
Mereka melakukan aktivitas mereka seperti biasa,ayah Bayu dan mama Ira sudah duduk ditempatnya masing masing,sambil melahap beberapa roti yang sudah diberi selai.
Tapi ada yang berbeda dari mereka berdua,raut wajah mereka! Ya benar,raut wajah mereka nampak berbeda dari biasanya.Mungkin karena kejadian semalam.
" Selamat pagi ayah! Selamat pagi mama! " ucap Naysila dengan tidak menunjukkan sedikitpun rasa bersalahnya.Wajahnya nampak tenang,tapi tidak dengan kedua orangtuanya itu.Wajah mereka terlihat sangat kesal,bahkan bisa dikatakan sangat murka karena mengingat kelakuan Naysila tadi malam.Sungguh sungguh memalukan gumamnya.
Kebetulan hari ini adalah hari minggu.Biasanya ayah Bayu akan mengajak anak anak dan istrinya untuk berlibur ke suatu tempat.Tapi tidak untuk hari ini,ia tampak sangat kecewa,karena anak tirinya itu sudah merusak kepercayaannya.Ia memang anak tiriku,tapi aku sudah membesarkannya bersamaan dengan putriku,bagaimana mungkin aku tidak kecewa.Aku sungguh kecewa,batinnya.
Naysila sadar betul perubahan pada raut wajah dan sikap ayahnya terhadapnya,tidak seperti biasanya.Ia pun memberanikan diri untuk bertanya!
Benar benar cari mati memang nih anak!
" Apakah ayah marah kepadaku, "
" Tidak "
" Lalu mengapa ayah mendiamkan ku seperti ini ? "
" Lalu menurutmu aku harus bagaimana huh ? " Bayu sedikit mengeraskan suaranya,sambil menghentikan aktivitas makannya dimeja makan.
" Ayah maafkan aku! " Naysila tertunduk sedih,bahkan bulir bulir air matanya mulai jatuh dari pelupuk matanya.Anak ini memang sangat pantas mendapatkan penghargaan sebagai aktris yang memerankan wanita paling tersakiti.Ia sangat pandai berakting,ini bukanlah yang sebenarnya,ia hanya berpura pura sedih dihadapan ayah tirinya itu,agar ia bisa merebut kembali hati Bayu dan membuatnya menyayanginya.
" Apa ini balasanmu untukku Naysila ? Apa aku pernah mengajarkan mu untuk menjadi seliar ini ? Mengapa kamu begitu jahat huh ? " Suara ayah Bayu mulai sedikit melunak,mungkin karena ia masih memiliki perasaan tidak tega kepada putrinya itu.
" Ayah maafkan Naysila! Naysila hanya dijebak ayah.Teman teman Naysila yang sudah mengajak Naysila untuk ketempat seperti itu dan mereka juga mencampurkan sesuatu keminuman Naysila agar Naysila mabuk,ayah aku mohon! Percayalah! " ujarnya.
Benar benar sangat pandai anak ini.Pandai berakting maksudnya ha..ha..ha
" Siapa nama temanmu ? "
Naysila bingung akan menjawab apa,ia takut kalau ayahnya itu akan benar benar mencari tau tentang dirinya.Tubuhnya mulai gemetar,ia melirik kearah mama Ira,berharap mendapatkan bala bantuan agar bisa terbebas.Tapi ia juga nampak kecewa dan mengalihkan pandangannya ke sembarang arah,hampir saja anak ini membuat kacau rencananya selama ini.
" Ayah sudahlah,tidak perlu diperpanjang lagi,aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi, " Naysila memohon mohon kepada ayahnya,bahkan ia berlutut dikaki ayah Bayu, berharap laki laki itu mau memaafkan nya.
Benar benar gadis tidak tau malu!
Risa lalu datang dan menghampiri ayahnya di meja makan,ia ingin berpamitan untuk pergi ke butik langganan mama Mira.
" Ayah sudahlah,jangan diperpanjang lagi! Aku yakin Naysila sudah cukup dewasa untuk menentukan yang mana yang baik dan yang mana yang tidak untuknya, " timpalnya, mencoba membela adik tirinya itu dihadapan ayahnya.
Ayah Bayu mencoba mencerna kembali kata kata dari putri sulungnya itu,setelah dipikir-pikir,ada benarnya juga apa yang dikatakan oleh Risa.Lagian untuk apa dia repot repot memikirkan anak tirinya itu,biarkan saja,gumamnya.
" Baiklah "
Alangkah bahagianya Naysila karena bisa mendapatkan maaf dari ayah tirinya itu.Tinggal mama Ira yang harus ia bujuk agar mau memaafkan semua keteledorannya ini.
" Ayah! Risa pamit ya! Risa mau ke butik untuk memilih gaun pernikahan yang akan Risa kenakan nanti, " ucapnya,sambil mencium punggung tangan orang tuanya itu.
" Ia sayang,hati hati ya! " jawab ayah Bayu,sambil tersenyum kearah putrinya itu.
Dasar tua bangka,tersenyum seperti orang bodoh saja! Gumam Naysila dalam hati
***
Hari ini Risa terlihat begitu cantik,kulitnya yang putih,matanya yang kecoklatan,hidungnya yang mancung,ditambah lagi sedikit polesan tipis diwajahnya,membuat wanita itu sudah bak bidadari yang turun dari langit.Dress yang ia gunakan juga sangat cocok ditubuh sexy nya,benar benar wanita idaman para lelaki.
Drrrttt
Drrrttt
Risa merogoh kedalam tas miliknya,saat dilihatnya,ternyata mama Mira yang menelepon.
" Halo ma,ada apa ?
" Sayang,kamu dimana ? Mama udah sampe butik dari tadi loh,mama juga udah pilihin beberapa gaun yang menurut mama sangat cocok sama kamu! Kamu cepetan kesini ya! Mama tunggu! " ucapnya.
" Maaf ya ma Risa sepertinya akan sedikit terlambat sampai disana.Karena ada masalah yang harus Risa selesaikan terlebih dulu tadi, " jawabnya.
" Tidak apa apa sayang! Mama ngerti kok! Kamu hati hati ya, "
Beruntungnya dapat mertua yang baik hati kayak gini!
" Iya ma, "
Mama Mira lalu memutuskan sambungan teleponnya bersama Risa,ia lalu membuka kembali daftar pencarian kontak dan menuliskan nama " My son " disana.
" Halo ma, "
" Kamu dimana sayang ? Mama udah di butik loh dari tadi.Kamu cepetan kesini ya! Mama tunggu! " ucapnya.
" Kevin masih dikantor ma,masih ada beberapa dokumen yang harus Kevin tandatangani.Sebentar lagi Kevin berangkat kok,lagian jarak kantor Kevin sama butik juga deket kok ma. " jawabnya.
" Yasudah! Selesaikan dulu pekerjaanmu sana.Mama tunggu ya! "
" Iya ma, "
Tak lama kemudian,sebuah taksi berhenti tepat didepan butik itu.Mama Mira menyipitkan kedua matanya memperhatikan kaki mulus seorang wanita yang baru saja turun dari taksi itu,wanita itu tak lain adalah Risa,calon menantunya.
Setelah membayar taksi online yang tadi dipesannya,Risa berjalan mendekati mama Mira dan mendudukkan tubuhnya di samping calon mertuanya itu.Sebelum duduk,tak lupa pula ia menciumi punggung tangan calon mertuanya itu.
Benar benar anak yang sangat sopan.
" Maaf ya ma,Risa terlambat. " dengan sedikit memperlihatkan wajah rasa bersalahnya.
" Tidak apa apa sayang, " sambil mencium pucuk kepala Risa.
Risa tersenyum dan langsung memeluk tubuh wanita yang ada di sampingnya itu.
Mama Mira pun tak segan untuk membalas pelukan hangat dari calon menantunya itu.Mereka berpelukan cukup lama,hingga tanpa mereka sadari,sudah ada lelaki yang memperhatikan mereka sejak tadi.
Laki laki itu ternyata adalah Kevin.
" Kevin.... " Risa langsung melepaskan pelukan itu,dan tanpa sadar sudah ada buliran air mata yang jatuh dari pelupuk matanya.Sudah lama ia tidak merasakan pelukan hangat seperti itu dari seorang ibu,mungkin sejak dia berumur 6 tahun,saat ibunya meninggal.
Bahkan,dari ibu tirinya sekalipun ia tidak pernah merasakan pelukan sehangat dan senyaman itu.
" Kenapa kalian berhenti ? tanya Kevin kepada kedua wanita itu,ia sedari tadi memang berdiri dibelakang mereka.
" Kau ini mengganggu saja! "
" Siapa yang mengganggu ? Kevin mengernyit bingung
" Kau! Kau itu pengganggu. " mulut Risa tak berhenti menggerutu kesal,karena laki laki yang kini dihadapannya ini sangat suka menggodanya.
" Iya! Aku memang pengganggu.Lantas kau mau apa huh ? " Kevin meninggikan sedikit nada suaranya,membuat wanita yang ada dihadapannya itu kini tersentak dan tertunduk takut melihatnya.
" Ti-tidak! A-aku, "
" Aku apa huh ? " Bicara begitu saja tidak benar,dasar bodoh!
" Biarkan saja! Dasar kera. "
" Apa kau bilang ? "
" DASAR KERA "
" Berani sekali kau mengatai ku, " Kini Kevin semakin mendekati Risa dan mendempetkan tubuhnya dengan tubuh Risa,hingga membuat wanita itu agak kesulitan untuk bergerak.
" Kenapa kau mengatai ku seperti itu huh ? "
" Kalau kau marah seperti ini,wajahmu memang sangat mirip dengan kera.Apa salah ku ? Aku hanya berkata jujur saja kok, " timpalnya.
" Astaga! Wanita ini! Sungguh membuatku kesal saja. " Kevin berdecak.
Ha..ha..ha ini belum seberapa! nanti akan ku buat kesal kau setiap hari DASAR KERA,gumam Risa dalam hati.
Lucu sekali pasangan yang satu ini!
" Sudah sudah,mama pusing tau ngga denger kalian berantem terus kayak gini! ayo cepetan kita coba jas dan gaun yang sudah mama pilihkan tadi untuk kalian berdua. " mama Mira berjalan mendahului mereka berdua bermaksud untuk menunjukkan arah tempat mencoba pakaian/fitting room.
" Mba tolong bawakan pesanan saya tadi kesini ya! "
Pegawai butik itu dengan segera mengambilkan pesanan gaun pengantin yang sudah dikeep oleh mama Mira tadi.
Setelah gaun pengantin yang dipesan mama Mira dikeluarkan dari tempat penyimpanannya dan dibawa keruang ganti pakaian,alangkah terkesiap Risa melihat gaun yang akan dikenakannya diacara resepsi pernikahannya nanti.
" fantastis, " hanya kata itu yang keluar dari mulutnya. "
Mama Mira meminta dua orang pegawai butik itu untuk membantu Risa mengenakannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Selamat Membaca!