
Adam dan pasukan nya menjelajah hutan. Mereka bergegas menuju ke hutan dimana kerajaan orang tua Rania berdiri. Claudia yakin, Rania pergi ke sana.
Langkah kaki mereka berhenti, saat merasakan getaran bumi dan suara burung yang bertentangan meninggalkan hutan di depan istana.
"Kita sudah terlambat, dia pasti sudah mendengar tentang fakta itu!" Ujar Claudia.
Adam semakin mempercepat langkah kakinya, bahkan kini pria itu telah berganti sift dengan wolf nya.
"Ayo Adit, berlari lah lebih kencang!" Seru Adam.
Gamma memejamkan matanya, dia mencoba menghubungi seseorang melalui mindlink nya.
Tiba di depan gerbang istana, mereka berdiri menatap gedung tua tak terawat itu.
"Luna pasti ada di dalam" ujar Claudia.
"Ayo masuk!" Seru nya.
Mereka pun langsung bergegas masuk ke dalam. Namun, saat mendorong gerbang . Tiba-tiba mereka terkena halusinasi.
Dalam pandangan mereka, saat ini mereka berlari masuk. Padahal, mereka sedang berlari menuju ke pack.
Itu merupakan perbuatan Rania, dia sengaja melakukan hal itu karena dia sedang tidak ingin bertemu dengan orang orang itu.
Fakta yang Rania baru ketahui membuat dirinya kacau. Hati dan pemikiran nya sedang bertarung.
Dari atas gedung istana, Rania melihat Adam dan pasukan nya berlari ke dalam hutan. Mereka saat ini dalam pengaruh halusinasi Rania.
"Bagaimana ini, siapa sebenarnya yang bisa aku percaya"
"Bibi? Bahkan dia terlibat dalam menggulingkan mama"
Wuss...
Tiba-tiba seorang wanita cantik berdiri di hadapan Rania.
"Siapa kamu?" Tanya Rania waspada.
"Tenang Luna, aku adalah bagian dari diri mu. Utusan moon goddess untuk menemani mu. Membela mu dalam segala hal" jelas nya.
"Bagian dari diriku?" beo nya.
Gadis itu pun menganggukkan kepala nya.
"Jika manusia serigala mendapatkan bagian dari dirinya sebagai seekor serigala. Sedangkan Luna, mendapatkan aku sebagai peri. "
"Aku dan kamu sama, kamu mati, aku mati" sambung nya.
Bagaimana mungkin, Rania tidak bisa mengerti hal ini. Ada dua orang, tapi mereka satu.
"Luna tidak perlu memikirkan hal itu, intinya, kamu dan aku adalah sama" jelas wanita cantik itu.
"Siapa nama mu?" Tanya Rania menatap nya penasaran.
"Aku Felicia, panggil saja Feli" jawab nya.
"Jika kamu adalah aku, mengapa kamu memanggil ku Luna. Bukan kah kamu juga Luna?"
Feli terkekeh pelan, mendengar ocehan Rania.
"Kita memang sama, namun tetap kamu yang menjadi Luna nya. Aku hanya sebagian dari kekuatan mu yang memiliki wujud." Jelas Feli lagi.
"Oo begitu" lirih Rania lesuh.
Feli mendekati Rania, memegang telapak tangan nya.
"Jangan pikirkan apapun, yakinlah dengan kata hati mu. Kita pasti bisa." Ucap Feli memberi semangat.
Mereka berdua saling menatap, kemudian duduk di tepi ranjang kamar ratu terdahulu. Alias mama mereka.
"Bagaimana cara melatih kekuatan kita? Aku butuh guru" ujar Rania.
"Tidak, kita tidak butuh itu. Kita adalah ratu dari segala ratu. Semua elemen kekuatan ada di dalam diri kita. "
"Selama aku masih terkunci di dalam tubuh mu. Aku telah mempelajari banyak hal. "Tambah nya.
"Bagaimana kamu bisa mempelajari semuanya, sedangkan kamu ada di dalam tubuh ku" tanya Rania bingung.
Feli pun tersenyum pelan, dia dapat memaklumi pemikiran Rania itu. Karena Rania di besarkan di lingkungan manusia.
"Luna, saat di segel itu hanya kekuatan nya. Sedangkan aku berada di alam lain bersama moon goddess."
Moon goddess, Rania jadi teringat dengan mimpinya yang bertemu dengan Dewi cantik.
"Itulah Rania, Dewi bulan yang kamu temui di mimpi" ujar Feli membuat Rania kaget. Wanita itu bisa membaca pikiran nya.
Feli menggeleng pelan,dia tidak mengetahui tentang hal itu.
"Aku hanya mengetahui soal kekuatan kita, bukan soal kehidupan yang telah terjadi Rania"
Huh..
Rania menghela nafas berat, dia menatap sebal Feli yang kadang memanggilnya Luna, kadang nama nya saja.
"Plin-plan "
Satu kata itu yang Rania pikirkan untuk Feli.
...----------------...
Adam dan yang lain terkejut, ketika mereka tersadar. mereka kembali ke dalam pekarangan pack.
"Loh, kenapa kita bisa kembali ke pack?" u
gumam nya.
"bukan kah kita berlari masuk ke dalam istana?" sahut Claudia.
"Seperti nya tadi, kita terkena mantra halusinasi. " jawab Adit di dalam pikiran Adam.
"Alpa,ini sangat sulit. Jika Brankly telah memalsukan segalanya, maka kita akan sulit menghadapi Luna"
"Benar Alpa, Luna pasti mengamuk dan membenci kita" ujar Gamma.
Adam terdiam mendengar perkataan Gamma dan juga Claudia.
*Bagaimana ini Adit, mate kita dalam bahaya. kita juga akan sangat sulit meyakinkan dia.
benar Adam, kekuatan nya belum sempurna. Dia juga terlalu polos untuk di pengaruhi.
iya Adit, mate kita terlalu terobsesi untuk mengetahui kebenaran tentang kedua orang tuanya*.
Huffff....
Ada menghela nafas berat, dia memutuskan mindlink nya dengan Adit.
"Aku akan pikirkan caranya. Kalian istirahat lah sejenak" ujar Adam sebelum dirinya berlalu pergi.
...----------------...
Keesokan hari nya, Rania dan Feli berlatih di belakang istana.
Sesuai dengan arahan Feli, Rania terus meningkat kekuatan nya.
Ternya Rania memiliki semua elemen kekuatan. Air, tanah, api,petir, dan angin.
"Good Luna, anda memang hebat"
Prok prok prok.
Brankly bertemu tangan setelah melihat kekuatan Rania. Dia sudah tidak sabar ingin menutup dengan nya dan mendapatkan semua kekuatan yang dia impikan.
"Berani sekali kau datang ke sini tanpa seijin ku!" bentak Rania marah.
"Heh.. Luna or Lady. Kita itu di takdirkan untuk bersama. Kemana pun kamu pergi,aku pasti ada di dekat mu"
"Omong kosong!" bantah Rania.
"Tidak Luna, ini memang kenyataan nya.Kita akan memimpin semua dunia ini, dan membalaskan dendam papa dan mama mu" ucap Brankly.
Pria kegelapan itu tertawa kecut, dia tidak bisa melihat Feli yang sedang berdiri di samping Rania.
"Aku tidak butuh orang lain membantu ku membalaskan dendam. Aku bisa sendiri!" ucap Rania angkuh.
Tawa Brankly langsung berubah, dia melayangkan tangannya ke udara, kemudian menghempaskan nya kearah Rania.
Seketika, Rania menjadi pusing dan jatuh pingsan .
Feli terkejut, dia juga merasakan tubuhnya melemah.
"Apa yang terjadi, mengapa aku menjadi ikut lemah" gumam nya.
Brankly tertawa , dia mengangkat tubuh Rania. kemudian membawanya masuk ke dalam istana. Dia juga memerintahkan semua orang untuk mempersiapkan ritual penyatuan nya dengan Rania.
"Lakukan dengan cepat! Aku tidak ingin ini gagal. Adam pasti akan segera ke sini untuk menyadarkan Rania!" titah nya tegas, membuat anak buah nya berhamburan melaksanakan apa yang dia perintahkan.
"Lady ku, kamu akan menjadi milik ku seutuhnya. Kita akan menyatu dan hidup kekal bersama " gumam nya, lalu di akhiri dengan memberikan kecupan manis di kening Rania.