War And Love

War And Love
Episode 10



Ara berjalan dengan malas-malasan menuju ke kamar. Pikirannya masih berkecamuk teringat perkataan Reynard yang menyebalkan. Apa-apaan laki-laki itu, bilang tidak tahan padanya. Hih. Menjijikan. Begitu kesalnya.


" Aku langsung mau tidur saja. " Membuka pintu kamarnya. Masa bodoh dengan kondisi perutnya yang baru saja makan malam.


Ceklek. Ara mengunci pintu kamarnya, sekarang dia tidak boleh sembarangan membiarkan pintu tidak terkunci, manusia seperti Reynard tidak bisa ditebak. Sekarang saja dia berubah menjadi laki-laki yang... Entahlah.


Tidak memperhatikan sekitarnya, Ara mengambil baju tidur yang ada di lemari lalu berjalan ke kamar mandi untuk mengganti pakaian.


Tidak butuh waktu lama dia sudah selesai mengganti baju. Dia keluar dari kamar mandi dengan menggunakan setelah baju tidur berwarna kuning.


Baru saja matanya menoleh ke ranjang. Dia sudah dikejutkan dengan pemandangan seorang laki-laki tampan yang terbaring nyaman di ranjangnya.


" Kakak.. Kenapa ada di sini. " Teriaknya menghampiri Reynard.


" Kenapa memangnya.. " Tanya Reynard santai.


" Aku mau tidur. " Ara sudah menarik-narik tangan Reynard supaya mau bangun.


" Yasudah tidur saja. " Reynard tidak bergeming dari posisinya.


" Kalau Kakak masih ada di sini. Gimana aku mau tidur? " Melepas tarikannya pada Reynard lalu menaruh kedua tangannya di pinggang. Berkacak pinggang menatap tajam Reynard.


" Kalau mau tidur ya tidur saja. Apa hubungannya ada aku di sini. " Reynard semakin memposisikan dirinya berbaring senyaman mungkin.


Ara menggeram kesal. " Terserah. " Membalikkan badan menuju ke pintu keluar.


" Hei. Kau mau kemana. " Panggil Reynard.


" Tidur di kamar lain. Puas. " Sudah akan membuka kunci pintu.


Reynard langsung lompat dari kasur dan berjalan secepat kilat ke arah Ara. " Aaaaa.. " Ara terkejut karena tiba-tiba saja tubuhnya melayang di udara.


" Kak Rey ih. Turunin. " Teriaknya.


Baru juga tubuhnya merasa melayang tiba-tiba dia merasakan tubuhnya jatuh begitu saja. Beruntung dia jatuh di atas benda yang empuk.


" Tadi minta diturunin. " Reynard naik ke kasur dan memposisikan tubuhnya berbaring di samping Ara.


Ara langsung menggeser tubuhnya memberi jarak kepada Reynard. " Awas ya kalau macam-macam! " Ancamnya kemudian mengambil posisi tidur membelakangi Reynard.


Baru saja akan memejamkan mata, dia sudah merasakan ada sesuatu yang menindih kakinya. " Kak? " Dia memanggil dengan suara pelan tapi nadanya terlihat kesal.


Sedetik kemudian dia melihat ada lengan kekar yang memeluk tubuhnya. " Kak! " Ara sudah semakin kesal.


Tiba-tiba pelukan itu semakin kencang dan punggung Ara seperti bersentuhan dengan sesuatu. Dia menggeram kesal. Apa sih maunya?


" Ara... " Ara merasa tubuhnya merinding mendengar bisikan Reynard memanggil namanya. Panggilan kali ini terlihat berbeda.


" Entah kenapa. Semenjak aku menyadari perasaanku padamu, aku tidak pernah bisa mengendalikan diriku. Sebelumnya, aku tidak pernah seperti ini kepada perempuan manapun. Tapi denganmu...... " Reynard tidak melanjutkan kata-katanya, dia menenggelamkan kepalanya di ceruk leher perempuan yang didekapnya.


Bagai disengat listrik, Ara seperti tidak bisa menggerakkan tubuhnya. " Kak? Jangan seperti ini.. " Ucapnya pelan.


Kemana perginya Reynard yang bermuka datar itu? Kenapa jadi aneh begini sih? Ara menggerutu di dalam hatinya.


" Kita akan menikah besok. " Ucap Reynard menggerakan kepalanya mencari posisi senyaman mungkin.


" Ke.. kenapa mendadak sekali... " Ara benar-benar gugup dengan posisi sedekat ini.


" Sudah kubilang bukan? Calon suamimu ini sudah tidak tahan... " Ara berusaha berontak mendengar ucapan Reynard yang satu ini. Dia takut Reynard berbuat yang tidak-tidak.


" Kak.. Aku mau tidur. Kalau Kak Rey begini, aku nggak bisa tidur. " Ara berusaha melepaskan diri.


Reynard semakin mengencangkan pelukannya. " Kalau kau masih bergerak juga, aku akan melakukan yang lebih. " Ancamnya.


Ara terdiam seketika. Menghembuskan nafas pasrah. Percuma ngomong sama Tuan satu ini. Akhirnya mereka tidur dengan posisi seperti itu......


Bersambung...