
Berhari-hari
sudah lewat,luka di bagian wajah Jongin sudah pulih tinggal luka tusukan yang
masih belum kering sepenuhnya. Kyra mendadak mengambil cuti praktek di
kliniknya sendiri dan mengurus Jongin dengan telaten. Seperti pagi ini setelah
acara sarapan,Min-ah berangkat bekerja dan Suga berangkat sekolah. Kyra kembali
mengganti perban di peru Jongin dengan hati-hati “Luka mu sudah mulai mengering
Jongin-shi”ucapnya sambil masih menempelkan obat merah kebekas jahitan Jongin.
“Iya”jawab Jongin singkat,”Ehm…jongin-shi besok aku mau membuka klinik lagi. Aku
rasa beberapa masa cutiku sudah cukup,dan lukamu sudah mengering tidak perlu di
kontrol setiap waktu”ucap Kyra,Jongin langsung menoleh kaget pada Kyra. “Tapi,,disana
kamu gak aman”sahutnya,Kyra tersenyum “kau gak perlu khawatir,aku bisa jaga
diri sendiri. Disana juga kawasan yang cukup padat dan ramai gak bisa seenaknya
orang mencelakai orang di daerah ramai kan?”ucap Kyra meyakinkan Jongin. “Tapi
Kyr,,kalau sampai kamu kenapa-kenapa aku akan benar-benar merasa bersalah”ucap
Jongin lagi. Kyra menghela nafas dan duduk disamping Jongin,”sejak aku memutuskan
menolong mu,detik itu juga aku gak pernah berfikir sesuatu yang aneh selain
menyembuhkan mu. Masalah keamanan ku terancam itu sudah takdir,tanpa mengenal
dirimu pun aku bakalan mati nantinya kalau sudah waktunya”Kyra tersenyum
memandang Jongin. Dan akhirnya Jongin cuma bisa menghela nafas menuruti semua
perkataan wanita yang sudah menolongnya ini.
Keesokan paginya
Kyra sudah bersiap keklinik,setelah berdandan sedikit dan merapikan kemejanya. Kyra
keluar kamar dia melihat sang tante,keponakan dan Jongin sedang sarapan. Kyra berjalan
kemeja makan dan duduk disebelah Jongin,dia langsung mengambil roti dan sedikit
dia kasih saos cabe. Jongin memandang heran pada Kyra “Kok makan roti pakek
saos?”tanya Jongin polos,kyra menoleh dan tertawa terbahak-bahak. “Hyung,,gak
perlu heran,Noona memang seperti itu. Dia suka makan sesuatu yang aneh”sahut
Suga yang kemudian menyuapkan nasi goreng kemulutnya. Sarah memandang sinis
pada Suga,sedangkan Jongin masih bingung. “Kyra lebih suka roti yang bersaos
dari pada berselai,entah dia menyukai makanan seperti itu ikut Ayahnya atau
tamunya itu. Jongin akhirnya hanya mengangguk-angguk tanda mengerti. “kamu mau
klinik Kyr?”tanya Min-ah lagi,”iya tante,Jongin sudah sehat dan bisa ditinggal.
Kasian pelanggan klinikku pasti sudah antri untuk control hewan-hewan mereka”sahut
Kyra. “Syukurlah kalau Jongin sudah sehat”ucap Min-ah tulus. Kyra menoleh pada
Jongin yang tiba-tiba murung. “Jongin-shi kau tenang saja,kau tetap bisa
tinggal disini meskipun kau sudah sembuh”ucap Kyra. “Yak an tante?”lanjutnya. “Iya
Jongin,aku sudah mengannggapmu sebagai anakku sendiri. Jadilah hyungnya Suga”timpal
Min-ah,”Nde,,,benar kata Omma Hyung,jadilah hyungku”Suga ikut berkata. Jongin tersenyum
tipis,dia gak menyangka keluarga ini begitu baik.
Kyra memarkirkan mobilnya didepan klinik,setelah
dia keluar dia heran kenapa kliniknya dari luar terlihat suram. Setelah masuk
Kyra semakin kaget,ruangan tunggu pasien berantakan seperti sudah ada angin **
beliung disini. Dengan setengah panik Kyra masuk keruangannya dan disitu jauh
lebih berantakan. Semua barang,obat-obatan dan segalanya yang disana sudah
tidak pada tempatnya lagi. Kyra memegang kepalanya pusing “kenapa ini?apa yang
terjadi”gumamnya,pelan dia memunguti barang yang berantakan. Kyra seperti ingin
menangis tempatnya bekerja jadi berantakan seperti ini. Matanya panas “siapa
yang tega melakukan ini?apa salah ku’gumam Kyra lagi masih tetap membersihkan
ruangan itu. “Apa ini semua ada hubungannya dengan Jongin?”tanyanya pada diri
sendiri.
Setelah beberapa
jam Kyra membersihkan ruangannya akhirnya sekarang dia bisa menjatuhkan
tubuhnya dikursinya. Hari ini dia belum bisa membuka praktek beberapa
obat-obatan dan alat periksa tidak bisa digunakan,bahkan satu-satunya cctv yang
ada diruanngan Kyra juga rusak. Kyra mengacak rambutnya “apa yang harus aku
lakukan”gumamnya sendiri. Sehari ini dia hanya komunikasi dengan diri sendiri
di klinik.
*********