
Kyra
mengunci pintu kliniknya dengan hati-hati,setelah memastikan sudah terkunci
dengan benar dia pun menarik teralis besi penutup kliniknya. Sedikit berjongkok
dia untuk mengunci tralis,namun tiba-tiba tangannya tertahan oleh sebuah tangan
yang berlumuran darah. Dia kaget dan melempar menjauhkan tangan itu dan kemudian dia mundur selangkah.
Dia melihat seonggok tubuh yang bahkan gak bisa berdiri "tolong aku,obatin
luka ku"pinta laki-laki itu pelan. Kyra menatap nanar laki-laki itu,dia
memandang wajah laki-laki itu berlumuran darah,serta ada luka koyak diperutnya.
"Gue bukan dokter umum,gue dokter hewan"ucap Kyra sambil kemudian
menunjuk plang kliniknya diatas. "Bukannya sama aja?seorang dokter harus
mengobati mahluk hidup yang terluka?"sahut laki-laki itu dingin sambil
terus meringis. Kyra memutar bola matanya jengah dan kemudian kembali membuka
tralis dan pintu klinik. Dia juga membantu laki-laki itu memasuki kliniknya.
Laki-laki itu terbaring di ranjang sambil menahan sakit,"diklinik gue gak ada
obat bius manusia,adanya obat bius hewan dan menurut gue gak masalah kalau
diberikan pada manusia. Gak apa-apa kan?"jelas Kyra sebelum menyuntik
laki-laki itu. Sedangkan yang diajak ngomong hanya mengangguk dan memejamkan
mata menahan sakit. Kyra mulai mengobati luka laki-laki itu termasuk perut yang
koyak karena tusukan pisau menurut Kyra,memang benar kalau ternyata semua
dokter itu sama. Mau dokter hewan atau dokter manusia mereka pasti bisa
menyelamatkan mahluk hidup yang sedang sekarat seperti laki-laki itu. Gak butuh waktu lama
semuanya selesai,bahkan sekarang wajah putih bersih terpampang dihadapan Kyra.
"Gila,,,laki-laki ini cakep juga"batinnya. Kyra kemudian
menggeleng-geleng sendiri,"sadarlah Kyra"ucapnya bermonolog.
"Bisa-bisanya laki-laki ini terlelapdengan semua luka ini,atau dosis hewan terlalu kuat buat manusia??ah....masa
bodoh siapa suru dia minta tolong dokter hewan"ucap Kyra lagi,kemudian dia
beranjak ke rak obat mencari obat-obatan yang bisa laki-laki itu konsumsi untuk
menghilangkan sakit,"Ya kali gue cari obat manusia disini,Kyra....berfikir
jernih sedikit dong"rutuknya pada diri sendiri. Kyra pun menarik jaket dan
tasnya yang tergeletak dimeja dan pergi meninggalkan klinik.
Gak butuh waktu lama
dia sudah membawa 2kantong plastik berisi obat-obatan dan makanan. Niatnya
untuk makan malam dirumah lenyap sudah dan dia
memutuskan tinggal diklinik malam ini menemani laki-laki itu,setelah mengunci
klinik dan mematikan lampu ruang tunggu dia masuk keruangan rawat laki-laki
itu. Ruang rawat hewan lebih tepatnya cuma sudah menjelma jadi ruang rawat
manusia. Kyra menyentuh kening laki-laki itu "dia pasti bakalan demam
dengan semua luka-luka ini" ucapnya, Kyra menyentuh pundak laki-laki itu
pelan "Hei...bangunlah dulu lo butuh makan,nanti baru lo minum obat"ucap
Kyra pelan,laki-laki itu membuka mata pelan. Dia kemudian berusaha duduk namun
ditahan Kyra. "Mending lo rebahan aja,luka diperut lo banyak jahitannya
takutnya nanti keluar darah lagi",laki-laki itu menuruti perkataan Kyra.
"Lo makan dulu ya,biar gue yang suapin. Anggap aja gue suster lo ok"
Kyra membuka sterofom berisi bubur ayam,yang entah mimpi apa pedagangnya
ditengah malam buta menjelang subuh ini dia masih mau melayani Kyra yang
memesan bubur ayam. Laki-laki itu menggeleng pelan,"aku bisa minum obat
tanpa makan,jadi berikan aku obatnya saja"pinta laki-laki
itu,"hei...lo butuh makan buat nelen obat,kalau tanpa makan obat-obatannya
gak akan bekerja maksimal,lo mau terus-terusan ngerepotin gue?yang kita berdua
aja gak saling kenal!"ucap Kyra yang mulai kehilangan kesabaran berbicara
dengan laki-laki ini. Laki-laki itu mendengus sebal "gue makan 1sendok
aja"ucapnya ketus dan mulai menggunakan kata-kata informal,"5
sendok"jawab Kyra,"2 sendok cukup"tawar laki-laki itu
lagi,"gak bisa 4 sendok titik"tegas Kyra dan kemudian menyodorkan
sesendok bubur pada laki-laki itu. Laki-laki itu membuka mulutnya
"perempuan keras kepala"batinnya. Dengan berbagai bujuk rayu dan
jadi ibu rumah tangga"ucap laki-laki itu setelah meminum air yang
disodorkan Kyra. "Kalau lo masih mau gue urusin,lo nurut aja sama gue
tanpa banyak protes"ucap Kyra tegas. Laki-laki itu mendengus kesal,Kyra
kembali menyodorkan beberapa obat dan air yang langsung ditelan dalam satu kali
gerak oleh laki-laki itu. Kyra merapikan mejanya yang mendadak penuh,"ehem.."laki-laki
itu berdehem yang membuat Kyra menoleh
kearahnya,"kenapa?"tanya Kyra singkat,"te...terima
kasih"ucap laki-laki itu,singkat tapi tulus itu yang Kyra tangkap. Kyra
cuma mengangguk dan kemudian tersenyum tipis,"istirahatlah sebentar lagi
lo bakalan ngantuk karena efek obat itu"ucap Kyra kemudian. Laki-laki itu
menuruti kata-kata Kyra dan memejamkan matanya perlahan. Kyra mendudukan
dirinya dikursi goyang tempat dia memberikan konsultasi pada pemilik hewan yang
biasa mengunjungi kliniknya. Dia memandangi laki-laki yang sekarang tengah
terbaring dihadapannya itu,"kenapa juga lo nyasar ke klinik gue?dan siapa
lo?dan kenapa lo bisa luka-luka kayak gitu?"gumam Kyra sendirian,Kyra
menguap dan kemudian menutup matanya perlahan.
Suara
erangan perlahan memaksa Kyra membuka mata yang baru saja dia pejamkan,dia
berjalan menghampiri laki-laki itu sambil mengucek matanya menghalau ngantuk.
Kyra menyentuh dahi laki-laki yang sedang menggigil dihadapannya ini.
"Tepat dugaan gue,dia demam"gumamnya,Kyra kemudian menarik selimut
yang ada di rak yang sengaja tersedia kalau-kalau dia menginap diklinik. Dia
menyelimuti laki-laki itu,kemudian dia beranjak ke pantry mengambil air kompres
untuk laki-laki itu. Setelah mengompres laki-laki itu dia menarik kursi dan
duduk disebelah ranjang,dia melirik jam tangannya. "Sudah jam 5
ternyata"ucapnya,Kyra terus saja memandangi laki-laki dihadapannya yang
terus-terusan melenguh kesakitan. Keningnya berkeringat dingin dan
terus-terusan mengkerut. Reflek Kyra meletakkan telunjuknya di kerutan dahi
laki-laki itu,perlahan kerutan hilang dan sekian menit kemudian nafas teratur
terdengar dari laki-laki itu. "Daebak...jari gue bisa bikin dia nyenyak tidur"
Kyra tertawa dan kemudian menutup mulutnya takut laki-laki itu terjaga. Kyra
berhenti terkekeh sendiri karena mengingat kalau tadi dia menemukan dompet
didalam jas laki-laki itu,dia pun beranjak dan merogoh jas yang tergeletak
begitu saja. Dan ternyata bukan hanya dompet disitu juga ada handphone. Dia
langsung membuka dompet dan menemukan beberapa atm black card dan kartu kredit
serta ktp disitu. Gak pikir lama Kyra langsung menyomot ktp,"Park
Jongin"ucap Kyra kemudian,Jongin tidak tinggal di Daegu itu yang Kyra tangkap dari ktpnya.
Kyra meletakkan dompet Jongin lagi dan meraih handphone. Tapi ternyata
handphonenya mati,"sengaja dimatikan atau low bat?"gumam Kyra yang
kemudian mencoba menyalakan handphone keluaran terbaru merek ternama,dan ternyata handphonenya nyala dengan aman.
Setengah jam Kyra mengoprek handphone Jongin yang tak berpasword itu namun Kyra
tidak menemukan apa-apa. Kyra melempar handphone
kemeja dengan frustasi. Kyra mengacak rambutnya yang sudah kusut,"gue
harus gimana?gak
mungkin gue buka klinik hari ini kalau masih ada dia disini"ucap Kyra
sambil memandang Jongin. Kyra kembali berjalan keranjang Jongin dan menjatuhkan
tubuhnya dikursi,Kyra menghela nafas frustasi. Jongin yang sedari tadi sudah
membuka mata namun tetap berpura-pura tidur tanpa Kyra sadari tersenyum tipis. "Gadis itu lucu tapi
keras kepala"gumamnya dalam hati. Kyra menangkap senyuman tipis Jongin.
"Hei...lo bisa tersenyum,mimpi apa lo bisa tersenyum sampai ke alam
nyata"ucap Kyra gemas,Jongin berusaha untuk tidak meledakkan tawanya
karena mendengar kata-kata Kyra. Cepat bangun banyak banget pertanyaan
yang mau gue lempar kewajah tampan lo”ucap Kyra lagi random. Jongin kembali
menahan tawanya yang serasa mau meledak didalam perutnya saat ini.
**********************