War And Love

War And Love
Episode 1 (Pengantar dan Pertemuan Pertama)



Setahun sudah Reynard kehilangan kekasihnya, Keisya nama kekasih Reynard yang mengatakan akan pergi ke Jepang untuk pemotretan, sampai sekarang tak kunjung memberi kabar. Sampai akhirnya lima bulan lalu, anak buahnya melihat Keisya berada dalam satu mobil dengan Adelio, anak dari musuh keluarga Reynard.


Reynard dan Adelio adalah anak sekaligus pewaris tunggal kelompok mafia paling besar. Reynard adalah putra dari pemimpin mafia yang bernama Harry, sedangkan Adelio putra dari pemimpin mafia bernama Bojes. Dua kelompok ini saling bersaing untuk menjadi nomor satu.


Dulunya, mereka adalah rekan dalam dunia mafia, sampai akhirnya mereka bermusuhan karena Bojes ternyata menaruh hati pada Sintya, Ibu dari Reynard yaitu istri Harry. Setelah istri Bojes meninggal, dia gelap mata dan berusaha mendapatkan Sintya dengan cara menculik Sintya yang waktu itu dalam kondisi hamil. Karena penculikan itu, Sintya harus mengakhiri hidupnya ketika berusaha kabur dari kejaran anak buah Bojes. Reynard yang waktu itu berusia 20 tahun merasa sangat terpukul, dia kehilangan dua orang yang disayanginya, ibu sekaligus calon adik yang ada dalam kandungan ibunya. Ayah Reynard benar-benar merah dan murka, dan memutuskan hubungan kerjasama dengan Bojes.


Setelah kematian ibunya, Reynard tinggal bersama ayahnya di mansion mereka yang ada di sebuah hutan. Tempatnya tersembunyi, hanya kelompok mafia mereka yang tahu akses jalan menuju mansion keluarga Harry. Bojes dan anak buahnya tidak pernah melihat Reynard, karena Reynard tidak pernah tinggal bersama Harry, ayahnya. Harry menyembunyikan identitas Reynard dari siapapun, meskipun Reynard selalu membantu misi ayahnya.


Lima bulan lalu setelah anak buah Reynard melihat Keisya bersama Adelio, Reynard memutuskan untuk menyamar menjadi pengawal di keluarga Adelio. Dengan modus menyelamatkan Bojes, ayah dari Adelio. Waktu itu Bojes tanpa pengwalan ketat dari anak buahnya, Reynard menyuruh anak buahnya untuk menyerang Bojes. Dengan begitu, Reynard akan berpura-pura menyelamatkan Bojes. Padahal ini bagian dari rencananya. Karena kecerdasan Reynard, Bojes simpati dengan Reynard dan menjadikannya pengawal pribadi Bojes.


Empat bulan sudah Reynard menjadi pengawal Bojes, tetapi sekalipun dia tidak melihat keberadaan Keisya. Kemana sebenarnya perempuan itu?


Laki-laki berusia 28 tahun itu berjalan menyusuri lorong-lorong penjara bawah tanah keluarga Bojes. Selain dia bisa mencari keberadaan Keisya, dia juga dengan mudah memata-matai pergerakan kelompok mafia Bojes. Terbukti sekarang kelompok mafia ayahnya selalu memenangkan dalam bisnis mafia, tentu karena Reynard yang selalu mengawasi dan mencuri informasi dari kelompok Bojes. Sebentar lagi, Reynard dan ayahnya akan menjadi yang nomor satu.


" Sampah. " Reynard tersenyum miring ketika melihat manusia-manusia yang terkapar lemah di dalam penjara. Mereka adalah penghianat, mata-mata, dan beberapa tahanan.


Mata Reynard beralih pada penjara yang kondisinya lebih baik dari yang lain. Setidaknya, mereka diperlakukan lebih manusiawi dari tahanan yang lain. Mereka adalah perempuan-perempuan yang diculik anak buah Bojes untuk dijual.


" Cih. " Reynard berdecih. Bojes benar-benar sampah, untuk apa menculik wanita-wanita itu. Reynard dan ayahnya memang mafia yang kejam, tapi dia tidak pernah menculik anak manusia untuk dijual. Tapi Reynard sedikitpun tidak peduli dengan manusia-manusia itu, baginya yang terpenting adalah mencari Keisya dan mengawasi pergerakan Bojes.


" Tuan, keluarkan saya Tuan. " Teriak salah seorang wanita yang ada dalam penjara itu. Reynard tidak menanggapi sama sekali, dia hanya memberikan sorotan tajam kepada perempuan-perempuan itu.


Melihat Reynard yang memperhatikan mereka, satu persatu dari mereka berdiri memegang besi penjara. " Tuan.. Keluarkan kami. " Teriak mereka saling bersahutan.


Tetapi ada satu perempuan yang menarik perhatian Reynard, berbeda dengan teman-temannya yang berdiri dan berteriak meminta dikeluarkan, dia malah duduk tenang dengan dengan posisi wajah menunduk. Reynard menyipitkan matanya. Seorang gadis muda, masih memakai seragam sekolah. Bahkan anak buah Bojes menculik anak SMA? Benar-benar.


Reynard semakin memperhatikan gadis itu, seragam sekolah yang sudah mulai lusuh karena sudah bercampur dengan tanah penjara, rambut yang diikat satu tetapi sudah banyak helaian-helaian rambut yang terlepas dari ikatan. Meskipun tangan dan kakinya kotor terkena tanah, tapi jelas terlihat kulitnya putih bersih. Tas punggung yang ada di sampingnya pasti tas sekolah milik gadis itu.


" Mundur kalian. " Teriak seorang pengawal yang datang menghampiri penjara wanita-wanita itu. Mereka sontak mundur karena ketakutan melihat muka sangar pengawal di depannya. Satu pengawal lainnya membuka kunci penjara.


" Awas. " Mereka beringsut mundur ke dinding penjara karena ketakutan.


Reynard masih diam memperhatikan pergerakan dua pengawal itu. Matanya memicing ketika salah satu dari mereka menarik paksa tangan gadis SMA itu untuk berdiri.


" Lepaskan. Lepaskan. " Teriak Gadis itu sambil memberontak.


Gadis itu diseret keluar penjara oleh satu pengawal, lalu pengawal satunya kembali mengunci pintu jeruji besi itu. " Ayo! " Ucap pengawal yang menarik tangan gadis itu.


Reynard terkejut ketika tiba-tiba gadis itu menginjak kaki pengawal yang menyeretnya dan menendangnya tepat di aset berharga pengawal itu. Dalam pikiran Reynard, ternyata dia gadis yang sedikit kuat. Reynard masih menatap tajam ke arah gadis itu ketika dia berlari ke arah Reynard.


" Hei berhenti. " Teriak pengawal yang selesai mengunci pintu penjara sambil mengejar gadis itu.


" Aww.. " Rintih gadis itu merasakan sakit pada tubuhnya. Dia mendongak menatap wajah orang yang baru saja dia tabrak. Nyalinya semakin menciut ketika mendapat tatapan tajam dari orang yang ditatapnya.


Reynard melihat dua pengawal tadi sudah berdiri di belakang posisi gadis itu terduduk. Reynard menundukan tubuhnya lalu menjulurkan tangan meraih pergelangan gadis itu. Dengan sekali tarikan, gadis itu sudah berdiri di hadapannya.


Mata mereka bertemu, entahlah.. Reynard merasa mata yang ditatapnya begitu teduh. Hati Reynard seperti merasakan sesuatu yang aneh ketika melihat bola mata itu sedikit menggenang seperti akan akan air yang jatuh.


" Maaf Pengawal Reynard. Bisakah anda menyerahkan gadis itu? " Reynard mengalihkan matanya kepada pengawal yang baru saja berbicara.


" Untuk apa? " Ucap Reynard datar tanpa ekspresi.


" Kamilah yang berhasil menangkap perempuan-perempuan yang ada di penjara itu. Salah satunya anak ini. Seperti biasa, kami boleh memilih satu dari mereka untuk diajak bersenang-senang. " Tubuh Gadis itu semakin kaku mendengar ucapan pengawal di belakangnya. Dia paham maksud kata bersenang-senang.


" Lalu, kau memilih dia? " Tanya Reynard menatap lekat gadis yang berdiri di hadapannya. Yang ditatap malah semakin menundukan wajahnya menahan rasa takut dan sakit yang menjalar di tangannya karena Reynard memegang pergelangan tangannya dengan kuat.


" Tentu. Dia paling menggemaskan dari yang lain. " Ucap pengawalan yang tadi mendapat tendangan dari gadis itu.


Reynard kembali memperhatikan gadis di hadapannya. Tubuh yang pendek, tingginya bahkan tidak sampai bahu Reynard, tetapi tubuhnya tidak terlalu kurus, dia sedikit berisi.


" Berapa usiamu. " Ucap Reynard menatap tajam Gadis itu. Yang ditanya galagapan sendiri karena dikuasai rasa takut.


" De.. Delapan be... las. " Ucapnya terbata.


Kedua pengawal itu terlihat bingung, kenapa Reynard bertanya umur kepada gadis itu. Sudah jelas gadis itu masih muda, dia saja masih memakai seragam sekolah.


" Pengawal Saka. Bisakah anda menyerahkan gadis ini? " Ucap Pengawal dengan sopan. Mereka tidak berani melawan Reynard, selain Reynard pengawal kepercayaan bos mereka, kemampuan beladiri Reynard juga tidak bisa ditandingi.


Reynard melepaskan cengkramannya pada gadis itu. Kedua pengawal itu tersenyum sumringah akan mendapatkan gadis muda yang sangat cantik. Namun beru sebentar dia akan berbalik, tangannya sudah ditahan oleh tangan mungil yang menggenggamnya lemah.


" Tuan.. Tolong saya. Saya masih muda. Saya masih akan kuliah Tuan... " Ucapnya dengan air mata yang menetes begitu saja.


Reynard berusaha menolak pikiran aneh yang ada dalam dirinya. Dia tidak pernah merasa seiba ini pada orang, kecuali kepada keluarga dan Keisya kekasihnya. Reynard menyentak tangannya yang ditahan gadis itu, membuat pegangan gadis itu terlepas. Reynard berbalik akan meninggalkan gadis itu dengan dua pengawal tadi.


" Lepaskan saya.. " Ucap gadis itu ketika tangannya kembali diseret oleh dua pengawal tadi.


.


.


Bersambung...