WHO ARE YOU

WHO ARE YOU
Episode 2



Kyra merapikan


rambutnya,setelah Jongin terjaga tadi dia berpamitan untuk pulang kerumah


sebentar untuk membersihkan badan dan ganti baju. Jongin yang merasa sudah


banyak merepotkan Kyra mengiyakan saja saat Kyra berpamitan pulang,walau


sebenarnya dia takut sendirian di klinik yang menurutnya sedikit horor. Kyra


menaikkan anak rambut yang masih menjuntai,dia sengaja menguncir kuda rambutnya


agar lebih simpel. Hari


ini dia memutuskan untuk menutup klinik sementara sampai Jongin benar-benar


sehat dan bisa meninggalkan kliniknya,dia sengaja berpakaian sesimpel mungkin


hanya dengan kaos berlengan pendek dan celana jins. Setelah sekali lagi


memeriksa penampilannya dicermin dia pun keluar dari kamar,dia menuju meja


makan yang sudah sang tante dan sepupunya yang sarapan. “Pagi Kyra,,,hari ini kamu tidak praktek?”tanya Min-Ah sang tante,Kyra menarik


kursinya dan duduk. “Iya


tante aku ada urusan sebentar,dan sepertinya nanti aku akan ke Daegu ada sedikit


yang harus ku urus kesana”sahut


Kyra sambil mengambil selembar roti dan mengoleskan selai coklat kemudian,”Noona


boleh aku ikut?sepertinya asik bisa berlibur kebetulan aku sedang liburan musim


panas”ucap Suga


sepupunya. Kyra


menggelengkan kepalanya karena dia sudah terlanjur menyuapkan roti ke mulutnya,”jangan ikut mungkin Noona cuma 1hari saja kok”sahut Kyra setelah menelan


rotinya. Suga hanya mengangguk-angguk tanda mengerti. “Berhati-hatilah Kyra,kau


tau kan tante hanya punya kalian berdua”sahut Min-Ah lagi. Kyra tersenyum dan


mengacungkan jempolnya tanda iya. Kyra dulu tinggal di Daegu dan dia sebenarnya


bukan keponakan Min-Ah namun setelah orang tua Kyra meninggal karena kebakaran


apartemen 17tahun lalu yang kebetulan Min-Ah adalah tetangganya,Kyra diasuh oleh


Min-Ah. Dan semenjak suaminya meninggal dia dan anak semata wayangnya Suga


memilih untuk pindah ke Seoul,Kyra anak blasteran Indonesia-Korea,ayahnya


seorang Korea namun sejak kejadian kebakaran apartement rumahnya Kyra bahkan


tidak ingat sanak saudaranya yang lain,yang dia tau Min-Ah adalah adik dari


Ayahnya.


Setelah sarapan


dan berpamitan dengan tantenya Kyra melajukan mobil mini coopernya menuju


klinik,pekerjaannya sebagai dokter hewan lumayan memberinya banyak penghasilan.


Hingga diusia semuda ini Kyra tidak memerlukan bantuan sang tante untuk


membiayai hidup bahkan dia bisa menyokong biaya sekolah Suga sepupunya. Kyra


menghidupkan radio mobilnya dan melantunlah lagu exo favoritnya,sedikit


berdendang dia tirukan lagu boyband kesukaannya itu. Gak butuh waktu lama Kyra


sudah memarkir mobilnya didepan klinik yang memang dikunci dari luar oleh


Kyra,dia khawatir kalau-kalau ada pengunjung kalau kliniknya terbuka seperti


biasa. Kyra sudah memasuki ruangan Jongin dengan sebelumnya mengunci kembali


kliniknya dari dalam. Dia melihat Jongin sedang terlelap di ranjang,wajahnya


putih pucat namun tetap terlihat tampan,dia seperti bayi yang sangat damai saat


tidur. Dia melirik bubur yang tadi pagi dia siapkan sudah habis,obat-obatannya


pun sudah diminum,"ternyata dia penurut juga"gumam Kyra dan kemudian


meletakkan tas kecilnya dikursi. Dia menghampiri Jongin dan meraba kening


Jongin,"demamnya sudah turun"ucapnya lagi,dia pun kembali


membersihkan luka diwajah dan mengganti perban. Gak lupa juga dia lakukan pada


perut Jongin juga,setelah selesai dengan semua rutinitas itu. Kyra kembali


duduk dikursinya dan meminum air mineral yang tersisa setengah bekas Jongin


sepertinya. Jongin mengerang pelan dan membuka mata lalu berusaha duduk karena


kaget ternyata sudah ada Kyra disitu dan itu menyebabkan perutnya sakit karena


terlalu cepat bergerak. "Hei....hati-hati itu luka lo belum


kering"teriak Kyra yang kemudian reflek berlari menuju Jongin dan membantu


Jongin duduk. "Thank you"ucap Jongin,Kyra cuma tersenyum mengiyakan.


"Gimana perasaan lo hari ini?sudah lebih


sambil memandang Jongin. "Gue sudah lebih baik dari pada semalam walau yang ini masih sangat


sakit"Jongin menujuk perutnya. "Sudah pasti,tusukan itu dalam untung tidak menyentuh ginjal lo,kalau sampai


itu terjadi gue gak tau apa yang bakalan terjadi mungkin lebih buruk dari


ini"sahut Kyra yang kemudian duduk dikursi samping ranjang. Jongin hanya


mengangguk-angguk tanda mengerti,"ehm...Jongin-shi kalau gue boleh tau,lo


dapat dari mana luka-luka itu?"tanya Kyra perlahan, Jongin terperanjat dan


memandang Kyra. Raut wajahnya berubah sesaat dan kemudian mengalihkan


pandangannya dari Kyra,dan dia hanya diam. "Ok kalau memang gak mau jawab


gak apa-apa,oh ya sebentar"ucapan Kyra menggantung begitu saja dan dia


beranjak menuju rak obat-obatannya mengambil dompet dan handphone Jongin. Dia


kemudian menyodorkan pada Jongin,"ini punya lo,ada didalam jas dan karena


jas lo banyak darahnya jadi gue loundry dulu,gak apa-apa kan?"ucap


Kyra,Jongin memandang Kyra dan mengangguk. "Semalam gue aktifin handphone lo siapa tau ada yang


hubungin cari lo"timpal Kyra lagi. Jongin langsung melotot dan memandang


Kyra,"dari semalam jam berapa lo aktifin handphone


ini?"dari nadanya Jongin sepertinya gelisah takut ada sesuatu yang


terbongkar. "Lebih tepatnya subuh si sekitar jam 5 tadi,kenapa?"tanya


Kyra bingung,"Lo sekarang gak akan aman seperti gue,kalau gue boleh minta pertolongan lo sekali lagi kita tinggalkan tempat


ini"pinta Jongin kemudian dengan wajah serius dan dingin. Kyra bingung


setengah mati dan dia hanya bisa diam dengar permintaan Jongin,sejenak dia


berfikir ada apa sebenarnya. "Kyra-shi gue mohon,ini juga buat lo"pinta Jongin lagi dengan wajah


putus asa. "Ok,kita pergi sekarang tapi sebentar gue siapkan semua obat lo


dulu"Kyra beranjak dari duduknya dan bergegas mengemas semua obat-obatan


Jongin dan membawa air mineral yang memang dia sediakan,dia meraih tasnya dan


menghampiri Jongin lagi. Dia membantu Jongin turun dari ranjang dan memapahnya


keluar klinik. Kyra membuka pintu mobilnya dan mendudukan Jongin di kursi


sebelah kursi kemudi,"Jongin-shi tunggu disini dulu,gue lupa memasukkan


perban dan obat merah dan segala kawannya untuk membersihkan luka lo,gue masuk


dulu gak lama 5menit saja"ucap Kyra yang tanpa menunggu Jongin menjawab


langsung menutup pintu mobil lagi dan berlari masuk klinik lagi. Memang gak


butuh 5menit Kyra sudah keluar lagi dan mengunci klinik dan mengunci teralisnya


juga. Kyra bergegas memasuki mobilnya dan memandang Jongin. "Gak lama


kan?maaf ya"ucap Kyra,Jongin menggeleng saja tanda tidak apa-apa. Didalam


hatinya dia berfikir kenapa ada orang sebaik Kyra yang mau menolongnya yang


bahkan Kyra gak kenal,dan dia juga sangat teliti. Atau karena dia seorang dokter?.


Kyra melajukan mobilnya perlahan meninggalkan kliniknya,dalam benaknya dia cuma


bertanya-tanya dia harus menuju kemana. Kalau dibawa pulang gak mungkin


tantenya pasti syok karena sejauh ini Kyra jomblo akult yang tidak pernah bawa


laki-laki pulang. Kyra berfikir keras sampai keningnya mengkerut dia frustasi


dan menghela nafas. Jongin sedari tadi menyadari kebingungan dan kepanikan yang


terpampang nyata diwaja Kyra. "Lo bisa turunkan gue dimana saja,sepertinya sudah cukup gue nyusahin lo Kyra-shi"ucap Jongin


memecah kebingungan Kyra yang kemudian sontak membuat Kyra memandang wajah


Jongin lagi. "Iya...lo gak salah dengar turunkan gue dimana saja,yang penting sekarang lo aman tanpa handphone itu ditangan lo"lanjut


Jongin. Kening Kyra semakin mengkerut,dia bingung dan sedikit susah mencerna


perkataan Jongin. "Permisi ya Jongin-shi,gue bukan tipe orang yang


setengah-setengah dalam mengerjakan suatu hal termasuk menolong orang,jadi gue


gak bakalan tega biarin lo berkeliaran dengan semua luka yang lo dapat itu"


Kyra sedikit emosi karena dia gak mengira kalau laki-laki Jongin yang dia


tolong ini bicara seperti


itu. Kyra mendengus kesal dan kembali fokus menyetir,Jongin masih memandangi Kyra. "Semoga gue bisa balas semua kebaikan lo Kyra-shi dan itu kalau guemasih hidup"batin Jongin sambil


terus memandangi Kyra yang wajahnya tertulis jelas dengan kata-kata marah dan


bingung.


**********