Yusuf Maura

Yusuf Maura
36. Putri



Dua hari kemudian acara kajian yang pernah dikatakan Pak Firman telah di mulai, kini Yusuf sudah berada di masjid dekat Gedung Sate Bandung, siapa yang tak mengenal tempat itu?


Saat Yusuf berbincang dengan salah satu anggota Ikatan Remaja Masjid yang menjadi panitia dalam kajian ini, seorang perempuan tampak menghampiri Yusuf sambil tersenyum. "Assalamualaikum," sapa perempuan itu dengan lembut.


Yusuf langsung membalas senyuman itu, rasanya seperti tidak asing, Yusuf merasa pernah bertemu dengan perempuan ini namun dia sendiri lupa. "Waalaikumsalam, Yusuf," ucap Yusuf memperkenalkan diri sambil menyatukan kedua tangannya di hadapan perempuan itu.


"Aku Putri kak, kita pernah ketemu di Kampus, masih inget?" tanya Putri dengan wajah ramah.


Seketika senyum Yusuf pun semakin lebar, dia ingat sekarang, saat itu sedang kumpul bersama organisasi remaja islam Kampus. "Hampir aja lupa," kekeh Yusuf pelan. "Kamu anggota remaja masjid di sini?" tanya Yusuf.


"Iya kak, aku jarang kumpul sih soalnya lagi persiapan Ujian Akhir, tapi karena hari ini enggak terlalu sibuk jadi aku sempatin hadir," jawab Putri. "Oh iya, Kak Yusuf ambil fakultas apa di Kampus?"


"Ambil fakultas Ekonomi, Akuntansi," jawab Yusuf, dia melirik jam di saat beberapa orang sudah mengumpul cukup banyak di dalam masjid. Masih ada waktu setengah jam lagi. "Rencana lanjut kuliah kemana?" tanya Yusuf balik.


Putri tampak diam sejenak lalu menggelengkan kepalanya. "Antara Kampus deket cafe Abi, sama Kampus kak Yusuf. Temen-temen aku juga banyak yang mau daftar ke sana."


"Siap kak, boleh minta nomor WhatsApp? biar bisa tahu kalo ada pendaftaran Gelombang 1," ucap Putri yang langsung diangguki oleh Yusuf, dia mengeluarkan ponselnya dan memberitahu nomor milik Yusuf yang belum sepenuhnya dia ingat.


"Tapi saya jarang buka WhatsApp, kalau ada yang penting nanti langsung telepon saja ya," ucap Yusuf mengingatkan.


Tak lama dua orang datang menghampiri mereka, mengajak Yusuf dan Putri untuk gabung bersama. Ada beberapa poin yang mereka bahas. Setelah selesai mereka berdoa bersama dan mulai mengambil tugas masing-masing.


Putri yang menjadi bagian dokumentasi membawa kamera di tangannya, dia memfokuskan kamera pada beberapa objek lalu senyumnya sedikit mengembang saat kamera mengarah pada Yusuf. Dia mengambil cukup banyak gambar Yusuf sedang berbicara, gaya pembawaan materi yang disampaikan Yusuf cukup santai, tampak sudah terbiasa dan tidak terlihat gugup sama sekali. Yusuf seperti menguasai materi yang diberikan dua hari lalu.


Putri sekarang seperti sudah mendapatkan sosok Abi versi muda yang dicarinya selama ini, Yusuf tidak terlihat suka mempermainkan perempuan, dia tampak ramah dan senang membantu. "Jangan foto Kak Yusuf terus dong Put, fokus sama tugas," bisik Anisa dengan nada menyindir, Anisa terkekeh pelan dan entah sejak kapan berada di samping Putri. Anisa adalah Dokumentasi 2, jadi sudah pasti Putri akan dengan mudah tertangkap basah.


Dengan wajah yang mulai bersemu merah, Putri langsung menurunkan kamera. "Apaan sih Nis, aku foto semuanya kok," jawab Putri sambil ikut berbisik agar tidak mengganggu orang-orang yang ada di sana.


"Emm, iya deh iya percaya, inget kata Pak Ustad, mandang lebih dari sekali zina mata," kekehnya lalu pergi menuju sudut lain masjid dan mendokumentasikan kegiatan.