
Kyra merapikan
rambutnya,setelah Jongin terjaga tadi dia berpamitan untuk pulang kerumah
sebentar untuk membersihkan badan dan ganti baju. Jongin yang merasa sudah
banyak merepotkan Kyra mengiyakan saja saat Kyra berpamitan pulang,walau
sebenarnya dia takut sendirian di klinik yang menurutnya sedikit horor. Kyra
menaikkan anak rambut yang masih menjuntai,dia sengaja menguncir kuda rambutnya
agar lebih simpel. Hari
ini dia memutuskan untuk menutup klinik sementara sampai Jongin benar-benar
sehat dan bisa meninggalkan kliniknya,dia sengaja berpakaian sesimpel mungkin
hanya dengan kaos berlengan pendek dan celana jins. Setelah sekali lagi
memeriksa penampilannya dicermin dia pun keluar dari kamar,dia menuju meja
makan yang sudah sang tante dan sepupunya yang sarapan. “Pagi Kyra,,,hari ini kamu tidak praktek?”tanya Min-Ah sang tante,Kyra menarik
kursinya dan duduk. “Iya
tante aku ada urusan sebentar,dan sepertinya nanti aku akan ke Daegu ada sedikit
yang harus ku urus kesana”sahut
Kyra sambil mengambil selembar roti dan mengoleskan selai coklat kemudian,”Noona
boleh aku ikut?sepertinya asik bisa berlibur kebetulan aku sedang liburan musim
panas”ucap Suga
sepupunya. Kyra
menggelengkan kepalanya karena dia sudah terlanjur menyuapkan roti ke mulutnya,”jangan ikut mungkin Noona cuma 1hari saja kok”sahut Kyra setelah menelan
rotinya. Suga hanya mengangguk-angguk tanda mengerti. “Berhati-hatilah Kyra,kau
tau kan tante hanya punya kalian berdua”sahut Min-Ah lagi. Kyra tersenyum dan
mengacungkan jempolnya tanda iya. Kyra dulu tinggal di Daegu dan dia sebenarnya
bukan keponakan Min-Ah namun setelah orang tua Kyra meninggal karena kebakaran
apartemen 17tahun lalu yang kebetulan Min-Ah adalah tetangganya,Kyra diasuh oleh
Min-Ah. Dan semenjak suaminya meninggal dia dan anak semata wayangnya Suga
memilih untuk pindah ke Seoul,Kyra anak blasteran Indonesia-Korea,ayahnya
seorang Korea namun sejak kejadian kebakaran apartement rumahnya Kyra bahkan
tidak ingat sanak saudaranya yang lain,yang dia tau Min-Ah adalah adik dari
Ayahnya.
Setelah sarapan
dan berpamitan dengan tantenya Kyra melajukan mobil mini coopernya menuju
klinik,pekerjaannya sebagai dokter hewan lumayan memberinya banyak penghasilan.
Hingga diusia semuda ini Kyra tidak memerlukan bantuan sang tante untuk
membiayai hidup bahkan dia bisa menyokong biaya sekolah Suga sepupunya. Kyra
menghidupkan radio mobilnya dan melantunlah lagu exo favoritnya,sedikit
berdendang dia tirukan lagu boyband kesukaannya itu. Gak butuh waktu lama Kyra
sudah memarkir mobilnya didepan klinik yang memang dikunci dari luar oleh
Kyra,dia khawatir kalau-kalau ada pengunjung kalau kliniknya terbuka seperti
biasa. Kyra sudah memasuki ruangan Jongin dengan sebelumnya mengunci kembali
kliniknya dari dalam. Dia melihat Jongin sedang terlelap di ranjang,wajahnya
putih pucat namun tetap terlihat tampan,dia seperti bayi yang sangat damai saat
tidur. Dia melirik bubur yang tadi pagi dia siapkan sudah habis,obat-obatannya
pun sudah diminum,"ternyata dia penurut juga"gumam Kyra dan kemudian
meletakkan tas kecilnya dikursi. Dia menghampiri Jongin dan meraba kening
Jongin,"demamnya sudah turun"ucapnya lagi,dia pun kembali
membersihkan luka diwajah dan mengganti perban. Gak lupa juga dia lakukan pada
perut Jongin juga,setelah selesai dengan semua rutinitas itu. Kyra kembali
duduk dikursinya dan meminum air mineral yang tersisa setengah bekas Jongin
sepertinya. Jongin mengerang pelan dan membuka mata lalu berusaha duduk karena
kaget ternyata sudah ada Kyra disitu dan itu menyebabkan perutnya sakit karena
terlalu cepat bergerak. "Hei....hati-hati itu luka lo belum
kering"teriak Kyra yang kemudian reflek berlari menuju Jongin dan membantu
Jongin duduk. "Thank you"ucap Jongin,Kyra cuma tersenyum mengiyakan.
"Gimana perasaan lo hari ini?sudah lebih
sambil memandang Jongin. "Gue sudah lebih baik dari pada semalam walau yang ini masih sangat
sakit"Jongin menujuk perutnya. "Sudah pasti,tusukan itu dalam untung tidak menyentuh ginjal lo,kalau sampai
itu terjadi gue gak tau apa yang bakalan terjadi mungkin lebih buruk dari
ini"sahut Kyra yang kemudian duduk dikursi samping ranjang. Jongin hanya
mengangguk-angguk tanda mengerti,"ehm...Jongin-shi kalau gue boleh tau,lo
dapat dari mana luka-luka itu?"tanya Kyra perlahan, Jongin terperanjat dan
memandang Kyra. Raut wajahnya berubah sesaat dan kemudian mengalihkan
pandangannya dari Kyra,dan dia hanya diam. "Ok kalau memang gak mau jawab
gak apa-apa,oh ya sebentar"ucapan Kyra menggantung begitu saja dan dia
beranjak menuju rak obat-obatannya mengambil dompet dan handphone Jongin. Dia
kemudian menyodorkan pada Jongin,"ini punya lo,ada didalam jas dan karena
jas lo banyak darahnya jadi gue loundry dulu,gak apa-apa kan?"ucap
Kyra,Jongin memandang Kyra dan mengangguk. "Semalam gue aktifin handphone lo siapa tau ada yang
hubungin cari lo"timpal Kyra lagi. Jongin langsung melotot dan memandang
Kyra,"dari semalam jam berapa lo aktifin handphone
ini?"dari nadanya Jongin sepertinya gelisah takut ada sesuatu yang
terbongkar. "Lebih tepatnya subuh si sekitar jam 5 tadi,kenapa?"tanya
Kyra bingung,"Lo sekarang gak akan aman seperti gue,kalau gue boleh minta pertolongan lo sekali lagi kita tinggalkan tempat
ini"pinta Jongin kemudian dengan wajah serius dan dingin. Kyra bingung
setengah mati dan dia hanya bisa diam dengar permintaan Jongin,sejenak dia
berfikir ada apa sebenarnya. "Kyra-shi gue mohon,ini juga buat lo"pinta Jongin lagi dengan wajah
putus asa. "Ok,kita pergi sekarang tapi sebentar gue siapkan semua obat lo
dulu"Kyra beranjak dari duduknya dan bergegas mengemas semua obat-obatan
Jongin dan membawa air mineral yang memang dia sediakan,dia meraih tasnya dan
menghampiri Jongin lagi. Dia membantu Jongin turun dari ranjang dan memapahnya
keluar klinik. Kyra membuka pintu mobilnya dan mendudukan Jongin di kursi
sebelah kursi kemudi,"Jongin-shi tunggu disini dulu,gue lupa memasukkan
perban dan obat merah dan segala kawannya untuk membersihkan luka lo,gue masuk
dulu gak lama 5menit saja"ucap Kyra yang tanpa menunggu Jongin menjawab
langsung menutup pintu mobil lagi dan berlari masuk klinik lagi. Memang gak
butuh 5menit Kyra sudah keluar lagi dan mengunci klinik dan mengunci teralisnya
juga. Kyra bergegas memasuki mobilnya dan memandang Jongin. "Gak lama
kan?maaf ya"ucap Kyra,Jongin menggeleng saja tanda tidak apa-apa. Didalam
hatinya dia berfikir kenapa ada orang sebaik Kyra yang mau menolongnya yang
bahkan Kyra gak kenal,dan dia juga sangat teliti. Atau karena dia seorang dokter?.
Kyra melajukan mobilnya perlahan meninggalkan kliniknya,dalam benaknya dia cuma
bertanya-tanya dia harus menuju kemana. Kalau dibawa pulang gak mungkin
tantenya pasti syok karena sejauh ini Kyra jomblo akult yang tidak pernah bawa
laki-laki pulang. Kyra berfikir keras sampai keningnya mengkerut dia frustasi
dan menghela nafas. Jongin sedari tadi menyadari kebingungan dan kepanikan yang
terpampang nyata diwaja Kyra. "Lo bisa turunkan gue dimana saja,sepertinya sudah cukup gue nyusahin lo Kyra-shi"ucap Jongin
memecah kebingungan Kyra yang kemudian sontak membuat Kyra memandang wajah
Jongin lagi. "Iya...lo gak salah dengar turunkan gue dimana saja,yang penting sekarang lo aman tanpa handphone itu ditangan lo"lanjut
Jongin. Kening Kyra semakin mengkerut,dia bingung dan sedikit susah mencerna
perkataan Jongin. "Permisi ya Jongin-shi,gue bukan tipe orang yang
setengah-setengah dalam mengerjakan suatu hal termasuk menolong orang,jadi gue
gak bakalan tega biarin lo berkeliaran dengan semua luka yang lo dapat itu"
Kyra sedikit emosi karena dia gak mengira kalau laki-laki Jongin yang dia
tolong ini bicara seperti
itu. Kyra mendengus kesal dan kembali fokus menyetir,Jongin masih memandangi Kyra. "Semoga gue bisa balas semua kebaikan lo Kyra-shi dan itu kalau guemasih hidup"batin Jongin sambil
terus memandangi Kyra yang wajahnya tertulis jelas dengan kata-kata marah dan
bingung.
**********