Yusuf Maura

Yusuf Maura
21. Putri



Masih ingat Putri, anak angkat Adam yang ada di Novel Perempuan Halalku? Kini Putri sudah beranjak dewasa, dia sedang sibuk pada sekolahnya. "Assalamualaikum Abi," ucap Putri sambil mencium tangan Adam.


"Waalaikumsalam, sama siapa kesini?" tanya Adam sambil menutup laptopnya terlebih dahulu dan kini fokusnya hanyalah pada Putri.


"Sendirian Abi, Putri males di rumah."


Adam hanya tersenyum tipis mendengar keluhan Putri angkanya, di tepuknya sofa yang berbeda disebelah Adam dengan lembut. Putri yang seolah mengerti langsung duduk di samping Adam. "Putri emang gak boleh ikut campur urusan orangtua, tapi Putri harus tetep berdoa buat mamah sama papa biar cepet akur kayak dulu lagi," ucap Adam memberitahu dengan lembut.


Putri hanya mengembungkan pipi dalamnya lalu mengangguk pada akhirnya. "Aamiin Abi. Ayra mana abi? Biasanya hari minggu suka di rumah," tanya Putri yang dengan sengaja mengubah topik pembicaraan.


"Ke rumah nenek. Putri kesini sama siapa sayang?"


"Pake ojek online Bi."


"Masih belum berani bawa mobil sendiri?" canda Adam.


Putri menggelengkan kepalanya, dia menatap Adam layaknya seorang anak yang manja. "Masih takut Bi, hehe. Soalnya temen aku juga mau ngejemput, kan malu kalo ngejemput nya di rumah."


Adam mengerutkan dahinya bingung. "Kenapa harus malu?" tanya Adam.


"Papa Safiq kan lagi berantem Abi, nanti temen Putri tau dong masalah keluarga Putri," rajuk Putri.


Adam menarik nafasnya dalam, dia mengusap kepala Putri pelan. "Iya Abi ngerti sayang. Oh iya, Putri kan sebentar lagi mau 18 tahun, harus belajar dewasa ya. Jaga pergaulannya," ucap Adam memperingati, selalu ada perasaan cemas untuk Putri dan Ayra, kedua anak perempuannya.


Putri langsung mengangguk dengan patuh. "Pastinya Abi, Putri gak mau ngecewain Papa, Mamah, Umi sama Abi. Eh bentar Bi, ada chat." Adam tersenyum senang. Ditatapnya wajah Putri yang sedang memainkan ponselnya. Seorang anak berusia 2 tahun yang dulu ia urus, kini sudah tumbuh menjadi remaja yang cantik.


"Abi, Agung udah di depan. Putri pamit ya," ucap Putri yang langsung mengulurkan tangannya pada Adam.


Adam yang terkejut mendengar ucapan Putri langsung menatap Putri cemas. "Eh, laki-laki?" tanya Adam tak percaya.


"Iya Abi, tenang Agung cuma temen kok. Bukan pacar," bela Putri sambil menunjukan giginya.


"Inget, jangan terlalu deket." Sekali lagi Adam memperingati.


"Iya Abi, Putri kan nyarinya laki-laki yang kaya Abi. Yang nantinya bisa jadi imam yang baik buat Putri," kekeh Putri.


Adam menggelengkan kepalanya. "Putri masih kecil ngapain ngomongin imam? Sekolah dulu yang bener," ucap Adam yang mulai merasa khawatir.


"Iya Abi, Putri pamit ya. Kasian Agung nunggu lama."


"Dianterin aja sama Abi ya."


Putri menggelengkan kepalanya. "Gak usah Abi, Agung udah di sini. Gak enak kalo mendadak aku sama Abi," ucap Putri yang tak ingin berdebat lagi.


"Ya udah, beneran ya jangan terlalu deket. Kamu duduk di belakang aja."


Putri menarik nafasnya dalam melihat sikap over protective Adam yang kembali. "Nanti dia jadi kayak supir Abi. Assalamualaikum." Putri mencium tangan Adam dan berjalan keluar rumah.


"Waalaikumsalam," jawab Adam.


▪️▪️▪️


"Santai aja Put. Yang lain udah kumpul di cafe? Hp gue baru aja mati," tanya Agung.


"Bentar aku tanyain dulu," jawab Putri lalu membuka grup yang ada diponselnya.


Putri : Udah pada nyampe?


Anggi : Baru aku Put, meja no 19 ya, deket taman. Buat 8 orang kan?


Putri : Iya.


Dina : Gue, Sinta sama Doni bentar lagi berangkat ya😂


Anggi : Buruan!


Farel : Gi, di mana ya? Gue di parkiran.


"Baru Anggi sama Farel yang dateng," ucap Putri memberikan informasi.


"Cafe yang di Dago kan?" tanya Agung. Putri mengangguk. "Mampir ke kampus kakak gue dulu gak apa-apa ya? Soalnya hp dia ketinggal di mobil gue. Deket kok dari Cafe."


"Yah gak apa-apa lah," jawab Putri dengan senyuman.


"Oke, kalo gitu kita berangkat sekarang."


"Cuss," jawab Putri girang.


▪️▪️▪️


Sesampainya di halaman kampus mereka pun melepaskan seat belt. "Ini kampusnya?" tanya Putri.


"Iya. Pinginnya sih abis lulus masuk kesini juga."


Putri mengangguk mengerti. "Susah gak ya masuk sini?" tanya Putri.


"Gak susah lah buat lo mah, pinter."


Tanpa disadari Putri tertawa mendengar itu. "Agung nih paling bisa bikin idung orang terbang."


"Hahaha. Eh mau ikut ke lapangan nya? Kakak gue lagi latihan basket. Kali aja lo nyari yang ganteng kaya gue." Agung menaik turun kan alisnya membuat Putri tertawa.


"Ikut ah sambil liat-liat," jawab Putri kemudian.


Putri berjalan mengikuti langkah Agung, namun matanya menangkap sesuatu yang indah. Sebuah taman dengan kolam kecil ditengahnya dan beberapa kursi kecil yang hanya untuk dua orang disekelilingnya.


"Gung, aku nunggu disitu ya. Nanti kalo udah beres tungguin aja di mobil, takutnya aku ke toilet dulu."