WHO ARE YOU

WHO ARE YOU
Episode 3



Kyra


memandang laut lepas dihadapannya dibatasi dengan kaca mobil,dia sedang berfikir


kemana dia akan membawa pria pesakitan ini,Kyra memandang Jongin yang lagi-lagi


terlelap setelah minum obat,Kyra menghela nafas putus asa. Dia kemudian meraih


handphonenya dan menghubungi tantenya. "Tante"ucap Kyra,"Bisa aku


merepotkan tante lagi dengan satu orang yang akan jadi keluarga


kita?"tanya Kyra to the point. "Baik tante aku pulang


sekarang"timpalnya lagi dan kemudian mematikan telponnya. Dia meletakkan


handphonenya didasboard dan meraih jaketnya dijok belakang. Setelahmenyelimuti Jongin dengan jaketnya dia


menyalakan penghangat dikursi mobilnya. "Lo akan aman sama gue"gumam


Kyra sambil terus memandang Jongin. Dia pun melajukan mobilnya


pulang,sesampainya didepan rumahnya Kyra memegang pundak Jongin pelan. Dia


mengelus pundak Jongin pelan sangat pelan agar Jongin tidak kaget seperti tadi


siang diklinik. "Jongin-shi bangunlah kita sudah sampai dirumah


gue"ucap Kyra pelan,sekali lagi dia mengelus pundak Jongin dan dengan


pelan Jongin membuka matanya. Beberapa kali Jongin mengerjap beradaptasi dengan


cahaya sekitar. Dan dia kemudian memandang rumah Kyra bingung. "Itu rumah


gue,lebih tepatnya rumah tante gue. Gue rasa lo aman disini sampai lo


benar-benar pulih,tidak apa-apa kan?"Kyra mencoba menjawab semua


kebingungan Jongin. "Gue gak tau siapa lo,dan gue juga gak tau lo dapat


semua luka itu dari mana dan gimana,tapi lo bisa sampai diklinik gue itu sudah


pasti takdir dari tuhan kan?"lanjut Kyra lagi. Jongin menghela nafas pelan


dan memandang Kyra. "Beri aku kesempatan hidup untuk balas semua kebaikan


wanita ini tuhan"untuk pertama kali dalam hidupnya Jongin meminta kepada


tuhan. Kyra tersenyum memandang Jongin dan kemudian keluar dari mobil dan


membantu Jongin keluar kemudian. Pelan Kyra memapah Jongin menuju pintu


rumahnya "terima kasih banyak Kyra-shi"bisik Jongin dan membuat Kyra


menoleh memandang Jongin lagi.


Setelah


menceritakan semua kronologi kejadian kemaren malam pada tantenya Kyra memeluk


manja tantenya. "Terima kasih tante selalu ada untuk Kyra,dan terima kasih


sudah jadi tante Kyra"ucapnya,sang tante membelai rambut Kyra lembut.


"Kamu satu-satunya keponakan tante,sudah pasti tante akan selalu ada untuk


kamu sayang"sahut Min-Ah. Jongin yang sekarang sedang berbaring dikamar Suga dan


tentunya ditemani Suga sedang diam seribu bahasa ditatap penuh dengan tanda tanya oleh Suga.


Kemudian Jongin berdehem menghilangkan semua suasana canggung yang terkesan


horor bagi Jongin. "Hyung...kau dapat dari mana luka-luka itu?kau sudah


seperti heroik hyung cool"akhirnya kalimat yang sedari tadi ditata rapi


meluncur lancar dari mulut Suga. Jongin mengerjap dan memundurkan


badannya,"hyung what ever kau dapat dari mana luka itu dan bagaimana,aku lebih


penasaran sejak kapan kau berpacaran dengan Noona ku?sepertinya Noonaku tidak


tertarik pada laki-laki tapi ternyata kekasihnya seganteng dirimu


hyung"lanjut Suga lagi melancarkan serangan yang membuat Jongin tersedak


ludahnya sediri dan terbatuk-batuk. Dan itu membuat luka diperutnya sakit bukan


main,tentu sakit luka jahitan yang belum genap 24jam harus terserang batuk sekuat


meringis,darah segar merembes begitu saja dikaosnya. "Ya..ya...hyung kau


berdarah,Noona...Noona...Jongin Hyung berdarah"teriak Suga dari kamar yang


kemudian disusul pintu yang terbuka keras dan Kyra menerobos masuk. "Lo


kenapa Jongin-shi?mana yang berdarah?" Kyra memeriksa seluruh tubuh Jongin


dan tertuju kemudian pada luka diperutnya. "Tadi hyung batuk dan tiba-tiba


perutnya berdarah"Suga mewakili Jongin yang hanya bisa meringis menahan


sakit. Kyra pun kembali keluar mengambil P3k untuk mengobati luka Jongin


lagi,gak butuh waktu lama dia sudah masuk kembali kekamar Suga. "Tante dan Suga bisa keluar


sebentar kan,kasian Jongin-shi kalau bajunya harus aku buka ada kalian


kan?"pinta Kyra. Min-ah dan Suga menuruti kata-kata Kyra untuk keluar dan


mereka kembali berdua. Kyra memeriksa luka Jongin dengan teliti dia memastikan


tidak ada jahitan yang lepas,setelah membersihkan darahnya dia kembali menempelkan


obat merah dan menutupnya


dengan kasa. "Jongin-shi buka kaos lo,itu terkena noda darah pakailah baju


Suga dulu"perintah Kyra. Jongin melotot kaget dan kemudian wajahnya


memerah malu,"kenapa lo nyuruh gue buka baju tanpa


keberatan,gue ini laki-laki Kyra-shi"ucap Jongin terbata karena menutupi rasa malu. Kyra


mengerutkan keningnya,"ayolah Jongin-shi dari kemaren malam gue udah lihat


tubuh bagus lo ini kenapa sekarang lo jadi malu?"sahut Kyra ringan. Jongin


menelan ludahnya kagok dan perlahan dia membuka kaosnya,Kyra melirik sedikit


tubuh Jongin dan kemudian beranjak mengambil kaos Suga dilemari dan kemudian


menyodorkan ke Jongin "bisa pakai sendiri?"tanya Kyra,Jongin cuma


mengangguk masih malu. Setelah dia mengenakan


kaos lagi Kyra pamit keluar dan menutup pintu cepat. Wajahnya sudah panas dan


pasti merah karena sedari tadi jantungnya memang gak karuan melihat Jongintelanjang dada. Kyra mengipas-ngipas


wajahnya dengan tangan. Suga memandang Noonanya bingung,dia menggaruk kepalanya


yang sebenarnya tidak gatal. "Noona?kau sehat kan?kenapa wajahmu merah


sekali?atau kau sedang kepanasan?"tanya Suga polos,Kyra mendelik kaget dan


memandang Suga kikuk. Dia kemudian menggeleng-geleng cepat,"jaga Jongin


untuk ku Suga,jangan buat dia banyak bergerak"ucap Kyra mengalihkan


pembicaraan dan kemudian pergi meninggalkan Suga yang masih memegangi belakang


kepalanya karena sedikit bingung. Suga pun akhirnya masuk kedalam kamarnya dan


mendapati Jongin yang sedang malu dan kepanasan dengan wajahnya yang merah,Suga


tersenyum terkulum menyadari sesuatu. "Hyung....istirahatlah Noona


menyuruhku untuk menjaga mu"ucap Suga yang kemudian duduk dikursi meja


belajarnya. "Oh...eh...iya"Jongin masih saja malu dan kikuk dengan


kejadian tadi. Jongin kemudian merebahkan tubuhnya di ranjang Suga yang


ukurannya lumayan besar untuk sendiri. "Suga?"panggil Jongin


tiba-tiba membuat Suga menoleh dan menyaut hanya dengan kata Iya. "Terima


kasih sudah menerima ku juga"ucap Jongin lagi. "Tidak apa-apa hyung


justru kami suka keluarga kami bertambah" Suga tersenyum tulus. Jongin pun


ikut tersenyum.


*******