WHO ARE YOU

WHO ARE YOU
Terhipnotis



Siang hari nya, Rania masih memikirkan pembicaraan dirinya semalam bersama seekor serigala.


Seakan tidak percaya,namun hal itu nyata di depan mata.


Apalagi, persoalan Brain yang merupakan seorang vampir.


Rania merasa hidup nya seperti di dalam dongeng.


Suasana siang itu terasa sejuk, ketika angin berhembus menerpa tubuh gadis itu. Terlihat anak anak rambut Rania berantakan tertiup angin.


Rania berdiri di tengah taman, di depan rimbun nya bunga mawar. Matanya terasa sejuk ketika melihat hutan yang menghijau.


"Huh,pantas saja dia membuat istana di tengah hutan seperti ini" gumam Rania.


Slaks..


Deg.


Dia menoleh ke kiri dan kanan. Suara berisik tiba-tiba terdengar dari balik semak semak.


Siapa di sana? apa ada yang sedang mengintip ku?


Rania berjalan mundur, dia hendak berbalik masuk ke dalam mansion Adam.


Hub!


Seorang wanita berjubah hitam dan merah menghadang nya. Rania menatap penuh rasa takut.


"Siapa kau?"


Wanita itu tersenyum mengerikan,dia berjalan perlahan mendekati Rania.


Setiap langkah maju wanita itu, di balas dengan langkah mundur oleh Rania.


"Pergi! jangan ganggu aku!"


"Sttt...Luna, mengapa anda begitu takut kepada saya? saya bukan kah orang jahat!"


Sekali jentikan jari dari wanita itu, Rania langsung terdiam kaku. Mata nya menatap kosong.


Ada apa dengan ku? mengapa aku tidak bisa bergerak?


Kesadaran Rania terkunci di bawah alam sadarnya. Kini wanita itu mampu menguasainya.


"Luna ku sayang, dengarkan perkataan ku baik baik" ucap wanita itu berbisik di samping telinga Rania.


Rania mengangguk kaku, tubuh nya benar benar tidak sejalan dengan pikiran nya.


"Bagus"


Wanita berjubah hitam gaun merah itu pun tersenyum senang. Dia memejamkan matanya, lalu seketika dia berubah menjadi semut kecil dan masuk ke dalam rambut Rania.


"Pergilah masuk ke dalam mansion, bersikaplah seperti biasanya" suara itu berbisik memerintahkan tubuh Rania.


Adam baru saja selesai membersihkan diri. Dia terkejut melihat mate nya berjalan masuk ke dalam kamar.


Ada apa dengan dirinya?


Adam mendekati mate nya,tidak biasanya Rania berjalan tanpa menegur nya.


"Sayang, apa kamu baik baik saja?" tanya Adam.Tangan nya meraih tangan Rania.


"Aku baik baik saja" ketus nya.


Ada apa dengan mate kita Adam. Bukankah kita sudah berbaikan? dia sudah mengetahui segalanya tentang kita.


"Entahlah Adit, aku juga tidak tahu"


Adam masih mengawasi mate nya yang kini berbaring di atas ranjang. Dia yakin sesuatu telah terjadi pada mate nya.


"Pergi lah, aku ingin beristirahat!" ucap Rania mengusir Adam.


Pria itu semakin heran, suasana di antara dia dan mate nya mendadak menjadi buruk.


Adam meninggalkan kamar nya,membiarkan mate nya beristirahat.


Di dalam hati, Adam masih bertanya tanya. Apa yang telah terjadi pada kekasih hatinya.


Di tempat lain, Laura kembali mengamuk. Terlihat semua barang barang sudah berhamburan di lantai.


Guntur tampak pusing, dia tidak bisa menenangkan istri nya. Jika situasinya seperti ini, hanya satu orang yang bisa menenangkan nya.


Adam.


Yah, hanya pria itu yang bisa menenangkan adik nya.


Alpa, Laura kembali mengamuk. Aku khawatir kandungan mate ku berakibat buruk.


Adam segera mendatangi kamar adik nya setelah mendapat mindlink dari sang Beta.


"Alpa!"


Guntur mendekati Adam, penampilan nya sangat kacau. Lebih kacau di bandingkan dengan situasi kamar ini.


"Kakak!"


Laura terbang kearah kakak nya, dia mengambang di depan Adam.


"Ada apa Laura, mengapa kamu mengamuk lagi. Bukan kah purnama telah berakhir?"


Melalui tubuh mawar,Laura menggeleng pelan.


"Kau salah kak, semuanya belum berakhir. Aku merasakan malam ini akan ada bencana yang sangat besar dalam hidup kita" ucap Laura panjang lebar.


"Kakak harus berhati hati, mate kakak akan menjadi incaran nya!"


Adam, apa kau ingat ramalan itu? Gerhana pembawa malapetaka?. Adit.


Adam terdiam, dia menghela nafas berat. Adam teringat dengan pesan ayah nya sebelum dia meninggal dunia.


Berhati-hatilah Adam, kelak peperangan besar akan terjadi. Kau memang kuat, namun yang menjadi lawan mu adalah kelemahan mu.


Adam memejamkan mata nya sebentar, lalu kembali membukanya.


"Laura, berhenti lah untuk mengamuk seperti ini. Kamu harus memikirkan kondisi janin kalian"


"Tapi kak, aku tidak bisa menahan kegelisahan ini. Aku merasa ada sesuatu yang telah hadir di dalam pack kita" ucap Laura, deru nafas nya terdengar mulai terengah.


Setelah Laura berkata, tiba-tiba terdengar suara teriakan dari kamar Adam.


"Adam!!"


Rania?


Adam segera berlari menggunakan kekuatan serigalanya. Secepat mungkin dia tiba di dalam kamar.


"Mawar!!"


Guntur menangkap tubuh lemah mate nya. Laura berganti sift sebelum tubuh Laura tiba di atas ranjang.


"Huh. Huh.." deru nafas Mawar terengah.


"Rania, dia dalam bahaya. Ayo kita lihat!"


"Tidak mate, kamu butuh istirahat. Alpa akan mengatasinya" cegah Guntur.


Mawar menggeleng, dia merasakan bahaya sudah hampir tiba. Pack dan semua anggota nya dalam bahaya.


"Ayo Guntur, bawa aku melihatnya!"


Mau tidak mau, Guntur akhirnya terpaksa membawa mate nya menuju ke kamar Adam.


Di kamar, Adam melihat mate nya tengah berdiri di atas pagar balkon.


"Rania Tidak!" teriak Adam.


"Berhenti!!!" Rania berteriak histeris. Mencegah Adam untuk mendekati dirinya.


Suruh dia menjauh.


Suara perintah itu kembali terdengar di telinga Rania.


Rania berteriak di dalam hati nya. Pikiran dan tubuhnya tidak bekerjasama.


"Sayang, apa yang terjadi. Mengapa kamu melakukan ini. Ayo turun" bujuk Adam.


Dia menatap mate nya, terlihat jelas dari raut wajah Rania ada wajah kesedihan.


Mata gadis itu meneteskan air mata.


Adam tolong aku. . .


Deg.


Adam tersentak, dia mendengar suara rintihan mate nya.


*Apa kau juga mendengar nya Adam?


Yah Adit. Aku mendengar nya. Mate kita dalam pengaruh jahat.


Adam, lihat semut di balik telinga mate kita. Itu penyihir Adam. Mate kita di hipnotis*.


Adam menggeram marah, berani nya penyihir busuk itu mendekati mate nya.


"Keluar lah! jangan bersembunyi di balik kekuatan mu!" teriak Adam marah.


Dia terus menatap gerak gerik mate nya, yang di kuasai oleh penyihir.


Raut wajah Rania seketika berubah, semut yang hingga di telinga nya, masuk ke dalam tubuh Rania.


"Hahahaha.. Ternyata kau sudah mengetahuinya Alpa Adam. Kau memang alpa yang cerdas"


Wuss...


Tubuh Rania tiba-tiba terbang ke udara, penyihir itu membawa tubuh Rania semakin tinggi di udara.


"Kembalikan Mate ku!!!"


Adam berlari, dia melompat dari balkon. Tepat sasaran, Adam memeluk tubuh mate nya, lalu menekan nya ke bawah.


Bruk!


Mereka jatuh di tanah, dengan posisi Adam berada di bawah dan Rania di atas tubuhnya.


"aws.." Rania meringis, kesadaran nya telah kembali.


Sebelum Penyihir itu kembali mempengaruhi mate nya, Adam dengan cepat membacakan mantra perlindungan, kau di tiup nya puncak kepala mate nya.


Sial!.


Penyihir itu mengumpat marah, dia tidak bisa memasuki Rania lagi.


Awas saja nanti.


Penyihir itu memilih pergi, dia tidak bisa bertarung dengan Adam. Pria itu bukanlah tandingan nya. Dia pasti akan kalah dan mati sia sia.