"You Are My Happiness"

"You Are My Happiness"
POV RIVANO ANGGARA



Namaku Rivano Anggara,aku adalah anak kedua dari Teguh Pratama Adiyasa dan Mira Susanti Adiyasa.Mungkin semua orang mengira aku adalah anak kandung dari mereka berdua.Karena,selama ini mereka tidak pernah membeda-bedakan kasih sayang antara aku dan kakakku.


Mereka memang sangat baik,mau menerimaku dan mengasuhku seperti anak kandung mereka sendiri,aku sangat menyayangi mereka.


Saat ini,aku mengambil S2 ku di New York,Amerika Serikat.Aku mengambil jurusan bisnisman disana,itupun karena saran dari papa.Papa ingin aku meneruskan bisnisnya seperti yang dilakukan kakakku,aku pun menyetujui itu walau sebenarnya aku tidak begitu menyukai dunia bisnis.Tetapi,apa boleh buat,aku belum mencobanya.


Kalau kalian menanyakan apakah aku sudah memiliki kekasih atau belum ? aku rasa jawabannya belum.Dulu mungkin iya,sebelum aku meninggalkannya dan memilih mengikuti kehendak orangtuaku untuk melanjutkan S2 ku di Amerika.


Kekasihku adalah wanitaku yang paling aku cintai setelah keluarga,aku memiliki hubungan dengannya sejak kami masih duduk dibangku SMA,kami juga menyelesaikan S1 kami bersama-sama disebuah universitas tertinggi di Jakarta,bahkan kami juga berjanji untuk menggapai mimpi bersama.


Tapi,apalah daya.Nasi sudah menjadi bubur,wanitaku marah kepadaku karena aku meninggalkannya.Jujur! aku masih sangat mencintainya,dan sepulang aku ke Jakarta,aku akan langsung menemuinya dan menebus semua kesalahanku padanya.Doakan ya gaes! semoga aku berhasil membujuknya.


° 3 Tahun berlalu


Hari ini seperti biasa,aku sedang memimpin sebuah rapat di salah satu anak perusahaan milik keluargaku. Tiba-tiba dering ponselku berbunyi pelan,dan itu berlangsung cukup lama.Bahkan,panggilan itu sudah tak terhitung lagi jumlahnya.


Aku bergegas keluar dari ruangan,dan terpaksa mengangkat panggilan yang aku rasa cukup mengganggu itu.


Saat ku lihat layar ponsel milikku,ternyata papa yang menelepon ku.


" Astaga! Mengapa papa menelepon ku sebanyak ini ? Apa terjadi sesuatu ? " gumaman Vano lirih.


Segera ku tekan tombol hijau yang tertera dilayar ponselku.Ku dekatkan ke telinga dan mulai menyapa papa tercinta ku.


" Assalamualaikum pa " sapa Vano.


" Walaikumsalam nak! bagaimana kabarmu ? "


" Vano baik pa! Sepertinya suara papa terdengar seperti orang yang habis menangis ? Ada apa pa ? Apa ada masalah di Jakarta,sepertinya Vano juga mendengar mama sedang menangis,apa papa sedang bertengkar dengan mama ? "


Aku terus saja menghujani orangtuaku dengan semua pertanyaan yang sudah siap ku lontarkan sejak aku mendengar sayup-sayup orang yang sedang menangis dari seberang telepon.


" Nak! kamu harus cepat pulang ke Indonesia,kami semua membutuhkan mu nak. " ucap papa Teguh.


" Apa yang terjadi pa ? Apa mama sedang sakit ? " tanyaku.


" Kakakmu Kevin ..... "


" Iya pa,ada apa dengan kak Kevin. Katakan pa,jangan membuat Vano cemas seperti ini. "


" Kakakmu mengalami kecelakaan,saat akan melakukan fitting busana bersama calon istrinya,kamu harus segera pulang nak."


deg


Tubuhku gemetar,aku terkulai lemas dilantai,mataku menatap kosong ke sembarang arah.


" Tuhan! Ada apa denganmu ? "


Beberapa karyawan yang melihat ku, membantuku untuk berdiri dan membawaku masuk kedalam ruangan pribadiku.


" Ini benar-benar tidak adil. " gumamku dalam hati.


Dengan segera aku meminta sekretaris ku mengurus semua keperluan ku untuk kembali ke Indonesia.Ini benar-benar mendadak! membutuhkan waktu beberapa jam untuk sampai ketempat tujuanku.


###


Vano kini berada di dalam jet pribadi milik papa Teguh yang sudah dikirim khusus dari Indonesia untuk menjemputnya.Vano menempuh perjalanan udara cukup lama,mungkin sekitar 2.15 menit.


Tak banyak aktifitas yang dilakukan Vano selama diperjalanan,ia terlihat sedang mengotak-atik galeri ponselnya,sembari menatap sendu kearah album foto bersama dengan keluarga.


###


Setibanya dirumah sakit,


Vano disambut mama Mira dan juga papa Teguh,mereka memberi sapaan hangat kepada anak bungsunya itu.Mama Mira memeluk erat tubuh Vano,ia tersenyum.


" Really! "


Mama Mira mengangguk-angguk pelan,sambil menyelipkan senyuman tipis dibibir nya.


" Apa aku boleh bertemu dengan kakak ? "


" Kakakmu belum sadarkan diri nak,lebih baik sekarang kamu pulang,dan beristirahatlah,kamu pasti lelah. " ucap mama Mira.


" Mana mungkin Vano bisa beristirahat dengan tenang ma,sedangkan keadaan kakak seperti ini. "


" Kakakmu sudah lebih baik,kamu tidak perlu khawatir sayang, "


" Tapi ma .... "


" Mama mohon! "


Vano terpaksa mengiyakan permintaan orangtuanya itu.Karena,ia tidak ingin membuat mama Mira semakin sedih.


###


Dua hari berlalu, Vano berencana ingin memberi kejutan kepada abangnya itu.


Kenapa dua hari berlalu ? bukankah Vano baru sampai di Indonesia dan sama sekali belum bertemu dengan Kevin di rumah sakit.Ya ya ya pasti kalian bertanya-tanyakan.


Setelah kepulangan Vano ke Indonesia,ia harus membantu papa Teguh mengurus semua permasalahan yang ada di kantor,belum lagi mengurus pernikahan Kevin yang terpaksa harus di mundurkan dari jadwal yang seharusnya,itu semua tidak mudah,dan benar-benar melelahkan.Hingga Vano tidak memiliki sedikit waktu untuk menjenguk abangnya itu.


Hari ini Vano terlihat begitu tampan dengan baju santai yang ia gunakan,ia berjalan menyusuri lorong-lorong rumah sakit.


deg


tiba-tiba jantungnya berdegup dengan kencang saat melewati sebuah ruangan yang terletak cukup jauh dari ruangan tempat Kevin dirawat.


" Ada apa denganku ? " gumam Vano dalam hati.


" Perasaan ini ? " Vano mengernyit heran.


Vano melangkahkan kakinya untuk mendekati ruangan itu,ia begitu penasaran.Terlihat seorang wanita sedang terbaring lemah di bankar rumah sakit,dengan dipasangkan berbagai alat bantu pernafasan untuk membantu menunjang kehidupannya.


" Siapa wanita itu ? sepertinya aku pernah melihatnya. " gumam Vano lirih.


" Kasian sekali dia,pasti rasanya sangat sakit!" seru Vano,sambil menatap sendu kearah wanita di atas bed stretcher itu.


Siapakah dia ................


.


.


.


.


.


.


.


.


.


SELAMAT MEMBACA!