
Kyra
memandang laut lepas dihadapannya dibatasi dengan kaca mobil,dia sedang berfikir
kemana dia akan membawa pria pesakitan ini,Kyra memandang Jongin yang lagi-lagi
terlelap setelah minum obat,Kyra menghela nafas putus asa. Dia kemudian meraih
handphonenya dan menghubungi tantenya. "Tante"ucap Kyra,"Bisa aku
merepotkan tante lagi dengan satu orang yang akan jadi keluarga
kita?"tanya Kyra to the point. "Baik tante aku pulang
sekarang"timpalnya lagi dan kemudian mematikan telponnya. Dia meletakkan
handphonenya didasboard dan meraih jaketnya dijok belakang. Setelahmenyelimuti Jongin dengan jaketnya dia
menyalakan penghangat dikursi mobilnya. "Lo akan aman sama gue"gumam
Kyra sambil terus memandang Jongin. Dia pun melajukan mobilnya
pulang,sesampainya didepan rumahnya Kyra memegang pundak Jongin pelan. Dia
mengelus pundak Jongin pelan sangat pelan agar Jongin tidak kaget seperti tadi
siang diklinik. "Jongin-shi bangunlah kita sudah sampai dirumah
gue"ucap Kyra pelan,sekali lagi dia mengelus pundak Jongin dan dengan
pelan Jongin membuka matanya. Beberapa kali Jongin mengerjap beradaptasi dengan
cahaya sekitar. Dan dia kemudian memandang rumah Kyra bingung. "Itu rumah
gue,lebih tepatnya rumah tante gue. Gue rasa lo aman disini sampai lo
benar-benar pulih,tidak apa-apa kan?"Kyra mencoba menjawab semua
kebingungan Jongin. "Gue gak tau siapa lo,dan gue juga gak tau lo dapat
semua luka itu dari mana dan gimana,tapi lo bisa sampai diklinik gue itu sudah
pasti takdir dari tuhan kan?"lanjut Kyra lagi. Jongin menghela nafas pelan
dan memandang Kyra. "Beri aku kesempatan hidup untuk balas semua kebaikan
wanita ini tuhan"untuk pertama kali dalam hidupnya Jongin meminta kepada
tuhan. Kyra tersenyum memandang Jongin dan kemudian keluar dari mobil dan
membantu Jongin keluar kemudian. Pelan Kyra memapah Jongin menuju pintu
rumahnya "terima kasih banyak Kyra-shi"bisik Jongin dan membuat Kyra
menoleh memandang Jongin lagi.
Setelah
menceritakan semua kronologi kejadian kemaren malam pada tantenya Kyra memeluk
manja tantenya. "Terima kasih tante selalu ada untuk Kyra,dan terima kasih
sudah jadi tante Kyra"ucapnya,sang tante membelai rambut Kyra lembut.
"Kamu satu-satunya keponakan tante,sudah pasti tante akan selalu ada untuk
kamu sayang"sahut Min-Ah. Jongin yang sekarang sedang berbaring dikamar Suga dan
tentunya ditemani Suga sedang diam seribu bahasa ditatap penuh dengan tanda tanya oleh Suga.
Kemudian Jongin berdehem menghilangkan semua suasana canggung yang terkesan
horor bagi Jongin. "Hyung...kau dapat dari mana luka-luka itu?kau sudah
seperti heroik hyung cool"akhirnya kalimat yang sedari tadi ditata rapi
meluncur lancar dari mulut Suga. Jongin mengerjap dan memundurkan
badannya,"hyung what ever kau dapat dari mana luka itu dan bagaimana,aku lebih
penasaran sejak kapan kau berpacaran dengan Noona ku?sepertinya Noonaku tidak
tertarik pada laki-laki tapi ternyata kekasihnya seganteng dirimu
hyung"lanjut Suga lagi melancarkan serangan yang membuat Jongin tersedak
ludahnya sediri dan terbatuk-batuk. Dan itu membuat luka diperutnya sakit bukan
main,tentu sakit luka jahitan yang belum genap 24jam harus terserang batuk sekuat
meringis,darah segar merembes begitu saja dikaosnya. "Ya..ya...hyung kau
berdarah,Noona...Noona...Jongin Hyung berdarah"teriak Suga dari kamar yang
kemudian disusul pintu yang terbuka keras dan Kyra menerobos masuk. "Lo
kenapa Jongin-shi?mana yang berdarah?" Kyra memeriksa seluruh tubuh Jongin
dan tertuju kemudian pada luka diperutnya. "Tadi hyung batuk dan tiba-tiba
perutnya berdarah"Suga mewakili Jongin yang hanya bisa meringis menahan
sakit. Kyra pun kembali keluar mengambil P3k untuk mengobati luka Jongin
lagi,gak butuh waktu lama dia sudah masuk kembali kekamar Suga. "Tante dan Suga bisa keluar
sebentar kan,kasian Jongin-shi kalau bajunya harus aku buka ada kalian
kan?"pinta Kyra. Min-ah dan Suga menuruti kata-kata Kyra untuk keluar dan
mereka kembali berdua. Kyra memeriksa luka Jongin dengan teliti dia memastikan
tidak ada jahitan yang lepas,setelah membersihkan darahnya dia kembali menempelkan
obat merah dan menutupnya
dengan kasa. "Jongin-shi buka kaos lo,itu terkena noda darah pakailah baju
Suga dulu"perintah Kyra. Jongin melotot kaget dan kemudian wajahnya
memerah malu,"kenapa lo nyuruh gue buka baju tanpa
keberatan,gue ini laki-laki Kyra-shi"ucap Jongin terbata karena menutupi rasa malu. Kyra
mengerutkan keningnya,"ayolah Jongin-shi dari kemaren malam gue udah lihat
tubuh bagus lo ini kenapa sekarang lo jadi malu?"sahut Kyra ringan. Jongin
menelan ludahnya kagok dan perlahan dia membuka kaosnya,Kyra melirik sedikit
tubuh Jongin dan kemudian beranjak mengambil kaos Suga dilemari dan kemudian
menyodorkan ke Jongin "bisa pakai sendiri?"tanya Kyra,Jongin cuma
mengangguk masih malu. Setelah dia mengenakan
kaos lagi Kyra pamit keluar dan menutup pintu cepat. Wajahnya sudah panas dan
pasti merah karena sedari tadi jantungnya memang gak karuan melihat Jongintelanjang dada. Kyra mengipas-ngipas
wajahnya dengan tangan. Suga memandang Noonanya bingung,dia menggaruk kepalanya
yang sebenarnya tidak gatal. "Noona?kau sehat kan?kenapa wajahmu merah
sekali?atau kau sedang kepanasan?"tanya Suga polos,Kyra mendelik kaget dan
memandang Suga kikuk. Dia kemudian menggeleng-geleng cepat,"jaga Jongin
untuk ku Suga,jangan buat dia banyak bergerak"ucap Kyra mengalihkan
pembicaraan dan kemudian pergi meninggalkan Suga yang masih memegangi belakang
kepalanya karena sedikit bingung. Suga pun akhirnya masuk kedalam kamarnya dan
mendapati Jongin yang sedang malu dan kepanasan dengan wajahnya yang merah,Suga
tersenyum terkulum menyadari sesuatu. "Hyung....istirahatlah Noona
menyuruhku untuk menjaga mu"ucap Suga yang kemudian duduk dikursi meja
belajarnya. "Oh...eh...iya"Jongin masih saja malu dan kikuk dengan
kejadian tadi. Jongin kemudian merebahkan tubuhnya di ranjang Suga yang
ukurannya lumayan besar untuk sendiri. "Suga?"panggil Jongin
tiba-tiba membuat Suga menoleh dan menyaut hanya dengan kata Iya. "Terima
kasih sudah menerima ku juga"ucap Jongin lagi. "Tidak apa-apa hyung
justru kami suka keluarga kami bertambah" Suga tersenyum tulus. Jongin pun
ikut tersenyum.
*******