War And Love

War And Love
Episode 2



Reynard menghentikan langkahnya, dia bingung dengan pikirannya sendiri. Kenapa dia ingin sekali menolong gadis kecil itu?


" Sial. " Dengan kesal dia berbalik arah.


Langkah lebarnya berhasil membawanya kembali pada dua pengwal tadi. " Tunggu. " Dua pengawal tadi menghentikan langkahnya lalu menoleh tanpa melepaskan pegangan tangannya pada gadis itu.


" Lepaskan dia. " Ucap Reynard.


Dua pengawal tadi saling berpandangan.


" Tuan. Kami sudah menangkapnya dengan susah payah. Dia bahkan sempat memukulku dengan botol minuman ketika kami membawanya, dan tadi dia menendang aset berhargaku. " Ucap salah satu pengawal.


" Kami juga takut kalau melepas tahanan begitu saja. " Ucap pengawal satunya lagi.


" Saya tidak menyuruh kalian membebaskannya. Saya hanya mau kalian melepaskan dia untuk saya. " Ucap Reynard.


Dua pengawal tadi menyerngit kebingungan.


" Apa Pengawal Saka tertarik dengan perempuan ini juga? " Tanya pengawal itu hati-hati.


" Iya. Saya akan meminta izin pada bos untuk meminjam gadis ini. " Jawab Reynard.


Gadis itu melototkan matanya tidak percaya. Ternyata laki-laki di depannya ini sama-sama menginginkan tubuhnya. Sepertinya hidupnya akan berakhir setelah ini. Tapi jika disuruh memilih, dia lebih memilih laki-laki yang ada di hadapannya dari pada dua orang yang sedang menahan tangannya. Mereka jelek dan terlihat sudah berumur, sedangkan laki-laki dihadapannya terlihat masih muda dan sangat tampan.


" Kalian bisa pilih yang lain. " Ucap Reynard.


Kedua pengawal itu berjalan menjauh menuju ke penjara perempuan-perempuan. Tentu akan mencari pengganti. Bagi mereka sama saja, perempuan-perempuan yang mereka culik adalah perempuan-perempuan. Tetapi Gadis SMA tadi berbeda dari yang lainya, dia terlihat segar dan masih muda. Sedangkan yang lainnya meskipun cantik tapi terlihat seperti perempuan murahan karena penampilan mereka. Mereka ditangkap karena berkeliaran sendirian di malam hari, sedangkan gadis SMA tadi ditangkap ketika sedang berjalan sendirian di jalan sepi siang hari.


Reynard menyeret tangan gadis itu keluar dari lorong penjara. Ketika mereka sudah sampai di ruang belakang mansion, mereka berpapasan dengan Bojes dan Adelio.


" Reynard? Siapa gadis ini. " Tanya Bojes ketika mereka sudah berhadapan.


" Dia salah satu dari perempuan yang anak buah anda culik. " Jawab Reynard dengan wajah datarnya. Dia tidak suka menunjukan wajah hormat kepada Bojes. Meski begitu, Bojes tetap suka kepada Reynard karena menurutnya beginilah sikap Reynard.


Bojes memandang gadis itu dari atas sampai bawah. Yang dipandang hanya menunduk takut. " Kau tertarik dengan daun muda Reynard? " Ucap Bojes tersenyum miring.


" Kalau daun mudanya begini aku juga suka dad. Dia benar-benar cantik. " Sahut Adelio yang juga memperhatikan gadis yang ada di samping Reynard.


Dalam hati Reynard memaki Adelio. Sudah membawa Keisya, sekarang dia juga tertarik dengan gadis ini.


" Maaf Tuan Muda. Kali ini saya tidak bisa menuruti permintaan anda. Saya sudah berebut dengan pengawal tadi, tidak mungkin saya berebut dengan anda juga. " Reynard memaki mulutnya, ada apa dengannya? Hanya demi perempuan ini dia berkata seperti itu.


" Hei. Aku juga tidak minat dengan perempuan udik seperti itu. Aku bisa mendapatkan perempuan cantik manapun yang aku mau. " Reynard menahan emosi yang mulai menyerang dirinya, ingin rasanya dia menyumpal mulut kotor itu.


" Baiklah, anda benar tuan muda. Kalau begitu saya permisi. " Ucap Reynard menunduk hormat kemudian meninggalkan dua orang yang sangat dibencinya itu.


Sebelum Reynard dan gadis itu pergi, Adelio sempat memperhatikan wajah gadis yang dibawa Reynard. Dia seperti pernah melihat gadis itu. Tapi entah dia lupa.


Bersambung....