Yusuf Maura

Yusuf Maura
28. Niat Jahat Al?



Yusuf menganggukkan kepalanya pada Maura, telinganya sakit mendengar suara keras ini dan matanya tidak nyaman dengan pemandangan yang baru dia lihat ini. "Iya. Saya pingin di luar aja nunggunya," jawab Yusuf sedikit berteriak agar Maura bisa mendengarnya.


"Ya udah pulang aja sama gue, kita jalan-jalan keliling Bandung. Asik tau kalo malem," ucap Maura dengan semangat.


Yusuf menatap waspada ke arah Maura, dia terdiam sejenak lalu bertanya. "Berdua?"


Maura mengangguk dengan tegas. "Ya iya lah, sama siapa lagi? Lo chat aja Al kalo lo sama gue pergi dulu," ucap Maura memberikan usul pada Yusuf.


"Saya gak punya nomor Al, jalan-jalannya lain kali aja, sama temen-temen yang lain, biar lebih rame," tolak Yusuf secara halus.


___


'Mereka beneran deket'


Send.


___


Al kembali lagi bergabung dengan Yusuf dan Maura, dia terlihat tidak seceria tadi. "Ra, gue sama Yusuf duluan pulang ya. Temen gue gak jadi dateng," ucap Al yang langsung duduk di depan Maura, menghalangi pandangan Maura pada Yusuf.


"Alhamdulillah," gumam Yusuf pelan yang merasa terselamatkan karena ucapan Al.


Maura mengangguk pelan, dia menoleh ke arah Yusuf sekilas lalu kembali pada Al. "Oke, Al hati-hati lo di jalan, jangan sampe nabrak pembatas jalan lagi," ucap Maura sedikit tertawa kecil.


"Haha gak akan lah. Gue sekarang udah jago."


"Yusuf," Yusuf menoleh kearah Maura. "Chat gue bales, jangan di diemin ya," teriak Maura.


Yusuf mengangguk dengan sopan seperti biasa, seperti tidak terganggu dengan sikap Maura yang terlalu berani. "Insyaallah, saya pamit ya Maura, Assalamualaikum." Maura mengangguk sambil tersenyum.


Di dalam mobil Al sesekali menatap ponselnya lalu menoleh pada Yusuf yang ada di sampingnya. "Lo deket sama Maura?"


Yusuf mengangguk. "Dia temen kuliah saya," jawab Yusuf.


Dengan ragu Al kembali bertanya. "Ohh, lo suka sama dia?"


"Enggak, saya cuma temenan sama dia."


Al yang mendengar itu langsung tersenyum kecut. "Yakin? Kayanya dia suka juga sama lo. Lo tau kan dia cantik? Banyak loh yang mau sama dia, apalagi dia model."


"Bagus kalo gitu," gumam Al yang cukup pelan namun terdengar oleh Yusuf.


"Bagus?" ulang Yusuf. "Kamu suka sama Maura?"


"Pernah sih dulu, tapi jadinya sama senior gue." Yusuf hanya mengangguk. "Oh iya. Misalnya Maura yang nembak lo, gimana? Misalnya nih ya dia udah banyak ngebantuin lo, ngasih ini itu buat lo, pokoknya ngejar lo banget lah, lo bakal terima? Soalnya nih ya gue udah tau banyak soal Maura, dia gak akan nyerah dapetin apa yang dia mau."


Yusuf menggelengkan kepalanya pelan. "InsyaAllah saya udah serius sama Aisyah."


"Bener lo gak akan nerima dia? Walaupun dia udah ngelakuin apa aja buat lo?" Yusuf mengangguk. "Saran gue sih, lo jauhin aja Maura dari sekarang, jangan ngasih harapan, kalo lo emang gak mau sama dia ya udah minimal lo jaga jarak."


Yusuf tidak mengerti dengan maksud dari ucapan Al. "Tapikan saya cuma temenan sama Maura."


"Gini deh, lo pasti pernah kan ngejar-ngejar cewek yang lo suka? Gimana perasaan lo kalo selama lo ngejar-ngejar dia, dia nya kayak ngasih harepan tapi ternyata dia gak suka sama lo dia cuma ngehargain lo sebagai temen, dan di hati dia gak ada perasaan apa-apa sama lo."


Tanpa disadari Al, Yusuf menundukkan kepalanya, selama ini apa dia seperti mengejar Aisyah? Satu surat pun Aisyah tak pernah membalasnya, bahkan saat dia pergi ke Bandung pun Aisyah belum menjawab perasaannya. Apa selama ini Yusuf terlalu memaksakan keinginan nya? Apa Aisyah selama ini hanya menghargainya sebagai teman? Astagfirullah, apa Yusuf selama ini menjadi beban untuk Aisyah.


Al yang tak mendapatkan jawaban menoleh dan melihat Yusuf dengan aneh. "Heh, lo ditanya malah ngelamun."


"Makasih sarannya."


Al menatap Yusuf tak percaya. "Saran gue jauhin Maura?" tanya Al memastikan.


"Semuanya," jawab Yusuf.


"Ya udah, gue anter lo sampe sini ya," ucap Al saat berhenti di depan pagar rumah.


"Iya, Assalamualaikum."


"Yoi, waalaikumsalam." Al mengeluarkan ponselnya saat Yusuf sudah turun dari mobil.


'Rencana berhasil, gue yakin mulai besok Yusuf ngejauhin Maura, sekarang lo gampang balikan sama Maura tanpa ada gangguan lagi'


Send.


⬛◼️◾▪️🌿▪️◾◼️⬛