hingga membuat Kevin mengernyit bingung karena tidak mengerti maksud dari orang tuanya itu.


Dengan posisi yang masih membelakangi Risa,Seketika Kevin terhenyak,sontak Kevin langsung berpaling dan membalikkan tubuhnya,dan gaun pengantin yang begitu indah itu seakan mengikuti setiap liukan di tubuh Risa,hingga setiap pasang mata yang melihatnya akan terpesona dan memuji wanita ini.


" Astaga! Cantiknya! " gumam Kevin lirih


" Apa kau mengatakan sesuatu, " tanya Risa


" Ti-tidak , aku tidak mengatakan apa-apa, "


" Aku barusan mendengar kau mengatakan sesuatu,tapi aku tidak begitu jelas mendengarnya.Apa ? "


" Apa apanya,sudah aku bilang,aku tidak mengatakan apapun,kau ini cerewet sekali, " ucap Kevin dengan sedikit berteriak,sambil mempelotokan kedua matanya kearah Risa,hingga kedua mata itu meronta seakan ingin segera keluar dari tempatnya.


" Yaudah santai aja kali,dasar kera" Risa berdecak,sambil mengalihkan pandangannya kearah mama Mira.


" Kau bilang apa ? "


" Dasar Kera, "


Risa memperhatikan Kevin seraya bersusah payah menelan ludahnya karena rasa takut.


" Apakah kau tidak bisa berbicara sopan sedikit ? " tanya Risa sembari menajamkan kedua matanya.


" Tidak bisa,memangnya kenapa ? "


" Yasudah, "


Risa lalu memalingkan pandangannya kearah mama Mira.


" Ma coba lihatlah,bagaimana penampilan Risa , ? tanya Risa sambil tersenyum kearah calon mertuanya itu.


" Cantiknya calon menantu mama, " mama Mira membalas senyuman Risa dan spontan memeluk erat tubuh calon menantunya itu.


" Benarkah ma, " Risa tersipu malu saat mama Mira memujinya dan membalas pelukan hangat dari wanita itu.


" Huh dasar caper,hobinya cari muka terus, "


gerutu Kevin kesal.


Seharusnya lu seneng kali bang ha..ha..ha


" Apa liat-liat ? " Risa berdecak.


" Siapa juga yang ngeliatin , " timpal Kevin


" Bilang aja suka,yakan! "


" Cih kepedean. "


Kevin langsung memalingkan pandangannya ke sembarang arah.


Setelah semuanya selesai,Risa segera mengganti pakaiannya dengan pakaian yang semula ia pakai.Sedangkan Kevin,ia terlihat sedang berdiri di meja kasir dan memberikan kartu kredit miliknya pada mba kasir itu.Ia bermaksud ingin membayar semua biaya untuk pembelian jas dan gaun pengantin untuk pernikahan mereka.


Mereka pun keluar dari butik itu,dan berjalan kearah parkiran tempat mereka memarkirkan mobil.Sesampainya disana,Kevin berpamitan untuk segera kembali kekantor nya,karena Andre sudah lama menunggunya.Mama Mira mengiyakan permintaan Kevin untuk kembali kekantornya dan dengan segera Kevin pun masuk dan mengemudikan pelan mobil sport Ferrari miliknya.


" kita makan dulu yuk! " ajak mama Mira,kebetulan disebelah butik itu ada sebuah restoran Chinese.


" Risa ngikut aja deh ma, "


Mereka pun mengurungkan niat mereka untuk pulang dan berjalan menuju restoran Chinese yang ada di sebelah butik itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Selamat Membaca!