WHO ARE YOU

WHO ARE YOU
Episode 4



Park Sehun melempar gelas


anggurnya ke kaca dihadapannya,membuat banyak serpihan gelas dan kaca pecah


berserakan. Salah satu serpihannya bahkan tepat mengenai pipinya yang putih


bersih bak susu,dia pun memegangi pipinya yang mulai mengeluarkan darah segar


yang pekat. Dia tersenyum smirk,dan kemudian menghapus darahnya kasar. Dia


beranjak dari posisinya sekarang dan keluar kamarnya,penthouse besar nan mewah


itu kediaman Park Sehun pekerjaannya sebagai seorang dokter forensik disebuah rumah sakit yang bekerja


sama dengan kepolisian jelas memberikannya banyak pundi-pundi uang. Park Sehun menuju ruang


penyimpanan obat-obatan dan mengambil 1plester dan langsung menempelkan pada


lukanya dengan bantuan cermin diruangan itu. Sehun pergi keruang tengah dan


menjatuhkan dirinya disofa,dia meraih handphone yang tergeletak dimeja sejak


lama tadi. Dia menekan angka 1 dan tertera nama Park Jongin disitu,namun nada


tidak aktif kembali terdengar disitu. Sehun mendengus frustasi dan kembali melempar


handphonenya ke meja. "Kemana


kamu pergi?"tanyanya bermonolog. Tit...tit...tit...klining....suara pintu


penthouse Sehun terbuka dengan sendirinya,Sehun reflek


menoleh keasal suara kalau-kalau itu Jongin,namun ternyata dugaannya salah pria


tinggi,tampan bak model menghampiri Sehun di


sofa. "Kenapa kau kesini Lee Seojun?"tanya Hechul dingin,"ada


sesuatu yang harus kau tau Hun"sahut Seojun. Sehun mengerutkan keningnya dan memandang Seojun,yang dipandang melempar sebuah foto


dan sebuah kertas yang berisi seperti peta titik koordinat. "Itu foto


lokasi terakhir Jongin berada,dan itu peta titik koordinat lokasi tujuan Jongin


sebelum handphonenya kembali nonaktife"ucap


Seojun menjelaskan. Sehun mengambil barang yang dilempar detektif sahabatnya yang sekaligus rekan kerja


adiknya Jongin. "Klinik hewan?"tukas Sehun tanda bingung kenapa juga sang


adik harus kesitu. Seojun menghela nafas dan duduk disamping Sehun,"semoga Jongin baik-baik


saja"ujar Seojun.


Dilain tempat Kyra sedang menyiapkan


makan malam dengan sang tante,Kyra menata makanan dan piring dimeja makan.


"Suga....Jongin-shi makan malam sudah siap"teriak Kyra dari dapur.


Gak butuh waktu lama Suga sudah duduk manis dimeja makan dan selang beberapa


menit kemudian Jongin juga duduk dimeja makan juga. Kyra menyodorkan bubur


seafood pada Jongin,"maaf ya jongin-shi untuk beberapa hari sepetinya makanan


ini yang hanya bisa kau konsumsi,karena perut kau belum pulih dan juga aku takut kau punya masalah pencernaan"Kyra sedikit menjelaskan alasannya memberikan Jongin bubur. Jongin


tersenyum dan mengangguk "kau memberiku makan saja sudah terima kasih"sahut Jongin kemudian.


"Makanlah yang banyak Jongin,masakan Kyra tidak pernah mengecewakan


walaupun itu hanya bubur"timpal Min-ah,"iya Imo"sahut Jongin


lagi. Dia kemudian menyuapkan sesendok penuh bubur,dia merasakan bubur yang


lembut serta semua maskan laut yang sangat enak dimulutnya. Tiba-tiba senyumnya


mengembang begitu saja dan kembali menyuapkan bubur lagi. "Senyuman ini yang kau tunjukan


saat kau tidur diklinik ku waktu itu,sebenarnya kau mimpi apa?"cletuk Kyra tanpa basa basi


yang membuat Jongin teringat tingkah laku Kyra saat itu dan memaksa Jongin


untuk tidak tertawa dan yang alhasil membuatnya tersedak dan dia pun


terbatuk-batuk. "Ya....Nuna kau membuat hyung tersedak lagi"ucap Suga


yang kemudian menyodorkan segelas air,Jongin menerima air dari Suga dan


meminumnya perlahan. "Maaf ya Jongin-shi"ucap Kyra sedikit menyesal. "Gak apa -


apa kok" ya Jongin berbohong karena sekarang perutnya kembali berdenyut karena batuk


tadi."Sebaiknya lanjutkan makan kalian,jangan ngobrol terus"sambung


Min-ah.


Suga sedang


mengerjakan tugas rumahnya,sedangkan Jongin hanya berbaring diranjang. Dia berfikir bagaimana dia bisa


menghubungi Hyungnya tanpa mengaktifkan handphonenya kembali. Sekilas dia


memandang Suga yang sedang belajar dan kemudian dia menggeleng-gelengkan


jangan ditambah Suga lagi"ucapnya sendiri dalam hati. "Hyung...kalau


bosan bersantailah dibalkon,disana suasananya menenangkan"ucap Suga seakan


tau kalau sekarang hati Jongin sedang cemas dan bingung.


"Eoh???"Jongin bingung gimana menanggapi Suga namun akhirnya dia pun


keluar kamar Suga menuju balkon. Banyak bunga di balkon serta ada 3kursi berderet


diletakkan disitu,sengaja menghitung jumlah orang dirumah itu sepertinya.


Suasana malam di rumah Kyra sangat sunyi dan tenang,sedikit dingin Jongin


rasakan. "Sepertinya ini angin awal musim dingin"ucapnya dan kemudian


duduk dikursi perlahan. Dia masih saja mengringis saat merasakan perutnya nyeri,”aku harus hubungi Sehun


hyung”gumamnya,Jongin memejamkan matanya yang mulai terserang kantuk akibat


obat yang dia minum barusan tapi belum juga terlelap dengan sempurna sebuah


selimut tebal menyelimutinya dan dia pun mendapati Kyra sedang menyelimutinya.


Sedikit berjingkat kaget Jongin “tidurlah kalau ngantuk tapi setidaknya pakek


selimut ini”ucap Kyra yang merapikan selimut Jongin,”terima kasih”timpal Jongin. Kyra duduk di


kursi sebelah Jongin dan memandang laki-laki yang belum genap 2hari dia kenal


ini. “Jongin-shi kalau aku boleh bertanya kau sebenarnya siapa?ceritalah


rahasiamu akan tetap aman dengan ku”tanya Kyra yang sangat penasaran. Jongin


memandang Kyra dan menghela nafas, “Kyra-shi kau mungkin sangat penasaran


dengan ku,tapi sungguh saat ini aku gak bisa cerita apa-apa pada kau. Cukup


jadilah dokter untuk ku,dan aku bisa jamin aku bukan orang jahat Kyra-shi”sahut


Jongin, Kyra memandang Jongin frustasi dan menghela nafas pelan. “Ok”sahutnya


kemudian beranjak berdiri langkahnya terhenti karena tangannya ditarik


Jongin,”Miane Kyra-shi nanti aku pasti cerita semuanya pada kau”ucap


Jongin,Kyra menoleh kemudian tersenyum. “Masuklah Jongin-shi nanti kau masuk


angin,udara awal musim dingin ini dingin sekali”ucap Kyra kemudian pergi.


Jongin menghela nafas “maaf Kyra-shi”gumamnya dan Kyra masih bisa mendengar itu


karena dia masih membelakangi laki-laki pesakitan itu. Kyra tersenyum kecut


“semoga memang kau laki-laki baik Jongin-shi”batin Kyra.


Pent House Sehun


            Sehun terus menghubungi


Jongin,berkali-kali dia menelponnya namun sama sekali gak ada yang tersambung.


Sehun semakin frustasi kalau ingat lokasi terakhir sang adik itu klinik hewan.


“Apa dia terluka parah?kemana sebenarnya kamu Jongin-a”gumam Sehun gusar sambil


mengacark-acak rambutnya. Dia kembali meneguk bir kalengan dihadapannya,Seojun


mendekati Sehun yang sedang frustasi berat itu. Seojun menepuk pundak Sehun


pelan “tenangkan dirimu,aku selalu melacak keberadaan Jongin semoga saja dia


mengaktifkan handphonenya nanti”,Sehun hanya mengangguk menanggapi ucapan


Seojun. “Sebenarnya siapa Hechul itu Hun?kenapa Jongin benar-benar ingin


memenjarakan dia?”tanya Seojun. Sehun menghela nafas berat,”dia mafia paling


dicari polisi Seojun,ku pikir kau tau itu karena kau juga detektif kan?”sahut


Sehun dingin,”aku tau Hun,tapi aku gak sebodoh itu untuk percaya kalau Hechul


sebatas mafia yang dicari banyak polisi. Ini bukan pertama kali untuk Jongin


turun langsung menyergap Hechul tanpa rencana matang”Jongin frustasi dengan


jawaban Sehun.  “Dia tersangka pembunuh


orang tua kami yang dibebaskan karena tidak ada bukti kuat”,”kau ingat


Seoujun,ke dua orang tuaku sama-sama polisi yang meninggal saat mereka


menghadiri kelulusan anaknya,dan Hechullah yang menembak kedua orang tua ku


didepan mata Jongin sendiri saat adikku itu masih SMA. Kejadian itu sangat


membekas hingga dia gak akan pernah membiarkan Hechul terus bebas di Daegu


ini”terang Sehun,Seojun mendengarkannya dengan seksama dan kemudian menghela


nafas.