WHO ARE YOU

WHO ARE YOU
Luna Hilang



Rania terus berlatih, bahkan ketika Adam tidak ada. Dia terus melatih kekuatan nya.


Setelah penyatuan dirinya dan Adam, membuat Rania merasa lebih kuat. Penampilan nya semakin cantik.


Rambut panjang terlihat lebih berkilau, wajahnya semakin tirus. Body aduhai, membuat siapa saja melihatnya pasti akan tergoda.


Huh..huh..huh..


Rania terengah, keringat bercucuran mengaliri tubuhnya. Dia baru saja selesai mengasah keterampilan bermain pedangnya.


"Sungguh melelahkan" gumam nya.


Semenjak mengetahui jati dirinya, Rania mendadak suka bertarung. Dia seakan kehausan darah untuk mengasah pedang pusaka milik seorang ratu.


Rania telah menemukan pedang itu, dia sudah bisa memanggil dan menyimpan nya di dalam tubuhnya.


"Wah... Kemampuan mu sangat luar biasa"


Rania berdiri, dia langsung menatap was was pada wanita yang tiba-tiba muncul di hadapan nya.


"Oo oh...Santai Lady. Aku tidak ingin menantang mu, tapi aku ingin memberitahukan mu, tentang kebenaran orang tua mu"


"Apa yang kau ketahui! Cepat katakan sebelum nyawa mu melayang!" Gertak Rania. Mata nya menatap tajam pada wanita yang dia ketahui dia adalah seorang vampir.


"Lady, orang tua mu tidak mati karena kecelakaan, namun karena sebuah tragedi yang di rencanakan "


Rania mengerut bingung, tragedi yang di rencanakan apa, siapa yang merencanakan nya?.


"Bicaralah dengan benar! Aku tidak suka menahan rasa penasaran!" Bentak Rania lagi.


Wanita vampir itu tersenyum menyeringai, persis seperti yang dia harapkan.


"Saya tidak tahu bagaimana persisnya. Tapi, lady bisa datang ke hutan larangan. Ke istana tua, tempat kedua orang tua mu tinggal sebelum nya" tutur wanita itu.


Rania terdiam, dia masih berusaha meyakinkan dirinya. Dia tidak bisa sembarangan percaya dengan orang. Apalagi ini dunia immortal.


Melihat Rania diam saja, wanita itu melangkah semakin mendekat pada Rania.


"Jika lady tidak percaya pada ku. Silahkan bunuh aku, di saat anda tiba di sana dan tidak melihat apa yang anda ingin lihat."


"Saya tahu kemampuan anda, saya juga tahu bahwa saya tidak akan berdaya di hadapan anda. Saya hanya ingin memberitahu anda tentang kebenaran nya saja." Sambung wanita itu panjang lebar.


Rania menatap nya lekat,mencoba mencari kebohongan di mata wanita itu.


"Bagaimana aku bisa ke sana,aku butuh petunjuk!" Ujar Rania.


Wanita vampir semakin menyeringai, dia berhasil meyakinkan lady Queen.


"Saya bersedia mengantar Lady, saya akan merasa sangat terhormat bisa membawa"


"Bagus! Ayo bawa saya sekarang!" Titah Rania.


"Baik Lady"


Rania pun pergi bersama wanita vampir itu masuk ke dalam hutan. Rasa takut akan seram nya hutan, tak lagi Rania rasakan di dalam hatinya. Dia tampak sudah terbiasa dan malah menyukai suasana hutan.


Di dalam istana, atau lebih sering di sebut packhouse. Adam berjalan menuju ke kamar nya. Di mana dia meninggal belahan jiwanya.


"Alpa!" Sapa Gamma ketika berpapasan dengan raja nya. Dia menunduk memberi hormat.


"Gamma"balas Adam tersenyum.


"Apa alpa ingin mencari Luna?"tebak Gamma bertanya.


"Ya, seharian ini aku belum bertemu dengan nya setelah bangun tidur tadi"


"Maaf Alpa, tadi saya melihat Luna berlatih sendiri. Kemungkinan saat ini Luna masih di sana. Karena saya belum melihat Luna kembali"


Deg.


Hati Adam berdetak, dia merasakan kegelisahan yang asing.


"Apa kamu merasakan nya Adam?" Ujar Adit.


"Yah aku juga merasakan nya"


Adam melesat pergi ke tempat dia berlatih dengan mate nya. Namun, saat tiba di sana, Adam tidak melihat siapapun di sana.


"Kemana dia? Mengapa dia tidak terlihat di sini???"


Adam kembali ke rumah, dia melesat cepat menuju ke kamar tidurnya. Perasaannya semakin kacau, dia merasa takut akan terjadi sesuatu pada mate nya.


Brak!


Pintu kamar terbuka dengan keras, Adam langsung memeriksa dan terkejut. Mate nya tidak ada di mana pun.


"Rania!!!" Panggil Adam keras.


Suara Adam menggema ke seluruh penjuru packhouse. Sampai mawar, Claudia dan Guntur berlarian menghampiri nya.


"Ada apa kak? Kenapa kakak teriak seperti itu?"tanya Mawar.


"Di mana mate ku? Apa kalian melihatnya?" Dada Adam mulai turun naik, nafas nya mulai terasa sesak. Apalagi, ketika melihat semua orang menggeleng,mereka tidak ada yang melihat di mana mate nya.


"Memangnya Luna kemana?" Tanya Claudia.


"Jika aku tahu, aku tidak akan bertanya pada kalian!"dengus Adam dingin.


"Kemana mate kita Adam? Apa dia pergi melihat lihat hutan? Atau dia pergi berburu mengikuti naluri nya?"ujar Adit mengatakan segala kemungkinan yang terjadi.


"Aku tidak tahu Adit, aku sangat pusing. Mengapa aku tidak bisa mendeteksi mate ku? Kita sudah menyatu!" balas Adam di dalam pikiran nya.


Adit terdiam di dalam sana,dia tidak menjawab ucapan Adam.


"Cepat cari mate ku!!" Teriak Adam memerintah.


"Baik alpa!"


Mawar, Claudia dan Guntur langsung berhamburan pergi mencari Rania.


"Kemana kamu mate? Mengapa kamu pergi begitu saja" gumam Adam menggerutu.


Pria itu pergi membela hutan, mencari keberadaan mate nya.


...----------------...


Rania terus mengikuti wanita vampir itu. sejak tadi mereka membela hutan belantara, tapi tak kunjung sampai.


"heh! sebenarnya kamu mau membawa ku kemana. mengapa kamu tidak memberitahu aku saja di sini!"


"maaf lady, aku tidak bisa mengatakan semuanya. Tetapi, ada seseorang yang lebih tahu dan paham tentang semua ini" jawab wanita itu menjelaskan.


Mereka kembali melanjutkan perjalanan. Kita kira sekitar 1 jam lagi mereka akan sampai.


Saat mereka berada di perbatasan hutan, wanita vampir berhenti berjalan. Membuat Rania hampir menubruk punggung nya.


"mengapa kamu berhenti, aku tidak suka jalan yang lambat!" marah Rania.


wanita itu berbalik, dia menunduk hormat pada Rania.


"Maaf lady, tapi ada yang harus saya beri tahu kepada anda"


"apa itu" sela Rania tidak sabaran.


"Ketika kita melangkah melewati perbatasan ini. maka Lady harus siap siaga. Semua makhluk pasti mengincar lady. Darah suci dan kekuatan mu membuat mereka buta dan ingin menangkap mu"


Rania mendengarkan dengan baik, dia juga tidak boleh terlalu sombong, karena dia juga tidak terlalu mengerti dengan dunia immortal.


"baik, sekarang lanjutkan perjalanan nya!"titah Rania lagi.


Jujur saja, Rania tidak sabar ingin mengetahui penyebab kedua orang tuanya meninggal. Claudia terlalu bertele tele, dia tidak mau menceritakan secara detail nya.


"baik Lady"


mereka kembali melanjutkan perjalanan. Seperti yang wanita itu katakan, Rania dapat merasakan ada banyak mata yang memperhatikan dirinya.


Insting serigalanya aktif, dia merasakan ada banyak bahaya yang tengah mengincar dirinya.


"fokus Rania. kamu tidak perlu takut. kamu ada wanita terkuat di muka bumi ini" batin nya mencoba menghilangkan rasa takut nya.


walau bagaimanapun, Rania di besarkan di lingkungan manusia. Jadi, wajar saja dia memiliki rasa takut yang besar.