"You Are My Happiness"

"You Are My Happiness"
Nomer Ponsel Risa



Tidak banyak aktifitas yang dilakukan Risa selama diperjalanan menuju toko buku,ia hanya diam,sambil menikmati udara segar diluar jendela kaca mobil Kevin.Begitupun dengan Kevin,ia hanya memfokuskan pandangannya kearah depan mobil,tanpa menghiraukan Risa yang duduk disebelahnya,sesekali Kevin melirik tajam kearah calon istrinya itu.


" Kalau mau bicara,bicara saja! Jangan menatapku seperti itu! " seru Risa tanpa melihat kearah Kevin


" ti-tidak! Siapa juga yang menatapmu," jawab Kevin berbohong


" Emmm....! " Risa menarik kedua sudut bibirnya hingga membentuk sebuah senyuman usil di sana.


" Apakah aku boleh bertanya sesuatu ? " tanya Kevin


" Tentu saja,bertanyalah! " ucap Risa


" Apa kau pernah mencintai seseorang ? " tanya Kevin dengan dipenuhi rasa penasaran.Risa terdiam sambil menatap tajam kearah Kevin,


" Kenapa kau tiba tiba bertanya seperti itu ? " ucap Risa,ia mengernyitkan dahinya seakan terlihat ada rasa kekesalan diwajahnya saat Kevin melontarkan pertanyaan itu kepadanya


" Tidak apa-apa! bertanya saja! tutur Kevin


" Pernah....dulu..! Imbuhnya , Risa begitu kecewa akan pertanyaan yang diajukan oleh Kevin,seolah rasa sakit yang sudah ia kubur dalam dalam kembali muncul berkecamuk didalam hati dan pikirannya.


" Siapa ? " tanya Kevin


Kedua mata Risa tiba-tiba berkaca-kaca seakan menyimpan begitu banyak kesedihan disana.


" A-aku...." Suara Risa terdengar semakin memberat,hingga tak terasa air matanya pun mengalir dari pelupuk matanya,Risa menundukkan wajahnya,seakan tidak ingin melanjutkan lagi pembicaraan itu.


Kevin terdiam sejenak dan menatap raut wajah Risa dengan tatapan iba.


" Sudah,jangan menangis.untuk apa kau menangis ? Cengeng sekali " ledek Kevin,padahal ia sendiri tidak tega melihat Risa menangis seperti ini.


" Ti-tidak...siapa juga yang menangis ? " Risa menyangkal dan mengusap wajahnya menggunakan kedua lengan tangannya.sesekali ia mengeluarkan lendir dari hidungnya dan menyapunya dengan pakaian yang ia kenakan.


" Jorok sekali , " gumam Kevin lirih sambil memfokuskan lagi pandangannya menyetir mobil


" Apa katamu ? " Risa berdecak kesal


" Ti-tidak...aku tidak mengatakan apapun! " bantah Kevin


" Kau bilang aku jorok barusan,benarkan! " Risa berdecak sambil melototkan kedua matanya


" Sudah tau nanya! " timpal Kevin sambil menyodorkan beberapa lembar tissue untuk Risa. Kevin hanya terkekeh dan segera memfokuskan lagi matanya kearah depan.


" dasar bodoh, " gumamnya dalam hati sambil menarik salah satu sudut bibirnya hingga membentuk sebuah senyuman miring di sana.


Hujan pun reda! Sesampainya didepan toko buku,Risa langsung turun dari mobil Kevin , dan berlalu pergi meninggalkannya di sana.


" Dasar gadis bodoh! tidak tau terimakasih! " gerutu Kevin kesal sambil membuka kaca jendela mobilnya


Risa sontak menghentikan langkah kakinya tepat didepan pintu toko buku,lalu ia membalikkan tubuhnya dan berjalan mendekati mobil Kevin


" Kau ini sepertinya hobi sekali ya mengatai ku, " seru Risa sembari meletakkan kedua tangannya diatas pinggang dan melototkan kedua matanya


" Memang kau tidak tau terimakasihkan! " Celetuk Kevin


" Dasar menyebalkan," timpal Risa


" Berikan ponselmu, " ucap Kevin


" Untuk apa ? " tanya Risa


" Kau ini sepertinya suka sekali ya bertanya, " jawab Kevin sambil menggaruk-garuk kepalanya


" Ya untuk apa ? " Risa mengernyit heran


" Berikan saja! Cerewet sekali! " Paksa Kevin


" Tidak mau!


" Yasudah! Tidak usah! timpal Kevin sambil berlalu pergi melajukan mobil sport miliknya itu.


***


Kevin akhirnya sampai dikantor milik papanya,lalu memarkirkan mobil Sport Ferarri miliknya dengan begitu hati hati.


Semua mata tertuju pada Kevin yang terlihat tampan dengan setelan yang digunakannya.


" Selamat pagi pak , " sapa salah satu karyawan yang ada dikantornya


" Selamat pagi , " saut Kevin


Kevin berjalan kearah ruangan miliknya,saat diperjalanan tiba tiba ia ditabrak oleh seseorang.


Bruk......


Kevin pun jatuh tersungkur dilantai,lalu seseorang yang menabraknya menyodorkan tangan dan mencoba membantu Kevin berdiri.Seseorang yang menabrak Kevin ternyata adalah Bayu,calon mertuanya.


" Kevin , " seru Bayu


" Om , " saut Kevin sambil menyunggingkan senyumnya kearah Bayu


" Kamu tidak apa-apa nak , maaf! tadi om berjalan terburu-buru,hingga tidak memperhatikan jalan lagi! " timpal Bayu sambil memperhatikan sekujur tubuh Kevin


" Oh iya om tidak apa-apa,Kevin baik baik aja kok, " Saut Kevin


" Baiklah nak! om pergi dulu ya.Jangan lupa main main kerumah om nanti, " ucap Bayu sambil menepuk-nepuk pundak Kevin


" Ngga mau mampir keruangan Kevin dulu om, " Kevin mengajak calon mertuanya itu untuk mampir keruang kerjanya,sembari mengajak berbincang-bincang sebentar.


" Baiklah! hati hati om, "


Bayu pun berjalan menuju parkiran mobil tempat dimana ia memarkirkan mobil miliknya.Bayu mengemudikan mobilnya sendiri,karena hari ini pak imam sedang izin untuk pulang ke kampung halamannya.


" Sebentar om , " Pinta Kevin


Bayu pun menghentikan langkahnya dan memposisikan tubuhnya berdiri tepat disamping mobil miliknya.


" Ada apa vin ? " tanya Bayu


" Kalau om tidak keberatan,apa boleh Kevin meminta nomer ponsel Risa om, " seru Kevin


" Oh! Tentu boleh dong! Dia kan calon istrimu, " timpal Bayu sambil menyunggingkan senyumnya kearah Kevin


Bayu pun akhirnya mengirimkan nomer ponsel Risa keponsel milik Kevin.


+62815282855


Kevin pun langsung menyimpannya,dan memberi nama " Marisa " didaftar kontak miliknya.


" Makasih om , " ucap Kevin


" Sama sama nak, "


Bayu pun akhirnya berlalu pergi meninggalkan tempat itu,dan kembali kekantor miliknya,karena rapat akan segera dilaksanakan bersama para investor penting perusahaan miliknya.


***


Risa sedang memilih beberapa buku yang akan dibelinya. drrrttt drrrttt drrrttt . Tiba - tiba ponsel milik Risa bergetar dengan diiringi pelan sedikit nada dering.Ia lalu segera mengambil ponsel tersebut dari dalam tas mini miliknya yang saat ini sedang ia kenakan.Satu pesan masuk terlihat di layar ponsel itu.


" Nomer siapa ini ? " gumamnya dalam hati,ia pun membuka pesan itu


Apa kau masih ditoko buku ~ Kevin


" Kevin! " gumamnya lirih


" Tau dari mana dia nomer ponselku , " Risa mengernyit bingung,saat tau yang mengirimkan pesan singkat padanya adalah Kevin.


Lalu Risa pun membalas pesan singkat itu dengan ketusnya.


Memang apa urusanmu ? ~ Risa


******Tunggu disana! aku akan menjemputmu! ~ Kevin


Tidak usah! aku mau naik taksi saja! ~ Risa


Cerewet sekali! tunggu saja! aku akan segera menjemputmu ~ Kevin******


" Astaga! dia ini benar - benar menyebalkan.sudahlah,aku tidak ingin membalasnya lagi." gerutu Risa kesal.lalu ia mematikan ponsel miliknya dan memasukkan lagi kedalam tas mini miliknya.


Risa lalu pergi ke kasir dan membayar beberapa buku yang sudah dipilihnya.


" Berapa mba ? " tanya Risa


" tunggu ya mba! saya cek dulu harganya! " saut penjaga kasir itu


" hmm.....


" totalnya Rp.125.000 ya mba, " ucap penjaga kasir itu sambil menyodorkan paper bag yang berisi buku tersebut.


Setelah dirasa semua sudah selesai,Risa lalu keluar dari toko buku itu menuju ke tempat makan yang ada di seberang jalan itu.


krucuk


krucuk


krucuk


" lapar sekali! lebih baik aku makan saja dulu! gumamnya,sambil berjalan kearah restoran yang ada di seberang jalan.


Risa lalu memesan beberapa makanan khas masakan padang yang ada di restoran itu.


lalu melahap habis semua makanan yang sudah di pesannya,tanpa tersisa sedikit pun.


.


.


.


.


.


.


.


.


Terimakasih untuk para reader setia " You Are My Happiness " .


Andai aja aku bisa up lebih banyak lagi,tapi apalah daya hmmm 🙂🙂.


Mohon pengertiannya ya! Karena ada beberapa pekerjaan yang harus author lebih utamakan.