
Yusuf memulai ceritanya dengan Basmallah terlebih dahulu "Cerita ini berjudul Hadza Sayamurru," ucap Yusuf yang langsung mendapatkan perhatian penuh dari Maura dan Fajar. "Pada suatu hari, seseorang meminta tukang emas yang tua renta untuk membuat cincin dan menuliskan sesuatu di dalamnya. Ia berpesan, 'Tuliskanlah sesuatu yang bisa di simpulkan dari seluruh pengalaman dan perjalanan hidupmu supaya bisa menjadi pelajaran bagi hidupku'. Setelah jadi, pemesan mengambil emasnya dan ia membaca tulisan kecil di cincin itu. Bunyinya, 'hadza sayamurr' (Ini, akan berlalu). Awalnya ia tidak paham dengan tulisan itu sampai suatu ketika, tatkala menghadapi persoalan hidup yang pelik, tak sengaja ia membaca tulisan di cincin itu "INI AKAN BERLALU", lalu ia pun menjadi lebih tenang." Yusuf melirik kedua temannya yang begitu fokus memperhatikan lalu kembali melanjutkan ceritanya.
"Dan tatkala ia sedang bersenang-senang, ia pun tak sengaja membaca tulisan di cincin itu 'INI AKAN BERLALU', lantas ia menjadi rendah hati kembali. Ketika kita mempunyai masalah besar ataupun sedang dalam kondisi terlalu gembira, ingatlah kalimat 'INI AKAN BERLALU' Akhirnya ia tersadar bahwa tidak ada satupun di dunia ini yang abadi. Jadi, ketika kita punya masalah, jalanilah dan janganlah terlalu bersedih. Demikian juga tatkala kita sedang senang, nikmatilah dan syukuri. Ingatlah, apapun yang kita hadapi saat ini, semuanya akan berlalu."
Fajar bertepuk tangan setelah mendengar cerita yang diberikan Yusuf, cerita yang menurutnya sangat menginspirasi dan berguna jika suatu saat nanti Fajar mengalami kesulitan. "Cerita yang menarik Yusuf. Benar-benar mengingatkan untuk terus bersyukur, tidak terlalu berlebihan karena semua itu akan segera berlalu," ujar Fajar.
Yusuf menganggukkan kepalanya cepat. Dia menoleh ke arah Fajar dan menepuk pelan bahunya. "Ada satu lagi kata-kata. Untuk itu, tetaplah sejuk di tempat yang Panas. Tetaplah manis di tempat yang begitu Pahit. Tetaplah merasa kecil meskipun telah menjadi Besar dan tetaplah tenang di tengah Badai yang paling Hebat.. Hadza Sayamurru," ucap Yusuf lembut sambil tersenyum.
Tanpa sadar senyum Maura dengan perlahan mulai mengembang, kini Yusuf membuat dirinya kagum hanya dengan sebuah cerita singkat yang indah. Seketika Maura merasa iri dengan perempuan yang sedang dicintai Yusuf, betapa beruntungnya perempuan itu mendapatkan Yusuf. Maura seakan tak lagi mementingkan popularitas, ketampanan dan kekayaan yang ada pada diri Satria, yang Maura inginkan sekarang adalah sosok penenang seperti Yusuf, terlihat sederhana, tenang dan membuatnya nyaman.
Waktu berlalu dengan cepat, mereka pun kembali berbincang dan Yusuf mengakhiri perbincangan mereka yang menyenangkan itu dengan sebuah cerita kembali.
Maura menerima buku itu dan cukup terkejut dengan apa yang dia terima, dengan ragu Maura kembali memberikan buku tersebut pada Yusuf. "Maaf Yusuf, gue gak bisa nerima buku ini, gue non muslim," ucap Maura.
Terlihat jelas raut wajah Yusuf dan Fajar terkejut bukan main, mereka tak mencari tahu terlebih dahulu mengenai data diri Maura. "Astagfirullah Maura, maaf saya tidak tahu," ucap Yusuf sambil dengan cepat mengambil kembali buku paduan sholat yang ia berikan.
—
Repost : Tareem_Lovers