
Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan. Akhirnya Rania dan wanita itu sampai di tempat tujuan nya.
Rania dan wanita vampir itu berdiri tepat di depan sebuah bangunan kuno.
"Apa ini istana papa dan mama?" Pikirnya.
"Masuk lah Lady, seseorang telah menunggu lady di dalam sana"
Rania menatap wanita itu. "Mengapa aku sendiri yang masuk!"
Wanita itu tersenyum menyeringai, kemudian dia menatap bangunan tua yang tampak sangat megah di mata makhluk immortal.
Bagaimana tidak, hanya orang orang tertentu yang bisa masuk ke dalam sana. Jika tidak memiliki darah keturunan Demon, atau keturunan kerjaan. Maka mereka tidak akan bisa menginjakkan kaki ke dalam sana. Kecuali atas ijin pemilik tahta. Yaitu, Rania.
"Saya hanya bisa mengantar Lady sampai di sini"
"Kenapa?"
"karena saya tidak memiliki darah keturunan kerajaan ataupun demon"jawab wanita itu.
Rania menatap bangunan tua itu, dengan ragu ragu dia akhirnya memutuskan untuk melangkah masuk.
Baru satu langkah, angin langsung bertiup kencang. Namun tidak membuat Rania goyah. Angin itu seakan bersiul menyambut Queen of Immortal datang.
Sangat mengejutkan, tanpa di sentuh. Pintu utama istana langsung terbuka lebar, menyambut kedatangan Rania.
"Wah ." Gumam Rania terkagum.
Rania terus masuk ke dalam, menatap penuh kewaspadaan. Dia tetap berpikir ada jebakan atau apapun itu, yang akan menyebabkan dirinya dalam bahaya.
Seakan ada yang menuntun nya, Rania terus mengikuti arah kaki nya melangkah.
"Ruangan apa ini?" Gumam nya. Dia berdiri di depan pintu besar. Seperti nya itu adalah sebuah kamar
Oh bukan, itu adalah pintu ruangan perpustakaan milik sang ratu.
Rania hendak menyentuh pintu itu untuk membuka nya. Tiba-tiba terdengar suara yang membuat dirinya terkejut.
"Welcome Queen, akhirnya anda datang ke tempat anda semestinya berada"
Rani berbalik, menatap seorang pria tampan dengan memakai jubah berwarna hitam.
"Siapa kamu!"tanya nya lantang.
Pria berjubah hitam menyeringai, dengan santai nya dia berjalan mendekati Rania, membuat wanita itu menatapnya was was.
"Jangan mendekat! Atau aku akan.."
"Akan apa?"potong pria itu semakin melangkah mendekat.
Rania semakin was was, dia melayangkan tangan nya hingga sebuah portal menghalangi pria itu mendekatinya.
"Wow. . Menakjubkan, sungguh menakjubkan. Rania, queen of Immortal!"
"Siapa kamu! Kenapa kamu tahu tentang aku!"
"Hahaha.."
Rania melebarkan matanya, pria itu seakan sangat bahagia melihat dirinya berada di istana kuno ini.
Bagaimana tidak Brankly sudah lama menantikan kedatangan Rania ke istana ini.
Yah, dia adalah Brankly, raja kegelapan. Sudah lama dia menunggu moment ini.
"Aku Brankly, penguasa kegelapan. Pasangan hidup mu!"
Brankly mengibaskan tangan nya, sehingga portal yang Rania buat seketika hancur.
Hal itu tentu saja membuat Rania terkejut. Bagaimana mungkin pria itu bisa mengimbangi kekuatan nya.
"Tidak, kamu tidak mungkin pasanganku. Karena Adam adalah pasangan yang di takdirkan untuk ku!" Ucap Rania tegas.
Mendengar hal itu, Brankly langsung tertawa keras. Dia berdiri tepat di depan Rania.
"Sayang, apa kamu yakin? Akan tetap mencintai nya setelah tahu apa yang dia lakukan pada kedua orang tua mu?"
Deg.
"Apa yang terjadi? Mengapa dia menyebut Adam? Apakah Adam ada hubungannya dengan kematian papa mama?" hati Rania kembali bergejolak, rasa penasaran menguasai dirinya.
"Apa yang terjadi! Katakan padaku!"titah nya.
"Ok, oke honey"
"Stop memanggil ku dengan panggilan seperti itu. Karena aku bukan kekasih mu!" Sela Rania dengan mata memancarkan api kemarahan.
Brankly terkekeh pelan, dia memberanikan menarik tangan Rania tanpa bisa memberontak ke sebuah ruangan.
"Tidak enak mengobrol sambil berdiri honey, alangkah baiknya kita duduk di sini" ujarnya
Rania menatap sekeliling, dia melihat ada banyak foto yang menempel pada dinding ruangan itu.
Deg
Jantung Rania terasa seperti berhenti berdetak, ketika mata nya melihat ke sebuah bingkai foto.
"Mama.."
"Papa.."
Rania mendekati dua buah foto, di mana di sana gambar mama dan papa nya terpajang.
"Yah, mereka adalah kedua orang tua kamu. King & queen. Meninggal setelah di buru oleh serigala berbau busuk itu!" Brankly berdiri di samping Rania, dia menceritakan semuanya pada wanita itu.
"Kamu jangan mengarang cerita palsu. Adam tidak mungkin memburu kedua orang tua ku!"bantah nya, dia tidak terima jika pria itu menjelekkan kekasihnya.
"Bibi ku tidak akan membiarkan aku di dekati oleh musuh ku!"tambah nya lagi.
"Waw Lady queen, apa kamu sebodoh itu? Apa kamu tidak pernah berpikir. Mengapa Claudia tidak pernah mau menceritakan pada mu? Siapa dan di mana kedu orang tua mu di bunuh?"
Rania langsung berbalik, dia menatap Brankly tajam. Setelah dia menjelekkan kekasihnya, kini pria ini malah menjelekkan bibi nya.
"Jaga ucapan mu! Jangan pernah menjelekkan bibi ku!"
"Wohoo...Santai queen, santai.... Kamu tidak perlu menggunakan emosi. Aku tidak sebanding dengan kekuatan yang kamu miliki. Tapi aku, bisa membantu mu untuk balas dendam"
"Diam!! Aku tidak akan balas dendam. Karena mereka bukan musuh ku!"bentak Rania semakin emosi.
Kini, bukan hanya matanya yang mengeluarkan api, tetapi seluruh tubuh nya sudah di bungkus oleh kobaran api.
Brankly tersenyum, dengan santai dia menjentikkan tangan nya. Tiba-tiba sebuah foto besar turun dari atas istana.
Perlahan kobaran api menghilang, Rania mendekati foto besar itu. Di sana terlihat jelas gambaran kecelakaan yang mama dan papa nya alami.
"Bagaimana mungkin?"gumam Rania. Dia menatap lekat foto itu. Seakan dapat masuk dan melihat semua kejadian.
"Tidak..Tidak mungkin!!" Rania menggeleng kuat, sangat sulit bagi Rania untuk mempercayai apa yang dia lihat dari lukisan itu.
Bruk.
Rania merasa tubuh nya lunglai tidak bertenaga. hingga dia ambruk di lantai yang sangat berdebu.
"kenapa...Kenapa ini bisa terjadi?? mengapa mereka tega melakukan hal itu??"
Brankly tersenyum, dia merasa senang setelah Rania mengetahui segalanya dari nya. sehingga dia tidak perlu membuat Rania mengikutinya. dia yakin Rania akan dengan sendirinya mengikuti nya.
"Bagaimana Queen, apa kamu masih sanggup mengatakan jika Adam dan Claudia, sebagai Kekasih dan bibi mu?" cibir Brankly.
"Diam!"
Bruk.
Rania melempar bola api kearah Brankly. Beruntung Brankly bisa menghindarinya. Jika tidak, mungkin dia sudah menjadi abu.
Rania bangkit, emosi di hatinya semakin meningkat. matanya berubah menjadi hitam pekat, sedangkan tubuh nya di lingkup oleh asap hitam.
"Bagus ...Bagus....Kembangkan rasa dendam itu Queen..Benar, seperti itu" batin Brankly. mata nya tidak lepas dari Rania.
semakin lama,asap itu semakin pekat. Mengangkat tubuh Rania ke udara.
"Aku akan membunuh kalian!!!! Akan ku basmi semua!!!" Teriak Rania menggelegar ke penjuru dunia.