War And Love

War And Love
Episode 7



Setelah kejadian tadi malam, Ara berusaha menghindar dari Reynard. Dia sudah bertekad akan melupakan Reynard. Sarapan pagi pun dia memakannya di dapur, dengan alasan sudah lapar. Dia sengaja sarapan lebih dulu dari semuanya. Apalagi perempuan yang kemarin mencium Reynard juga ikut sarapan di meja makan.


" Aku ini masih muda. Mungkin perasaanku ke Kak Rey hanya sebatas kagum. Aku belum mengerti cinta. " Ucap Ara meyakinkan dirinya agar lebih mudah melupakan Reynard. Jujur saja, ini pertama kalinya dia merasakan cemburu. Kalau sesakit ini, dia lebih memilih tidak usah jatuh cinta saja. Tapi jatuh cinta tidak bisa dicegah semudah itu.


Tiba-tiba dia teringat dengan teman-teman sekolahnya, teman kerjanya. Apa kabar mereka semua. " Tunggu, dihitung dari penculikanku waktu itu. Berarti ini sudah tanggal lima belas. Hari ini pengumuman kelulusanku. " Ara berdiri dari duduknya. Berjalan mondar mandir memikirkan sesuatu.


" Gara-gara cinta aku jadi lupa hari kelulusan kan? " Ucap Ara masih mondar-mandir. " Tapi bagaimana aku datang ke sekolah? " Lanjutnya.


" Apa aku minta tolong sama Kak Rey? " Pikirnya. " Ah tidak. Bisa-bisa aku malah gagal melupakan dia. "


" Rara? " Ara terkejut mendengar seseorang memanggilnya dari arah pintu kamar.


" Eh. Ayah? " Ara menghampiri Harry yang berdiri di pintu.


" Kamu kenapa nak? " Tanya Harry lembut.


Ara terlihat berpikir. " Itu Ayah.. Em.. Hari ini adalah pengumuman kelulusanku. Aku harus pergi ke sekolah. " Ucap Ara dengan ragu-ragu.


" Kalau begitu. Mintalah Reynard untuk mengantarmu. " Ara langsung menggeleng mendengar ucapan Harry.


" Tidak Ayah. Tuan.. Eh maksudku Kak Rey pasti sedang bersama.. Em.. bersama kekasihnya. " Harry tersenyum melihat raut kecemburuan yang terpancar dari mata Ara.


" Baiklah. Ayah yang akan mengantarmu. " Ara terkejut mendengar ucapan Harry.


" Tapi.. Ayah tidak takut? Keluar dari sini? " Tanya Ara hati-hati. Ara tahu Harry adalah kelompok sejenis mafia. Dia tidak terlalu bodoh menilai apa yang selalu dia lihat di rumah ini. Meskipun dia sedikit takut awalnya, tapi dia yakin, Harry dan Reynard akan selalu baik padanya.


" Tidak akan ada yang berani macam-macam dengan Ayah. Mereka akan menyesal jika berani mengganggu Ayah." Ucap Harry mengelus rambut Ara .


" Ayah benar.. Ayah kan orang paling hebat. " Keduanya tertawa bersama.


Pengawal yang bertugas mengikuti Harry, terkejut tidak percaya mendengar tawa bosnya dari dalam. Nona Ara benar-benar spesial.


" Apa kamu akan bersiap dulu? " Tanya Harry.


" Tidak. Aku akan memakai baju ini saja. Ayo Ayah. " Ara hendak meraih tangan Harry untuk digandeng, tapi dia mengurungkan niatnya. Dia masih canggung untuk berkontak fisik dengan ketua mafia paling mengerikan itu. Kenapa Ara menyebutnya mengerikan? Meskipun Harry bersikap manis padanya, tapi dia selalu bersikap tegas dan mengerikan di depan anak buahnya. Ara sering melihat itu diam-diam.


Harry yang melihat kecanggungan Ara mengambil alih tangan Ara. Menggandeng tangan Ara lembut seperti menggandeng tangan putrinya. Ara sedikit terkejut, tapi kemudian dia tersenyum.


Mereka berjalan menuruni tangga. Di bawah tangga mereka berpapasan dengan Reynard dan Keisya. Perempuan itu bergelayut manja di lengan Reynard, membuat Harry muak. Sedangkan Ara, jangan ditanya lagi. Melihat ke arah mereka pun Ara tidak sanggup.


" Ayah. Kalian mau kemana? " Tanya Reynard ketika dia berada di hadapan Ayahnya.


Mata Reynard beralih ke Ara, menatap lekat wajah gadis itu. Tapi yang ditatap malah memandang ke arah lain.


" Ayah mau mengantar putri Ayah ke sekolah. Hari ini pengumuman kelulusannya. " Harry tersenyum lembut ke Ara yang dibalas senyum manis oleh Ara.


Keisya terkejut melihat perlakuan Harry kepada Ara. Sejak kapan Ayah dari kekasihnya ini berubah menjadi manis kepada orang lain. Setahunya Tuan Harry adalah orang yang dingin dan kejam.


Ketika mata Ara dan Reynard bertemu, Ara langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain. Sedangkan Reynard, sedetikpun dia tidak mengalihkan matanya dari gadis mungil itu.


Ara menarik-narik pelan lengan baju Harry. Mengerti dengan kode Ara, Harry tersenyum. Dia senang Ara bersikap tidak canggung lagi.


" Ayah dan Rara pergi dulu. Kau jaga mansion dari musuh. Terutama dari pengkhianat. " Ketika mengucap kata pengkhianat, mata Harry melirik ke arah Keisya. Keisya paham tatapan mata itu. Tapi dia tidak khawatir, selama Reynard berada dipihaknya, siapapun tidak akan ada yang berani menyakitinya. Tetapi dengan Ayah Reynard, dia harus lebih hati-hati.


Reynard tidak melihat arah mata Harry karena sedari tadi matanya hanya melihat Ara. Gadis kecil ini berani mengabaikannya. Lihat saja kau anak kecil.


Harry dan Ara berjalan keluar mansion. mereka diikuti banyak pengawal yang akan mengantar mereka ke sekolah Ara.


Bersambung.....