WHO ARE YOU

WHO ARE YOU
Episode 5



Berhari-hari


sudah lewat,luka di bagian wajah Jongin sudah pulih tinggal luka tusukan yang


masih belum kering sepenuhnya. Kyra mendadak mengambil cuti praktek di


kliniknya sendiri dan mengurus Jongin dengan telaten. Seperti pagi ini setelah


acara sarapan,Min-ah berangkat bekerja dan Suga berangkat sekolah. Kyra kembali


mengganti perban di peru Jongin dengan hati-hati “Luka mu sudah mulai mengering


Jongin-shi”ucapnya sambil masih menempelkan obat merah kebekas jahitan Jongin.


“Iya”jawab Jongin singkat,”Ehm…jongin-shi besok aku mau membuka klinik lagi. Aku


rasa beberapa masa cutiku sudah cukup,dan lukamu sudah mengering tidak perlu di


kontrol setiap waktu”ucap Kyra,Jongin langsung menoleh kaget pada Kyra. “Tapi,,disana


kamu gak aman”sahutnya,Kyra tersenyum “kau gak perlu khawatir,aku bisa jaga


diri sendiri. Disana juga kawasan yang cukup padat dan ramai gak bisa seenaknya


orang mencelakai orang di daerah ramai kan?”ucap Kyra meyakinkan Jongin. “Tapi


Kyr,,kalau sampai kamu kenapa-kenapa aku akan benar-benar merasa bersalah”ucap


Jongin lagi. Kyra menghela nafas dan duduk disamping Jongin,”sejak aku memutuskan


menolong mu,detik itu juga aku gak pernah berfikir sesuatu yang aneh selain


menyembuhkan mu. Masalah keamanan ku terancam itu sudah takdir,tanpa mengenal


dirimu pun aku bakalan mati nantinya kalau sudah waktunya”Kyra tersenyum


memandang Jongin. Dan akhirnya Jongin cuma bisa menghela nafas menuruti semua


perkataan wanita yang sudah menolongnya ini.


Keesokan paginya


Kyra sudah bersiap keklinik,setelah berdandan sedikit dan merapikan kemejanya. Kyra


keluar kamar dia melihat sang tante,keponakan dan Jongin sedang sarapan. Kyra berjalan


kemeja makan dan duduk disebelah Jongin,dia langsung mengambil roti dan sedikit


dia kasih saos cabe. Jongin memandang heran pada Kyra “Kok makan roti pakek


saos?”tanya Jongin polos,kyra menoleh dan tertawa terbahak-bahak. “Hyung,,gak


perlu heran,Noona memang seperti itu. Dia suka makan sesuatu yang aneh”sahut


Suga yang kemudian menyuapkan nasi goreng kemulutnya. Sarah memandang sinis


pada Suga,sedangkan Jongin masih bingung. “Kyra lebih suka roti yang bersaos


dari pada berselai,entah dia menyukai makanan seperti itu ikut Ayahnya atau


tamunya itu. Jongin akhirnya hanya mengangguk-angguk tanda mengerti. “kamu mau


klinik Kyr?”tanya Min-ah lagi,”iya tante,Jongin sudah sehat dan bisa ditinggal.


Kasian pelanggan klinikku pasti sudah antri untuk control hewan-hewan mereka”sahut


Kyra. “Syukurlah kalau Jongin sudah sehat”ucap Min-ah tulus. Kyra menoleh pada


Jongin yang tiba-tiba murung. “Jongin-shi kau tenang saja,kau tetap bisa


tinggal disini meskipun kau sudah sembuh”ucap Kyra. “Yak an tante?”lanjutnya. “Iya


Jongin,aku sudah mengannggapmu sebagai anakku sendiri. Jadilah hyungnya Suga”timpal


Min-ah,”Nde,,,benar kata Omma Hyung,jadilah hyungku”Suga ikut berkata. Jongin tersenyum


tipis,dia gak menyangka keluarga ini begitu baik.


                Kyra memarkirkan mobilnya didepan klinik,setelah


dia keluar dia heran kenapa kliniknya dari luar terlihat suram. Setelah masuk


Kyra semakin kaget,ruangan tunggu pasien berantakan seperti sudah ada angin **


beliung disini. Dengan setengah panik Kyra masuk keruangannya dan disitu jauh


lebih berantakan. Semua barang,obat-obatan dan segalanya yang disana sudah


tidak pada tempatnya lagi. Kyra memegang kepalanya pusing “kenapa ini?apa yang


terjadi”gumamnya,pelan dia memunguti barang yang berantakan. Kyra seperti ingin


menangis tempatnya bekerja jadi berantakan seperti ini. Matanya panas “siapa


yang tega melakukan ini?apa salah ku’gumam Kyra lagi masih tetap membersihkan


ruangan itu. “Apa ini semua ada hubungannya dengan Jongin?”tanyanya pada diri


sendiri.


Setelah beberapa


jam Kyra membersihkan ruangannya akhirnya sekarang dia bisa menjatuhkan


tubuhnya dikursinya. Hari ini dia belum bisa membuka praktek beberapa


obat-obatan dan alat periksa tidak bisa digunakan,bahkan satu-satunya cctv yang


ada diruanngan Kyra juga rusak. Kyra mengacak rambutnya “apa yang harus aku


lakukan”gumamnya sendiri. Sehari ini dia hanya komunikasi dengan diri sendiri


di klinik.


*********