
"Yaaaa....."
"Ayo sayang, keluarkan segala kemampuan mu!"
Rania berlari kearah Adam, matanya berubah menjadi merah seperti kobaran api.
Sedangkan Adam,dia menunggu Mate nya dengan santai. Dia tersenyum lebar melihat mate nya semakin emosi.
"Adam!!!", teriak Rania, dia berkomat Kamit mengucapkan mantra yang tiba tiba terlintas di benak nya. Mata merah nya menatap lekat pada Adam.
"Ini dia mate!"
Hyatt!!!!
Bug..
Fyuss..
Brak~
Serangan demi serangan Rania berikan, namun Adam dengan santai menghindarinya.
Laura, Claudia, Guntur dan Gamma bergidik ngeri melihat pertarungan mereka.
"Sungguh pertarungan yang seimbang" gumam Gamma.
"King, hanya bisa di kawan oleh Queen...Mereka memiliki kekuatan yang sama sama kuat, namun kekuatan mereka saling bergantung. " ujar Claudia mengambang. Laura yang menguasai tubuh Mawar menoleh padanya.
"Apa yang kamu maksud Peri?"
"Maksud ku adalah, Adam Wils di takdirkan bersama dengan Rania, wanita kuat yang terlahir dengan campuran darah segala klan."
"Namun, perjalanan mereka tidak akan mulus. Ada banyak bahaya yang tengah mengincar Rania. Persis seperti mama nya" sambung Claudia, mata nya tak lepas dari pergerakan keponakan yang lincah.
Jadi, alpa dan Luna memang di takdirkan? itu berarti akan sulit untuk memisahkan mereka.
Gamma pergi begitu saja dari tempat latihan. Claudia dan yang lain nya tidak sadar dengan kepergian Gamma yang sangat cepat.
"Ayo sayang, serang aku lagi...." ucap Adam tersenyum menyeringai.
Hal itu tentu saja membuat Rania semakin emosi, dia berdiri tegap, kemudian mengangkat kedua tangan nya keatas.
Entah apa yang wanita itu baca, dia terlihat komat kamit. Dalam hitungan detik, tubuh Rania seketika mengambang di udara.
Asap berwarna biru dan merah bercampur mengelilingi dirinya.
"Ahahahh....Kau memang sulit untuk ku kalahkan Adam, tapi tidak untuk sekarang!"
Wuss ..
Rania terbang mendekati Adam, hanya berjarak 1 meter saja.
"Bagaimana sayang, apa kamu bisa? humm..." ledek Rania.
Adam tersenyum miring, kekuatan Rania hampir sepenuh nya bangkit.
Terus sayang, kamu pasti bisa. Ayo, serang aku!!.
Adam, biarkan aku yang melatih mate ku!
Adit berusaha untuk mengambil alih tubuh Adam, namun pria itu tidak membiarkan nya. dia mengunci Adit di dalam sudut ruang dirinya.
Sial kau Adam, aku juga ingin melatih mate ku!.
Rania tertawa melihat Adam, dia senang pria itu kewalahan menghindari serangan darinya.
"Bagaimana?? apa kau suka??"
Triss...
Sekali kedipan mata, sebuah pohon yang ada di tempat latihan tumbang.
"Awas kak!!!" teriak Laura cemas.
Blam...
Pohon itu tumbang tepat di samping Adam, beruntung pria itu berhasil melompat dan terhindar dari himpitan pohon.
Adam kembali melompat, menghindari serangan dari mate nya. Hingga akhirnya, Adam mendapat cela dan berhasil berdiri di depan Mate nya.
"Hallo sayang, apa kamu terkejut?" kekeh Adam.
"Sialan, kau berhasil mengelabui ku?" gumam Rania, kemudian dia tersenyum miring.
"Kamu bisa menghindarinya, tapi tidak dengan yang ini!" sekali dorongan tanga, Adam langsung terhempas ke tanah.
Belum sempat bangkit, Rania sudah tiba di atas nya dan mencengkram erat batang leher Adam.
"Kak..." pekik Laura, dia tergerak hendak mendekati kakak nya. Namun, Guntur dan Claudia menahan nya.
"Tidak sayang, biarkan saja. Adam bisa mengatasinya" kata Claudia.
Laura tidak tega melihat kakak nya di hajar oleh Rania, dia merasa Rania terlalu terbawa emosi. namun, dia juga tidak berbuat apa apa.
Adam menatap mate nya, dia sedang tersenyum mengejek pada dirinya.
"Bagaimana Adam? apa kau masih ingin melawan ku?" ucap Rania tersenyum licik.
jiwa iblis terlihat sedang mendominasi Rania. Claudia dapat melihat darah iblis sangat kental di dalam diri keponakan nya.
Ya Tuhan, bagaimana ini bisa terjadi??
Adam kesusahan bernafas, dia memegang tangan mate nya, menatap mata mate nya yang perlahan berubah menjadi hitam.
Iblis?
Adam terkejut, dia akhirnya mengetahuinya.
Jika darah iblis lebih kental, maka kekuatan kegelapan akan sangat muda masuk ke dalam tubuh mate ku.
"Kenapa kamu diam!" bentak Rania, dia tidak suka melihat Adam pasrah seperti itu.
"Ayo, lawan aku! kalah kan aku!" teriak Rania lagi.
Adam pun tersenyum, dia tidak akan melawan mate nya lagi. Tujuan nya telah tercapai.
"Aku tidak akan melawan lagi mate, Mati pun aku di tangan mu, aku tidak akan menyesal." gumam Adam.
"Mengapa kau lakukan itu! kau harus bertarung hingga ada yang kalah dan musnah!"
Adam menggeleng,dia ingin mengendalikan mate nya dengan rasa cinta. Karena hanya cinta yang menghapuskan sisi gelap mate nya.
Seperti yang Adam ingin kan, Rania mulai linglung, cengkraman tangan nya mulai melemah.
Seperti nya, sisi baik Rania tengah memberontak pada sisi gelap yang mendominasi dirinya.
"Akk..."
Rania merasa kesakitan, dia turun dari atas tubuh Adam. Memegangi kepala nya yang terasa sangat sakit. Mata yang menggelap, perlahan berubah ke warna aslinya.
Adam segera bangkit, dia mendekati mate nya yang terduduk di tanah menahan sakit di kepalanya.
"Mate"
Claudia, mawar dan Guntur juga berlari mendekati Rania.
"Ada apa?" tanya Claudia panik.
"Ahk...Ahk..."Erang Rania kesakitan.
"Bawa dia ke rumah!" ujar Claudia.
Adam pun dengan sigap, langsung mengangkat tubuh Rania, kemudian berlari masuk ke dalam rumah.
Beruntung dia merupakan manusia serigala, jadi dia bisa sangat cepat berlari.
Adam membaringkan Rania di atas ranjang nya. Menggenggam tangan mate nya yang kini tenga berusaha melawan jiwa iblis.
"Adam,,, Tolong aku" pekik Rania minta tolong.
"Iya mate,aku di sini. Tenangkan diri kamu, Jangan biarkan dia menguasai kamu mate!"
"Ahk..."
"Adam!!!"
"Akhh .."
Rania terus bergerak gelisah, kedua tangan nya menarik rambut nya dan yang satunya lagi memukul mukul dadanya.
"Mate, aku mencintaimu. Aku mencintaimu" bisik Adam di telinga mate nya.
"Apa yang terjadi Alpa?" tanya Claudia.
"Iya kak, apa Luna baik baik saja?" ujar Mawar.
"Dia baik baik saja, aku akan menandainya sekarang. Ini adalah waktu yang tepat untuk ku dan mate ku melakukan nya" jelas Adam.
"Tidak Alpa, sekarang terlalu cepat!"bantah Claudia. Dia tidak setuju jika keponakan nya di tandai sebelum di nikahi.
"Claudia, aku tahu segalanya. Aku tahu cara untuk membuat mate ku tetap aman"
"Tapi ini terlalu cepat alpa!"
"Tidak Claudia, ini waktu yang pas. Jika terlambat, maka sesuatu yang buruk akan terjadi"
Claudia terdiam, dia tidak bisa berbuat apa apa lagi.Dia ingin keponakan nya baik baik saja, namun melakukan making sejak sekarang terlalu cepat.
"Sudah lah Claudia, ayo kita keluar sekarang! kakak ku pasti tahu yang baik untuk Luna" ujar Mawar. Dia dan Guntur membawa wanita paru baya itu keluar dari dalam kamar Adam. Membiarkan Adam mela