WHO ARE YOU

WHO ARE YOU
Episode 1



Kyra


mengunci pintu kliniknya dengan hati-hati,setelah memastikan sudah terkunci


dengan benar dia pun menarik teralis besi penutup kliniknya. Sedikit berjongkok


dia untuk mengunci tralis,namun tiba-tiba tangannya tertahan oleh sebuah tangan


yang berlumuran darah. Dia kaget dan melempar menjauhkan tangan itu dan kemudian dia mundur selangkah.


Dia melihat seonggok tubuh yang bahkan gak bisa berdiri "tolong aku,obatin


luka ku"pinta laki-laki itu pelan. Kyra menatap nanar laki-laki itu,dia


memandang wajah laki-laki itu berlumuran darah,serta ada luka koyak diperutnya.


"Gue bukan dokter umum,gue dokter hewan"ucap Kyra sambil kemudian


menunjuk plang kliniknya diatas. "Bukannya sama aja?seorang dokter harus


mengobati mahluk hidup yang terluka?"sahut laki-laki itu dingin sambil


terus meringis. Kyra memutar bola matanya jengah dan kemudian kembali membuka


tralis dan pintu klinik. Dia juga membantu laki-laki itu memasuki kliniknya.


Laki-laki itu terbaring di ranjang sambil menahan sakit,"diklinik gue gak ada


obat bius manusia,adanya obat bius hewan dan menurut gue gak masalah kalau


diberikan pada manusia. Gak apa-apa kan?"jelas Kyra sebelum menyuntik


laki-laki itu. Sedangkan yang diajak ngomong hanya mengangguk dan memejamkan


mata menahan sakit. Kyra mulai mengobati luka laki-laki itu termasuk perut yang


koyak karena tusukan pisau menurut Kyra,memang benar kalau ternyata semua


dokter itu sama. Mau dokter hewan atau dokter manusia mereka pasti bisa


menyelamatkan mahluk hidup yang sedang sekarat seperti laki-laki itu. Gak butuh waktu lama


semuanya selesai,bahkan sekarang wajah putih bersih terpampang dihadapan Kyra.


"Gila,,,laki-laki ini cakep juga"batinnya. Kyra kemudian


menggeleng-geleng sendiri,"sadarlah Kyra"ucapnya bermonolog.


"Bisa-bisanya laki-laki ini terlelapdengan semua luka ini,atau dosis hewan terlalu kuat buat manusia??ah....masa


bodoh siapa suru dia minta tolong dokter hewan"ucap Kyra lagi,kemudian dia


beranjak ke rak obat mencari obat-obatan yang bisa laki-laki itu konsumsi untuk


menghilangkan sakit,"Ya kali gue cari obat manusia disini,Kyra....berfikir


jernih sedikit dong"rutuknya pada diri sendiri. Kyra pun menarik jaket dan


tasnya yang tergeletak dimeja dan pergi meninggalkan klinik.


Gak butuh waktu lama


dia sudah membawa 2kantong plastik berisi obat-obatan dan makanan. Niatnya


untuk makan malam dirumah lenyap sudah dan dia


memutuskan tinggal diklinik malam ini menemani laki-laki itu,setelah mengunci


klinik dan mematikan lampu ruang tunggu dia masuk keruangan rawat laki-laki


itu. Ruang rawat hewan lebih tepatnya cuma sudah menjelma jadi ruang rawat


manusia. Kyra menyentuh kening laki-laki itu "dia pasti bakalan demam


dengan semua luka-luka ini" ucapnya, Kyra menyentuh pundak laki-laki itu


pelan "Hei...bangunlah dulu lo butuh makan,nanti baru lo minum obat"ucap


Kyra pelan,laki-laki itu membuka mata pelan. Dia kemudian berusaha duduk namun


ditahan Kyra. "Mending lo rebahan aja,luka diperut lo banyak jahitannya


takutnya nanti keluar darah lagi",laki-laki itu menuruti perkataan Kyra.


"Lo makan dulu ya,biar gue yang suapin. Anggap aja gue suster lo ok"


Kyra membuka sterofom berisi bubur ayam,yang entah mimpi apa pedagangnya


ditengah malam buta menjelang subuh ini dia masih mau melayani Kyra yang


memesan bubur ayam. Laki-laki itu menggeleng pelan,"aku bisa minum obat


tanpa makan,jadi berikan aku obatnya saja"pinta laki-laki


itu,"hei...lo butuh makan buat nelen obat,kalau tanpa makan obat-obatannya


gak akan bekerja maksimal,lo mau terus-terusan ngerepotin gue?yang kita berdua


aja gak saling kenal!"ucap Kyra yang mulai kehilangan kesabaran berbicara


dengan laki-laki ini. Laki-laki itu mendengus sebal "gue makan 1sendok


aja"ucapnya ketus dan mulai menggunakan kata-kata informal,"5


sendok"jawab Kyra,"2 sendok cukup"tawar laki-laki itu


lagi,"gak bisa 4 sendok titik"tegas Kyra dan kemudian menyodorkan


sesendok bubur pada laki-laki itu. Laki-laki itu membuka mulutnya


"perempuan keras kepala"batinnya. Dengan berbagai bujuk rayu dan


jadi ibu rumah tangga"ucap laki-laki itu setelah meminum air yang


disodorkan Kyra. "Kalau lo masih mau gue urusin,lo nurut aja sama gue


tanpa banyak protes"ucap Kyra tegas. Laki-laki itu mendengus kesal,Kyra


kembali menyodorkan beberapa obat dan air yang langsung ditelan dalam satu kali


gerak oleh laki-laki itu. Kyra merapikan mejanya yang mendadak penuh,"ehem.."laki-laki


itu berdehem yang membuat Kyra menoleh


kearahnya,"kenapa?"tanya Kyra singkat,"te...terima


kasih"ucap laki-laki itu,singkat tapi tulus itu yang Kyra tangkap. Kyra


cuma mengangguk dan kemudian tersenyum tipis,"istirahatlah sebentar lagi


lo bakalan ngantuk karena efek obat itu"ucap Kyra kemudian. Laki-laki itu


menuruti kata-kata Kyra dan memejamkan matanya perlahan. Kyra mendudukan


dirinya dikursi goyang tempat dia memberikan konsultasi pada pemilik hewan yang


biasa mengunjungi kliniknya. Dia memandangi laki-laki yang sekarang tengah


terbaring dihadapannya itu,"kenapa juga lo nyasar ke klinik gue?dan siapa


lo?dan kenapa lo bisa luka-luka kayak gitu?"gumam Kyra sendirian,Kyra


menguap dan kemudian menutup matanya perlahan.


Suara


erangan perlahan memaksa Kyra membuka mata yang baru saja dia pejamkan,dia


berjalan menghampiri laki-laki itu sambil mengucek matanya menghalau ngantuk.


Kyra menyentuh dahi laki-laki yang sedang menggigil dihadapannya ini.


"Tepat dugaan gue,dia demam"gumamnya,Kyra kemudian menarik selimut


yang ada di rak yang sengaja tersedia kalau-kalau dia menginap diklinik. Dia


menyelimuti laki-laki itu,kemudian dia beranjak ke pantry mengambil air kompres


untuk laki-laki itu. Setelah mengompres laki-laki itu dia menarik kursi dan


duduk disebelah ranjang,dia melirik jam tangannya. "Sudah jam 5


ternyata"ucapnya,Kyra terus saja memandangi laki-laki dihadapannya yang


terus-terusan melenguh kesakitan. Keningnya berkeringat dingin dan


terus-terusan mengkerut. Reflek Kyra meletakkan telunjuknya di kerutan dahi


laki-laki itu,perlahan kerutan hilang dan sekian menit kemudian nafas teratur


terdengar dari laki-laki itu. "Daebak...jari gue bisa bikin dia nyenyak tidur"


Kyra tertawa dan kemudian menutup mulutnya takut laki-laki itu terjaga. Kyra


berhenti terkekeh sendiri karena mengingat kalau tadi dia menemukan dompet


didalam jas laki-laki itu,dia pun beranjak dan merogoh jas yang tergeletak


begitu saja. Dan ternyata bukan hanya dompet disitu juga ada handphone. Dia


langsung membuka dompet dan menemukan beberapa atm black card dan kartu kredit


serta ktp disitu. Gak pikir lama Kyra langsung menyomot ktp,"Park


Jongin"ucap Kyra kemudian,Jongin tidak tinggal di Daegu itu yang Kyra tangkap dari ktpnya.


Kyra meletakkan dompet Jongin lagi dan meraih handphone. Tapi ternyata


handphonenya mati,"sengaja dimatikan atau low bat?"gumam Kyra yang


kemudian mencoba menyalakan handphone keluaran terbaru merek ternama,dan ternyata handphonenya nyala dengan aman.


Setengah jam Kyra mengoprek handphone Jongin yang tak berpasword itu namun Kyra


tidak menemukan apa-apa. Kyra melempar handphone


kemeja dengan frustasi. Kyra mengacak rambutnya yang sudah kusut,"gue


harus gimana?gak


mungkin gue buka klinik hari ini kalau masih ada dia disini"ucap Kyra


sambil memandang Jongin. Kyra kembali berjalan keranjang Jongin dan menjatuhkan


tubuhnya dikursi,Kyra menghela nafas frustasi. Jongin yang sedari tadi sudah


membuka mata namun tetap berpura-pura tidur tanpa Kyra sadari tersenyum tipis. "Gadis itu lucu tapi


keras kepala"gumamnya dalam hati. Kyra menangkap senyuman tipis Jongin.


"Hei...lo bisa tersenyum,mimpi apa lo bisa tersenyum sampai ke alam


nyata"ucap Kyra gemas,Jongin berusaha untuk tidak meledakkan tawanya


karena mendengar kata-kata Kyra. Cepat bangun banyak banget pertanyaan


yang mau gue lempar kewajah tampan lo”ucap Kyra lagi random. Jongin kembali


menahan tawanya yang serasa mau meledak didalam perutnya saat ini.


                                                **********************